Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Momentum HUT ke-72, RSUD Jombang Pacu Inovasi dan Rencanakan Gedung Kanker Terpadu
  • Perhutani KPH Bondowoso Gelar Pembinaan Produksi Getah Pinus dan Tasyakuran Capaian 100 Persen Target
  • Resmikan Layanan CT Scan RSUD Campurdarat dr. Karneni, Ini Harapan Plt.Bupati Tulungagung
  • Baru Rampung, Aspal Jalan Kemuning Jombang Bergelombang, Rabat Beton Retak: Kualitas Proyek Rp1,16 Miliar Dipertanyakan
  • *Tingkatkan Kapasitas UMKM dan Kewirausahaan Tahun Anggaran 2026, Diskoperindag Situbondo Gelar Pelatihan Batik di Tempat Aula Desa Sumberkolak*
  • Torehkan Prestasi Gemilang, Siswa SMAN Jogoroto Juara 1 Chemical Engineering Competition X 2026
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Ikuti KAI JLS 100 Tulungagung
  • Perhutani Bondowoso dan Rutan Situbondo Gelar Panen Raya Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan
Senin, 26 Oktober 2026 - 04:10 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Peristiwa

LBH Cakra DPC Situbondo Soroti Limbah Debu Ampas Tolato PG Asembagus

redaksiMinggu, 30 Agustus 2026 - 22:10 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260830 WA0344
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

liputan11SITUBONDO— Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cakra DPC Situbondo melayangkan sorotan tajam terhadap pengolahan limbah debu ampas tolato milik Pabrik Gula (PG) Asembagus. yang menyebar ke pemukiman warga Yang Mana Hingga Kini Belum Ada Solusi yang Kini berada pada taraf memprihatinkan sehingga mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat setempat.

Ketua LBH Cakra DPC Situbondo, Nofika Syaiful Rahman (Opek), menegaskan bahwa aktivitas produksi pabrik seharusnya tidak mengorbankan hak dasar warga untuk menghirup udara bersih dan hidup di lingkungan yang sehat. Paparan debu ampas tolato secara terus-menerus ini berdampak langsung pada beberapa hal vital:

● Ancaman Serius Kesehatan (ISPA): Hirupan debu secara konstan memicu gangguan pernapasan akut, mulai dari batuk berkepanjangan, sesak napas, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
● Kerentanan Kelompok Berisiko: Anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit paru-paru menjadi kelompok paling terdampak dengan penurunan kondisi kesehatan yang signifikan.
● Degradasi Kualitas Lingkungan: Partikel debu yang hinggap di pemukiman mengotori rumah warga, menurunkan higienitas lingkungan, dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga:  *Jadi Jembatan Komunikasi,Wartawan Situbondo Siap KawaL Investasi Daerah*

LBH Cakra DPC Situbondo mendesak pihak manajemen PG Asembagus untuk segera mengambil langkah konkret dan bertanggung jawab dalam meminimalisasi sebaran debu tersebut. Selain itu, LBH Cakra juga meminta instansi pemerintah dan dinas terkait untuk turun tangan melakukan evaluasi serta pengawasan ketat terhadap pengelolaan limbah pabrik.

“Kesejahteraan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Penanganan limbah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi teknis yang jelas,” ujar Opek.

Baca Juga:  Perhutani KPH Bondowoso dan YTRP Cabang Bondowoso Peringati Hari Anak Nasional 2026 dengan Edukasi Cinta Hutan di Teduh Glamping

Opek juga menegaskan bahwa jajaran pimpinan tertinggi, seperti General Manager (GM), harus mengundurkan diri karena dinilai gagal dalam menjalankan manajemen perusahaan. Tidak hanya itu, ia juga mendesak kepala keamanan (Kakam) pabrik untuk mundur karena dianggap tidak mampu menciptakan suasana yang kondusif.

“Pihak manajemen hanya mengedepankan profit tanpa memikirkan kesehatan masyarakat di sekitar PG Asembagus,” tegas Opek.(sup)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Perhutani KPH Bondowoso Gelar Pembinaan Produksi Getah Pinus dan Tasyakuran Capaian 100 Persen Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:44 WIB

*Tingkatkan Kapasitas UMKM dan Kewirausahaan Tahun Anggaran 2026, Diskoperindag Situbondo Gelar Pelatihan Batik di Tempat Aula Desa Sumberkolak*

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Perhutani Bondowoso dan Rutan Situbondo Gelar Panen Raya Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:06 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Momentum HUT ke-72, RSUD Jombang Pacu Inovasi dan Rencanakan Gedung Kanker Terpadu

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Perhutani KPH Bondowoso Gelar Pembinaan Produksi Getah Pinus dan Tasyakuran Capaian 100 Persen Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Resmikan Layanan CT Scan RSUD Campurdarat dr. Karneni, Ini Harapan Plt.Bupati Tulungagung

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Baru Rampung, Aspal Jalan Kemuning Jombang Bergelombang, Rabat Beton Retak: Kualitas Proyek Rp1,16 Miliar Dipertanyakan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:41 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.