Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Tingkatkan Kesadaran Wajib Pajak, Bapenda Jombang Sosialisasikan Peran Strategis Opsen PKB dan BBNKB
  • Satpolairud Polres Situbondo Jawa Timur Intensif Patroli, Nelayan Diingatkan Prioritaskan Untik Keselamatan
  • Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Lantik Kadisnakertrans Sebagai Pj Sekdakab Tulungagung 
  • Ini Kasus Yang DiSorot LBH Cakra DPC Situbondo Karena DiNilai Mandek Sejak Tahun2023
  • Pasabber Polres Situbondo Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim di Panji dan Mangaran
  • May Day di Situbondo Diwarnai Dialog Interaktif dan Berbagi Sembako, Kapolres Siap Jadi Mitra Strategis Pekerja
Kamis, 7 Mei 2026 - 13:18 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Kualitas TPJ Dipertanyakan Warga, Proyek Rp190 Juta di Brangkal Dikhawatirkan Ambrol

redaksiSelasa, 11 November 2025 - 09:05 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20251111 WA0008
Proyek TPJ desa Brangkal Kecamatan Megaluh
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

JOMBANG, Liputan11com – Proyek Tembok Penahan Jalan (TPJ) di Dusun Proko, Desa Brangkal, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, kini menjadi sorotan tajam warga. Alih-alih memberikan perlindungan dan memperkuat akses jalan, bangunan yang baru rampung itu justru memunculkan kekhawatiran karena kondisinya terlihat rapuh dan tidak dikerjakan dengan standar yang semestinya.

Padahal proyek dengan nilai Rp190 juta tersebut dibiayai dari APBD Kabupaten Jombang Tahun 2025 dan dilaksanakan selama 30 hari kalender. Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan dilakukan oleh CV. Giri Nusa Bhakti dan diawasi oleh CV. Sinduraya dengan nomor kontrak 100.3.7/SPK-Kons/13/415.18/2025 tertanggal 4 September 2025. Namun, kondisi fisik di lapangan justru menimbulkan pertanyaan besar tentang kualitas dan pengawasan pelaksanaannya.

Bangunan Baru Jadi, Sudah Retak dan Rapuh

Pantauan tim Liputan11.com pada Senin (10/11/2025) menunjukkan, kondisi TPJ di ruas jalan Brangkal–Turipinggir tampak memprihatinkan. Di beberapa titik terlihat retakan besar pada dinding bagian bawah, bahkan ada bagian pondasi yang menganga dan berlubang, menampakkan adukan semen yang tidak padat dan mudah hancur.

Lebih parah lagi, bagian bawah dinding tidak dilakukan pengurukan tanah, sehingga tampak menggantung di udara. Kondisi ini membuat struktur bangunan rawan ambrol, terutama jika terkena tekanan air hujan. Beberapa titik juga sudah mulai mengalami erosi tanah di bawah pondasi, menandakan lemahnya kualitas pengerjaan.

“Dilihat sekilas saja sudah kelihatan tidak kuat. Masa baru selesai sudah rusak begini?” ucap salah satu warga Dusun Proko yang enggan disebutkan namanya.

Ia menambahkan, masyarakat khawatir TPJ tersebut akan jebol saat musim hujan tiba. “Kalau nanti ambrol, siapa yang tanggung jawab? Ini uang rakyat, seharusnya dikerjakan dengan sungguh-sungguh, bukan asal-asalan,” tegasnya.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Pelaku Persetubuhan terhadap Anak di Sumbermalang

Dikerjakan Terburu-Buru, Pengawasan Diduga Lemah

Sejumlah warga juga menyoroti proses pengerjaan proyek yang dinilai tergesa-gesa tanpa kontrol ketat dari pihak dinas. Mereka menduga, proses pengawasan di lapangan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Seharusnya ada pengawasan dari dinas PUPR. Tapi kalau hasilnya seperti ini, berarti ada yang tidak beres. Jangan sampai proyek pemerintah dikerjakan seperti proyek pribadi,” ujar warga lain dengan nada kecewa.

Warga sebenarnya menaruh harapan besar pada pembangunan TPJ ini karena lokasi tersebut kerap tergenang air dan rawan longsor. Namun kenyataannya, proyek yang diharapkan menjadi solusi malah menimbulkan kekhawatiran baru.

