Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Pameran dan Kontes Bonsai Nasional Kapolres Cup Resmi Dibuka, Dorong Wisata dan UMKM Situbondo
  • Kuasa Hukum Ahmad Affandi Buka Suara: Perkara Disebut Berawal dari Hubungan Pembiayaan Usaha, Bukan Modus Penipuan
  • Gubernur Jatim Resmikan Rehabilitasi Ruang Kelas SMKN 2 Trenggalek, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan
  • Gubernur Jawa Timur Resmikan Sarana Pendidikan Baru di SMKN 1 Pagerwojo, Dorong Kesiapan Lulusan Hadapi Dunia Kerja
  • Pemprov Jawa Timur Perkuat Pendidikan Vokasi, Gubernur Khofifah Resmikan Rehabilitasi SMKN 1 Tulungagung
  • Dorong Mutu Pendidikan, Khofifah Resmikan Ruang Kelas SMKN 1 Rejotangan
  • Gubernur Khofifah Resmikan Pembangunan dan Rehabilitasi Ruang Kelas SMAN 1 Boyolangu
  • RSUD dr. Iskak Tegaskan Sistem Proteksi Kebakaran Berlapis dan Siap Hadapi Kondisi Darurat
Senin, 18 Mei 2026 - 13:27 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Mengerjakan Hotmix di Bawah Guyuran Hujan, Proyek Jalan Telaga-Kacep Situbondo Dicap Buang-buang Uang Negara

redaksiSenin, 15 Desember 2025 - 21:26 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20251215 165249
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 32;
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Liputan11SITUBONDO – Kualitas infrastruktur di Situbondo kembali menjadi sorotan tajam setelah pelaksanaan proyek peningkatan Jalan Ruas Telaga – Kacep (R. 529), yang menelan anggaran fantastis senilai Rp 2.762.486.150,16, diduga keras dikerjakan secara serampangan dan melanggar Petunjuk Teknis (Juknis) baku. Pelaksanaan proyek hotmix oleh CV. UNGGUL ini dikhawatirkan menghasilkan jalan yang tidak akan bertahan lama, memicu potensi kerugian negara dan publik.

Proyek sepanjang 1.488 meter di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan dan Permukiman (PUPP) Bidang Bina Marga Kabupaten Situbondo ini menjadi buah bibir setelah terpantau langsung dikerjakan dalam kondisi yang dilarang keras oleh standar konstruksi: di bawah guyuran hujan.

Kritik pedas dilontarkan Hepi, seorang warga Situbondo yang memonitor langsung proses pengaspalan. Menurutnya, tindakan kontraktor melakukan Penghamparan aspal saat cuaca basah adalah pelanggaran fundamental yang fatal bagi kualitas jalan.

https://liputan11.com/wp-content/uploads/2025/12/video_20251215_165535.mp4

“Kami sangat menyesalkan pelaksanaan pengaspalan yang dilakukan saat hujan. Ini jelas-jelas bertentangan dengan standar pengerjaan jalan yang mengharuskan kondisi kering. Melakukan Penghamparan hotmix saat basah sangat memengaruhi daya rekat dan kualitas aspal. Kami pastikan aspal ini tidak akan bertahan lama, itu sama saja membuang uang rakyat!” tegas Hepi dengan nada geram.

Baca Juga:  DIM Rampung, Komisi III Lanjutkan Pembahasan Akademik Ranperda Pengelolaan Pemukiman Guna Wujudkan Kepastian Hukum

Standar Operasional Prosedur (SOP) pengerjaan aspal hotmix melarang mutlak pengaspalan di bawah kondisi hujan. Kehadiran air dapat menciptakan uap yang terperangkap, menyebabkan aspal cepat terkelupas (stripping) dan gagal mencapai kepadatan material yang dipersyaratkan. Dampaknya adalah penurunan mutu jalan yang signifikan hanya dalam waktu singkat.

Dugaan pelanggaran Juknis ini semakin diperparah dengan temuan di lapangan bahwa selama proses pengaspalan berlangsung, tidak ditemukan satu pun pengawas lapangan dari Dinas PUPP Situbondo.

 

Kehadiran pengawas sangat vital untuk memastikan kontraktor mematuhi spesifikasi teknis dan SOP, khususnya dalam mengambil keputusan krusial terkait cuaca. Absennya pengawas mengindikasikan adanya kelalaian pengawasan atau bahkan pembiaran terhadap kualitas proyek yang dibiayai oleh uang rakyat ini.

Baca Juga:  Pengendara Vario MD di Tempat Kejadian Setelah Tabrak Truck Parkir

“Saat kami di lokasi, pengawas dari Dinas PUPP sama sekali tidak terlihat. Ini menunjukkan kurangnya pengawasan dan pengabaian total terhadap kualitas proyek. Siapa yang menjamin kualitasnya jika pengawas dari pihak dinas tidak ada di tempat?” tanya Hepi.

Menyikapi temuan ini, Hepi menyatakan timnya tengah mengumpulkan data dan bukti-bukti detail terkait dugaan pelanggaran Juknis tersebut. Ia berkomitmen untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum demi memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran publik.

“Kami akan segera melaporkan temuan ini kepada pihak-pihak terkait, termasuk Inspektorat dan terutama Aparat Penegak Hukum (APH). Proyek dengan anggaran sebesar ini harus dikerjakan secara profesional dan akuntabel. Kami meminta APH segera turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek Jalan Telaga – Kacep ini,” tutup Hepi, mendesak adanya investigasi menyeluruh dan transparansi dari pihak terkait.Tim

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pemkab Jombang Segel Sejumlah Tower BTS, Ratusan Menara Belum Miliki Sertifikat Laik Fungsi

Senin, 2 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sampah Berserakan Dan Bau,Menyengat,Menganggu Pengguna Jalan

Senin, 2 Februari 2026 - 19:50 WIB

Di Balik Gemerlap Tirta Wisata Keplaksari, Disporapar Jombang Disorot Soal Dugaan Publikasi Tebang Pilih Media

Senin, 2 Februari 2026 - 13:36 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Pameran dan Kontes Bonsai Nasional Kapolres Cup Resmi Dibuka, Dorong Wisata dan UMKM Situbondo

Senin, 18 Mei 2026 - 10:52 WIB

Kuasa Hukum Ahmad Affandi Buka Suara: Perkara Disebut Berawal dari Hubungan Pembiayaan Usaha, Bukan Modus Penipuan

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:26 WIB

Gubernur Jatim Resmikan Rehabilitasi Ruang Kelas SMKN 2 Trenggalek, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:28 WIB

Gubernur Jawa Timur Resmikan Sarana Pendidikan Baru di SMKN 1 Pagerwojo, Dorong Kesiapan Lulusan Hadapi Dunia Kerja

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:19 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.