liputan11SITUBONDO— Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cakra DPC Situbondo melayangkan sorotan tajam terhadap pengolahan limbah debu ampas tolato milik Pabrik Gula (PG) Asembagus. yang menyebar ke pemukiman warga Yang Mana Hingga Kini Belum Ada Solusi yang Kini berada pada taraf memprihatinkan sehingga mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat setempat.
Ketua LBH Cakra DPC Situbondo, Nofika Syaiful Rahman (Opek), menegaskan bahwa aktivitas produksi pabrik seharusnya tidak mengorbankan hak dasar warga untuk menghirup udara bersih dan hidup di lingkungan yang sehat. Paparan debu ampas tolato secara terus-menerus ini berdampak langsung pada beberapa hal vital:
● Ancaman Serius Kesehatan (ISPA): Hirupan debu secara konstan memicu gangguan pernapasan akut, mulai dari batuk berkepanjangan, sesak napas, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
● Kerentanan Kelompok Berisiko: Anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit paru-paru menjadi kelompok paling terdampak dengan penurunan kondisi kesehatan yang signifikan.
● Degradasi Kualitas Lingkungan: Partikel debu yang hinggap di pemukiman mengotori rumah warga, menurunkan higienitas lingkungan, dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
LBH Cakra DPC Situbondo mendesak pihak manajemen PG Asembagus untuk segera mengambil langkah konkret dan bertanggung jawab dalam meminimalisasi sebaran debu tersebut. Selain itu, LBH Cakra juga meminta instansi pemerintah dan dinas terkait untuk turun tangan melakukan evaluasi serta pengawasan ketat terhadap pengelolaan limbah pabrik.
“Kesejahteraan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Penanganan limbah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi teknis yang jelas,” ujar Opek.
Opek juga menegaskan bahwa jajaran pimpinan tertinggi, seperti General Manager (GM), harus mengundurkan diri karena dinilai gagal dalam menjalankan manajemen perusahaan. Tidak hanya itu, ia juga mendesak kepala keamanan (Kakam) pabrik untuk mundur karena dianggap tidak mampu menciptakan suasana yang kondusif.
“Pihak manajemen hanya mengedepankan profit tanpa memikirkan kesehatan masyarakat di sekitar PG Asembagus,” tegas Opek.(sup)
