Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • 15 Tahun Konsisten, Bank Jombang Kembali Panen Penghargaan Nasional
  • Apresiasi Kehadiran KPK di Sidang Ketiga, Kuasa Hukum Desak Keseriusan Mediasi dan Siap Buka Bukti Dugaan Korupsi Wabup Situbondo
  • (*Warga ViLa BR JALBUS Situbondo Tertipu GADAI Lahan Sawah Di Desa Duwet,Kerugian DiTafsir Rp250 Juta Lebih*)
  • Dinas Pendidikan Luncurkan Aplikasi SIMPATUH BOSP, Plt Bupati Ahmad Baharudin Tegaskan Pengelolaan Dana Pendidikan Harus Berbasis Data dan Akuntabel
  • Delapan Kandidat Adu Gagasan, SMAN Ploso Gelar Pemilihan Ketua OSIS dan MPK Periode 2026/2027
  • Perhutani Bondowoso Dukung Penanaman Bersama Kodim 0822, Perkuat Sinergi Pelestarian Hutan
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Final Turnamen Bola Voli HUT ke-81 RI Dinas Pertanian Tulungagung
  • HUT ke-3 SGC Tulungagung, Plt Bupati Ajak Komunitas Ojek Online Perkuat Sinergi dan Gerakan Ekonomi
Sabtu, 12 September 2026 - 11:15 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Peristiwa

Mengalir Darah Prajurit, Anak TNI dari Kampung Pesisir Menembus Gelar Doktor

redaksiRabu, 1 April 2026 - 14:10 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260401 WA0047 1
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Berau Kaltimliputan11– Di balik sunyi yang jarang disapa kamera dan mikrofon, lahir sebuah kisah besar tentang pengabdian yang tumbuh tanpa sorak-sorai. Dari kampung pesisir Talisayan yang jauh dari pusat keputusan, seorang anak prajurit TNI membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari mimpi, melainkan awal dari perjalanan panjang yang ditempa ketekunan.

Ayahnya adalah seorang prajurit TNI berpangkat Sersan Kepala. Sosok yang mengabdikan hidup dalam disiplin dan kesetiaan tanpa banyak kata. Ia tak mewariskan harta, tetapi meninggalkan nilai-nilai kehidupan yang kuat: keteguhan, loyalitas, dan keberanian untuk bertahan. Kini sang ayah telah tiada, namun nilai-nilai itu tetap hidup dan mengalir dalam diri anaknya.

Sejak kecil, ia menyimpan cita-cita sederhana namun mulia: menjadi seorang dokter. Keinginan untuk menyembuhkan dan memberi harapan kepada sesama menjadi mimpi yang ia jaga dalam diam. Namun kondisi ekonomi keluarga memaksanya menempuh jalan berbeda. Bukan untuk menyerah, tetapi untuk mengubah arah pengabdian.

IMG 20260401 WA0048

Di balik perjuangan tersebut, berdiri sosok ibu rumah tangga yang menjadi pilar kekuatan. Tanpa gelar akademik dan tanpa sorotan publik, ia setia menguatkan langkah anaknya melalui doa yang tak pernah putus.

Baca Juga:  Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso Secara Simbolis Menyerahkan Paket Sembako Ramadhan 1447 H

“Ayah saya mengajarkan disiplin lewat teladan. Ibu saya mengajarkan keteguhan lewat doa. Dari merekalah saya belajar bertahan,” ujar Dr. Hj. Dewi Sugesti, S.Pd., M.A.P.

Meski cita-cita menjadi dokter tak terwujud, semangat untuk menyembuhkan tidak pernah padam. Ia memilih jalur pendidikan sebagai medan pengabdian. Menjadi guru SMP di Kampung Talisayan, tempat ayahnya dulu bertugas, menjadi titik awal perjalanan panjangnya.

Di ruang kelas, ia menemukan makna baru dari pengabdian. Baginya, mendidik adalah bentuk penyembuhan yang lebih luas—menyembuhkan ketidaktahuan, menumbuhkan harapan, dan menyiapkan masa depan generasi muda.

