liputan11BONDOWOSO-Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso bersama jajaran Divisi Regional (Divre) Perum Perhutani Jawa Timur melaksanakan kegiatan pembinaan produksi getah pinus sekaligus tasyakuran atas keberhasilan pencapaian 100 persen target produksi di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tapen, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosari, dan RPH Wringin, BKPH Besuki. Kegiatan berlangsung di Teras Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kluncing, Sukorejo, pada Rabu (21/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras petugas lapangan dan kelompok tani penyadap yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sukorejo Makmur. Selain tasyakuran, acara diisi dengan pembinaan teknis penyadapan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi getah pinus secara berkelanjutan, pemberian bantuan sembako kepada para penyadap, serta penyerahan hadiah kepada Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) dan mandor terbaik dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Kepala Divre Perum Perhutani Jawa Timur, Dewanto, Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, beserta jajaran, Asisten Perhutani (Asper) Produksi Getah Pinus, para KRPH, mandor sadap, Ketua LMDH Sukorejo Makmur, Ibrahim, serta perwakilan petani penyadap.
Dalam sambutannya, Wakil Kepala Divre Perum Perhutani Jawa Timur, Dewanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran petugas lapangan dan kelompok tani penyadap atas dedikasi serta kerja sama yang telah ditunjukkan hingga mampu merealisasikan target produksi getah pinus sebesar 100 persen. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi, kedisiplinan, dan konsistensi seluruh pihak dalam menjalankan kegiatan penyadapan sesuai ketentuan teknis. Ia berharap prestasi tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui penerapan teknik penyadapan yang tepat, dengan tetap memperhatikan kelestarian tegakan pinus dan keberlanjutan sumber daya hutan.
Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menegaskan bahwa keberhasilan pencapaian target produksi tidak terlepas dari peran penting para penyadap, mandor, KRPH, serta dukungan LMDH sebagai mitra Perhutani dalam pengelolaan hutan. Ia mengajak seluruh jajaran untuk terus meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas getah, serta memperkuat koordinasi dan pengawasan di lapangan. Pemberian sembako kepada penyadap dan penghargaan kepada KRPH serta mandor terbaik juga menjadi wujud perhatian dan motivasi agar seluruh petugas senantiasa meningkatkan kinerja, tanggung jawab, dan semangat pengabdian.
Di tempat yang sama, Ketua LMDH Sukorejo Makmur, Ibrahim, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Perhutani atas pembinaan, pendampingan, serta apresiasi yang diberikan kepada para penyadap. Menurutnya, pencapaian target produksi sebesar 100 persen merupakan hasil kerja bersama yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan semangat gotong royong. Ia berharap kemitraan antara Perhutani dan LMDH terus terjalin dengan baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan sekaligus mendukung kelestarian hutan.
Melalui kegiatan pembinaan dan tasyakuran ini, Perhutani KPH Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan masyarakat desa hutan, meningkatkan kinerja produksi getah pinus, serta memberikan apresiasi kepada para pekerja berprestasi. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai pengabdian yang selaras dengan momentum Hari Santri Nasional, diharapkan produktivitas kehutanan semakin optimal dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh perusahaan, masyarakat, dan lingkungan. (Sup)