“Kami ingin jalan ini aman dari air dan longsor, tapi kalau lihat hasilnya seperti ini, justru takut. Kalau hujan deras, bisa-bisa jalan ambles,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

PUPR Masih Bungkam

Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi, belum memberikan tanggapan terkait dugaan buruknya kualitas proyek tersebut. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat dan sambungan telepon, belum ada respons karena yang bersangkutan dikabarkan sedang mengikuti rapat.

Publik kini menunggu penjelasan resmi dari Dinas PUPR Jombang untuk memastikan sejauh mana proses pengawasan dan tanggung jawab kontraktor terhadap hasil pekerjaan itu.

Pemerhati Pembangunan Desak Audit Teknis

Pemerhati pembangunan Kabupaten Jombang menilai kasus ini mencerminkan lemahnya pengawasan proyek di lapangan. Menurutnya, proyek yang menggunakan uang rakyat seharusnya dikerjakan secara profesional dan transparan.

“Kalau proyek dengan nilai ratusan juta hasilnya seperti ini, jelas ada yang salah. Pengawasan harus diperkuat, jangan hanya formalitas. Pemerintah wajib turun ke lapangan untuk mengecek ulang mutu material dan hasil pekerjaan,” tegasnya.

Baca Juga:  Digitalisasi Perizinan Dongkrak Layanan Publik Jombang, 9.054 Izin Terbit Sepanjang 2025

Ia juga meminta agar Dinas PUPR melakukan audit teknis secara menyeluruh, memeriksa kesesuaian pekerjaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta memberi sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran. “Jangan tunggu roboh dulu baru bertindak. Setiap rupiah dari APBD harus dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Ancaman Banjir dan Longsor di Depan Mata

Selain persoalan kualitas, warga juga mengkhawatirkan dampak lingkungan dari proyek tersebut. Posisi TPJ berada di area dekat sawah dan pemukiman warga. Jika tembok penahan itu rusak, air bisa meluap ke jalan dan lahan warga, memicu longsor dan genangan air di sekitar lokasi.

“Kalau TPJ itu jebol, sawah kami bisa rusak semua. Tolong dinas turun langsung lihat kondisi di lapangan,” ujar warga dengan nada geram.

Masyarakat Tuntut Tindakan Nyata

Warga berharap agar proyek tersebut segera diaudit secara terbuka. Mereka mendesak agar hasil pekerjaan diperbaiki total bila terbukti tidak sesuai spesifikasi.

“Kami hanya ingin pembangunan yang benar-benar bermanfaat. Jangan setiap tahun ada proyek tapi hasilnya begini terus. Kalau dibiarkan, lama-lama masyarakat bisa hilang kepercayaan pada pemerintah,” ujar tokoh masyarakat menutup pernyataannya.

Cermin Lemahnya Akuntabilitas Publik

Kasus proyek TPJ Brangkal menjadi cerminan bagaimana lemahnya pengawasan dan tanggung jawab dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Proyek yang seharusnya melindungi masyarakat justru menimbulkan keresahan.

Jika pemerintah daerah tidak segera melakukan evaluasi dan tindakan tegas, proyek ini bisa menjadi simbol ketidakpercayaan warga terhadap komitmen pemerintah dalam mengelola pembangunan yang bersumber dari uang rakyat.(lil)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Tingkatkan Kesadaran Wajib Pajak, Bapenda Jombang Sosialisasikan Peran Strategis Opsen PKB dan BBNKB

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:40 WIB

Hardiknas 2026 Jadi Panggung Prestasi, SMPN 1 Peterongan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

HUT Emas SMKN 2 Jombang, Wiwin Sumrambah Tegaskan Lulusannya Siap Kerja, Siap Kuliah, dan Siap Menjadi Pemimpin Masa Depan

Rabu, 29 April 2026 - 10:55 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Tingkatkan Kesadaran Wajib Pajak, Bapenda Jombang Sosialisasikan Peran Strategis Opsen PKB dan BBNKB

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:40 WIB

Satpolairud Polres Situbondo Jawa Timur Intensif Patroli, Nelayan Diingatkan Prioritaskan Untik Keselamatan

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:03 WIB

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:05 WIB

Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP

Senin, 4 Mei 2026 - 19:35 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.