Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Perhutani KPH Bondowoso Mendampingi Kunjungan Danrem 083/Baladhika Jaya ke Lokasi Rencana Pembangunan Batalyon TP
  • Perhutani KPH Bondowoso Menyalurkan TJSL Untuk Program Birdwatching for Kid Sebagai Rintisan Edu-Ekowisata dan Pendidikan Konservasi
  • DP Jombang dan PDI Perjuangan Pecahkan Kebuntuan, Ijazah Siswa YPBU Gadingmangu Akhirnya Keluar
  • “Tangis Wali Murid Pecah di Dewan Pendidikan, Anak Depresi Diduga Karena Ijazah Tak Kunjung Diberikan”
  • Operasi Katarak Gratis RSUD Ploso Pulihkan Penglihatan 80 Warga, Hadirkan Harapan Baru di Hari Bakti Dokter Indonesia
  • Respons Laporan Warga, Polisi Edukasi Bahaya Berjualan dan Balap Liar di sekitar Exit Tol Situbondo Barat
  • “Kami Hanya Ingin Hak Anak Dikembalikan” — Wali Murid YPBU Gadingmangu Datangi Dewan Pendidikan Jombang
  • Perhutani KPH Bondowoso Sosialisasikan Pembayaran Sharing Agroforestry Sistem Cashless Bersama BRI dan Kejari
Selasa, 26 Mei 2026 - 14:00 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Peristiwa

Mengalir Darah Prajurit, Anak TNI dari Kampung Pesisir Menembus Gelar Doktor

redaksiRabu, 1 April 2026 - 14:10 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260401 WA0047 1
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Berau Kaltimliputan11– Di balik sunyi yang jarang disapa kamera dan mikrofon, lahir sebuah kisah besar tentang pengabdian yang tumbuh tanpa sorak-sorai. Dari kampung pesisir Talisayan yang jauh dari pusat keputusan, seorang anak prajurit TNI membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari mimpi, melainkan awal dari perjalanan panjang yang ditempa ketekunan.

Ayahnya adalah seorang prajurit TNI berpangkat Sersan Kepala. Sosok yang mengabdikan hidup dalam disiplin dan kesetiaan tanpa banyak kata. Ia tak mewariskan harta, tetapi meninggalkan nilai-nilai kehidupan yang kuat: keteguhan, loyalitas, dan keberanian untuk bertahan. Kini sang ayah telah tiada, namun nilai-nilai itu tetap hidup dan mengalir dalam diri anaknya.

Sejak kecil, ia menyimpan cita-cita sederhana namun mulia: menjadi seorang dokter. Keinginan untuk menyembuhkan dan memberi harapan kepada sesama menjadi mimpi yang ia jaga dalam diam. Namun kondisi ekonomi keluarga memaksanya menempuh jalan berbeda. Bukan untuk menyerah, tetapi untuk mengubah arah pengabdian.

IMG 20260401 WA0048

Di balik perjuangan tersebut, berdiri sosok ibu rumah tangga yang menjadi pilar kekuatan. Tanpa gelar akademik dan tanpa sorotan publik, ia setia menguatkan langkah anaknya melalui doa yang tak pernah putus.

Baca Juga:  HMI Cabang Tulungagung Unjuk Rasa di Depan DPRD, Marsono : Itu Hal Yang Wajar Dalam Demokrasi

“Ayah saya mengajarkan disiplin lewat teladan. Ibu saya mengajarkan keteguhan lewat doa. Dari merekalah saya belajar bertahan,” ujar Dr. Hj. Dewi Sugesti, S.Pd., M.A.P.

Meski cita-cita menjadi dokter tak terwujud, semangat untuk menyembuhkan tidak pernah padam. Ia memilih jalur pendidikan sebagai medan pengabdian. Menjadi guru SMP di Kampung Talisayan, tempat ayahnya dulu bertugas, menjadi titik awal perjalanan panjangnya.

Di ruang kelas, ia menemukan makna baru dari pengabdian. Baginya, mendidik adalah bentuk penyembuhan yang lebih luas—menyembuhkan ketidaktahuan, menumbuhkan harapan, dan menyiapkan masa depan generasi muda.

Hari-harinya dijalani dalam ritme disiplin yang senyap. Siang mengajar, malam belajar. Nilai-nilai yang diwariskan sang ayah menjelma dalam kesabaran menghadapi keterbatasan, kesetiaan pada tugas, serta keteguhan menjaga arah hidup. Semua dilalui tanpa jalan pintas.

Seiring waktu, pengabdiannya di dunia pendidikan membuka kesadaran baru. Ia melihat bahwa pendidikan bukan hanya soal ruang kelas, tetapi juga berkaitan erat dengan kebijakan yang menentukan arah masa depan banyak orang. Langkahnya pun berlanjut ke ranah yang lebih luas sebagai Analis Kebijakan di Dinas Pendidikan Kabupaten Berau.

Baca Juga:  KPK Kembali Sambangi Tulungagung, 4 Orang Diperiksa

“Saya tidak menjadi dokter, tetapi saya belajar menyembuhkan dengan cara lain—melalui pendidikan dan kebijakan yang berpihak,” tuturnya.

Perjalanan panjang itu berlangsung dalam diam, bertahun-tahun tanpa gemuruh. Hingga akhirnya, ia mencapai puncak akademik yang menjadi peneguhan atas seluruh ikhtiar yang dijalani: gelar Doktor.

Kini, darah prajurit yang mengalir dalam dirinya bukan sekadar simbol seragam dan barisan tugas negara. Ia telah menjelma menjadi semangat pengabdian yang hidup dalam ilmu pengetahuan, kebijakan, dan keteladanan.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa perjuangan tak selalu harus terlihat untuk bermakna. Bahwa dari tempat yang jauh dari pusat kuasa, lahir pengabdian yang dampaknya mampu menjangkau banyak kehidupan.

Nama itu kini terpatri sebagai bukti nyata:
Dr. Hj. Dewi Sugesti, S.Pd., M.A.P.

Sebuah kisah tentang keteguhan, tentang doa yang tak pernah putus, dan tentang mimpi yang menemukan jalannya—meski harus menempuh rute yang berbeda.
Keberhasilan tersebut juga atas suport sang suami yang asli bondowoso kecamatan tegalampel desa mandiro.(hairul)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Perhutani KPH Bondowoso Mendampingi Kunjungan Danrem 083/Baladhika Jaya ke Lokasi Rencana Pembangunan Batalyon TP

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:12 WIB

Perhutani KPH Bondowoso Menyalurkan TJSL Untuk Program Birdwatching for Kid Sebagai Rintisan Edu-Ekowisata dan Pendidikan Konservasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:09 WIB

Respons Laporan Warga, Polisi Edukasi Bahaya Berjualan dan Balap Liar di sekitar Exit Tol Situbondo Barat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:48 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Perhutani KPH Bondowoso Mendampingi Kunjungan Danrem 083/Baladhika Jaya ke Lokasi Rencana Pembangunan Batalyon TP

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:12 WIB

Perhutani KPH Bondowoso Menyalurkan TJSL Untuk Program Birdwatching for Kid Sebagai Rintisan Edu-Ekowisata dan Pendidikan Konservasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:09 WIB

DP Jombang dan PDI Perjuangan Pecahkan Kebuntuan, Ijazah Siswa YPBU Gadingmangu Akhirnya Keluar

Senin, 25 Mei 2026 - 22:27 WIB

“Tangis Wali Murid Pecah di Dewan Pendidikan, Anak Depresi Diduga Karena Ijazah Tak Kunjung Diberikan”

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:12 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.