Hari-harinya dijalani dalam ritme disiplin yang senyap. Siang mengajar, malam belajar. Nilai-nilai yang diwariskan sang ayah menjelma dalam kesabaran menghadapi keterbatasan, kesetiaan pada tugas, serta keteguhan menjaga arah hidup. Semua dilalui tanpa jalan pintas.

Seiring waktu, pengabdiannya di dunia pendidikan membuka kesadaran baru. Ia melihat bahwa pendidikan bukan hanya soal ruang kelas, tetapi juga berkaitan erat dengan kebijakan yang menentukan arah masa depan banyak orang. Langkahnya pun berlanjut ke ranah yang lebih luas sebagai Analis Kebijakan di Dinas Pendidikan Kabupaten Berau.

Baca Juga:  Polres Kediri Lakukan Penyelidikan Penemuan Mayat di Aliran Irigasi Desa Padangan

“Saya tidak menjadi dokter, tetapi saya belajar menyembuhkan dengan cara lain—melalui pendidikan dan kebijakan yang berpihak,” tuturnya.

Perjalanan panjang itu berlangsung dalam diam, bertahun-tahun tanpa gemuruh. Hingga akhirnya, ia mencapai puncak akademik yang menjadi peneguhan atas seluruh ikhtiar yang dijalani: gelar Doktor.

Kini, darah prajurit yang mengalir dalam dirinya bukan sekadar simbol seragam dan barisan tugas negara. Ia telah menjelma menjadi semangat pengabdian yang hidup dalam ilmu pengetahuan, kebijakan, dan keteladanan.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa perjuangan tak selalu harus terlihat untuk bermakna. Bahwa dari tempat yang jauh dari pusat kuasa, lahir pengabdian yang dampaknya mampu menjangkau banyak kehidupan.

Nama itu kini terpatri sebagai bukti nyata:
Dr. Hj. Dewi Sugesti, S.Pd., M.A.P.

Sebuah kisah tentang keteguhan, tentang doa yang tak pernah putus, dan tentang mimpi yang menemukan jalannya—meski harus menempuh rute yang berbeda.
Keberhasilan tersebut juga atas suport sang suami yang asli bondowoso kecamatan tegalampel desa mandiro.(hairul)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Apresiasi Kehadiran KPK di Sidang Ketiga, Kuasa Hukum Desak Keseriusan Mediasi dan Siap Buka Bukti Dugaan Korupsi Wabup Situbondo

Jumat, 11 September 2026 - 10:09 WIB

(*Warga ViLa BR JALBUS Situbondo Tertipu GADAI Lahan Sawah Di Desa Duwet,Kerugian DiTafsir Rp250 Juta Lebih*)

Jumat, 11 September 2026 - 09:15 WIB

Perhutani Bondowoso Dukung Penanaman Bersama Kodim 0822, Perkuat Sinergi Pelestarian Hutan

Kamis, 10 September 2026 - 09:06 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

15 Tahun Konsisten, Bank Jombang Kembali Panen Penghargaan Nasional

Jumat, 11 September 2026 - 13:05 WIB

Apresiasi Kehadiran KPK di Sidang Ketiga, Kuasa Hukum Desak Keseriusan Mediasi dan Siap Buka Bukti Dugaan Korupsi Wabup Situbondo

Jumat, 11 September 2026 - 10:09 WIB

(*Warga ViLa BR JALBUS Situbondo Tertipu GADAI Lahan Sawah Di Desa Duwet,Kerugian DiTafsir Rp250 Juta Lebih*)

Jumat, 11 September 2026 - 09:15 WIB

Dinas Pendidikan Luncurkan Aplikasi SIMPATUH BOSP, Plt Bupati Ahmad Baharudin Tegaskan Pengelolaan Dana Pendidikan Harus Berbasis Data dan Akuntabel

Jumat, 11 September 2026 - 06:48 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.