Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • SMAN Kesamben Jombang Ukir Prestasi Gemilang, Sapu Bersih Empat Gelar Juara 1 Kejurda Jatim 2026
  • RSUD Ploso Perluas Akses Layanan Kesehatan, Gandeng PT Probes Hadirkan MCU Mobile
  • *Kepala SMP Nurul Huda Kapongan Apresiasi Bantuan Rehabilitasi & Revitalisasi dari Kementrian RI Pusat*
  • Plt Bupati Tulungagung Ajak Warga Bandung Bersatu Jaga Kondusivitas Wilayah
  • 15 Tahun Konsisten, Bank Jombang Kembali Panen Penghargaan Nasional
  • Apresiasi Kehadiran KPK di Sidang Ketiga, Kuasa Hukum Desak Keseriusan Mediasi dan Siap Buka Bukti Dugaan Korupsi Wabup Situbondo
  • (*Warga ViLa BR JALBUS Situbondo Tertipu GADAI Lahan Sawah Di Desa Duwet,Kerugian DiTafsir Rp250 Juta Lebih*)
  • Dinas Pendidikan Luncurkan Aplikasi SIMPATUH BOSP, Plt Bupati Ahmad Baharudin Tegaskan Pengelolaan Dana Pendidikan Harus Berbasis Data dan Akuntabel
Rabu, 16 September 2026 - 13:28 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Peristiwa

LBH Cakra DPC Situbondo Soroti Limbah Debu Ampas Tolato PG Asembagus

redaksiMinggu, 30 Agustus 2026 - 22:10 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260830 WA0344
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

liputan11SITUBONDO— Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cakra DPC Situbondo melayangkan sorotan tajam terhadap pengolahan limbah debu ampas tolato milik Pabrik Gula (PG) Asembagus. yang menyebar ke pemukiman warga Yang Mana Hingga Kini Belum Ada Solusi yang Kini berada pada taraf memprihatinkan sehingga mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat setempat.

Ketua LBH Cakra DPC Situbondo, Nofika Syaiful Rahman (Opek), menegaskan bahwa aktivitas produksi pabrik seharusnya tidak mengorbankan hak dasar warga untuk menghirup udara bersih dan hidup di lingkungan yang sehat. Paparan debu ampas tolato secara terus-menerus ini berdampak langsung pada beberapa hal vital:

● Ancaman Serius Kesehatan (ISPA): Hirupan debu secara konstan memicu gangguan pernapasan akut, mulai dari batuk berkepanjangan, sesak napas, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
● Kerentanan Kelompok Berisiko: Anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit paru-paru menjadi kelompok paling terdampak dengan penurunan kondisi kesehatan yang signifikan.
● Degradasi Kualitas Lingkungan: Partikel debu yang hinggap di pemukiman mengotori rumah warga, menurunkan higienitas lingkungan, dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga:  (*Pemuda Mimbaan RT 03/08 Sukses Raih Juara 3 Lomba Layang-Layang Bupati Cup Situbondo*)

LBH Cakra DPC Situbondo mendesak pihak manajemen PG Asembagus untuk segera mengambil langkah konkret dan bertanggung jawab dalam meminimalisasi sebaran debu tersebut. Selain itu, LBH Cakra juga meminta instansi pemerintah dan dinas terkait untuk turun tangan melakukan evaluasi serta pengawasan ketat terhadap pengelolaan limbah pabrik.

“Kesejahteraan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Penanganan limbah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi teknis yang jelas,” ujar Opek.

Baca Juga:  *Suasana Memanas, LSM Ber-SKP Geruduk DPRD Situbondo Pertanyakan Warga Jual Sapi dan Kambing Demi Berobat*

Opek juga menegaskan bahwa jajaran pimpinan tertinggi, seperti General Manager (GM), harus mengundurkan diri karena dinilai gagal dalam menjalankan manajemen perusahaan. Tidak hanya itu, ia juga mendesak kepala keamanan (Kakam) pabrik untuk mundur karena dianggap tidak mampu menciptakan suasana yang kondusif.

“Pihak manajemen hanya mengedepankan profit tanpa memikirkan kesehatan masyarakat di sekitar PG Asembagus,” tegas Opek.(sup)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

*Kepala SMP Nurul Huda Kapongan Apresiasi Bantuan Rehabilitasi & Revitalisasi dari Kementrian RI Pusat*

Senin, 14 September 2026 - 13:46 WIB

Apresiasi Kehadiran KPK di Sidang Ketiga, Kuasa Hukum Desak Keseriusan Mediasi dan Siap Buka Bukti Dugaan Korupsi Wabup Situbondo

Jumat, 11 September 2026 - 10:09 WIB

(*Warga ViLa BR JALBUS Situbondo Tertipu GADAI Lahan Sawah Di Desa Duwet,Kerugian DiTafsir Rp250 Juta Lebih*)

Jumat, 11 September 2026 - 09:15 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

SMAN Kesamben Jombang Ukir Prestasi Gemilang, Sapu Bersih Empat Gelar Juara 1 Kejurda Jatim 2026

Selasa, 15 September 2026 - 09:29 WIB

RSUD Ploso Perluas Akses Layanan Kesehatan, Gandeng PT Probes Hadirkan MCU Mobile

Selasa, 15 September 2026 - 07:16 WIB

*Kepala SMP Nurul Huda Kapongan Apresiasi Bantuan Rehabilitasi & Revitalisasi dari Kementrian RI Pusat*

Senin, 14 September 2026 - 13:46 WIB

Plt Bupati Tulungagung Ajak Warga Bandung Bersatu Jaga Kondusivitas Wilayah

Sabtu, 12 September 2026 - 20:27 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.