
JOMBANG,Liputan11.com – Makna kemerdekaan kembali diwujudkan dalam bentuk pelayanan kemanusiaan. Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, RSUD Ploso bersama Smile Train menghadirkan harapan baru bagi masyarakat melalui Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit, Sabtu (15/8/2026).
Bertempat di Instalasi Bedah Sentral (IBS) Lantai 2 RSUD Ploso, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi puluhan pasien untuk mendapatkan akses tindakan medis yang mungkin selama ini dinantikan. Sebelum operasi dilaksanakan, proses skrining telah dilakukan sehari sebelumnya, Jumat (14/8/2026), sebagai bagian dari tahapan untuk memastikan kondisi pasien siap menjalani tindakan.
Sebanyak 23 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya berasal dari Kabupaten Jombang, tetapi juga datang dari berbagai daerah. Sebanyak sembilan peserta tercatat berasal dari luar kota, sementara peserta lainnya berasal dari Jombang dan wilayah sekitar.
Yang menarik, penerima manfaat dalam kegiatan ini berasal dari berbagai kelompok usia. Selain anak-anak, terdapat pula pasien dewasa yang mendapatkan kesempatan menjalani operasi. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan bibir sumbing dan celah langit-langit tidak berhenti pada usia tertentu dan kebutuhan penanganannya dapat berlangsung hingga dewasa.
Tindakan operasi dilakukan oleh dr. Yantoko, Sp.BP-RE bersama tim Smile Train, dengan dukungan tenaga medis RSUD Ploso. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus memberikan penanganan yang lebih komprehensif kepada masyarakat.
Lebih dari sekadar tindakan medis, operasi bibir sumbing dan celah langit-langit memiliki arti penting bagi perjalanan hidup pasien. Perbaikan fungsi, penampilan, kemampuan berkomunikasi, serta kepercayaan diri menjadi bagian dari manfaat yang diharapkan dapat dirasakan setelah pasien mendapatkan penanganan.
Direktur RSUD Ploso, dr. Muhammad Vidya Buana, M.H., mengatakan bahwa momentum kemerdekaan menjadi pengingat bahwa setiap masyarakat berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
“Kemerdekaan juga berarti memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dan menghadirkan harapan baru bagi para pasien,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diterjemahkan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga melalui tindakan konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Bagi pasien dan keluarga, kesempatan menjalani operasi tentu bukan perkara sederhana. Di balik proses medis tersebut terdapat harapan untuk memperbaiki kualitas hidup, mengurangi hambatan yang selama ini dihadapi, serta membangun keberanian untuk berinteraksi dan menjalani kehidupan secara lebih percaya diri.
Karena itu, sinergi RSUD Ploso dan Smile Train menjadi bagian penting dari pelayanan berbasis kemanusiaan. Kehadiran pemerintah daerah melalui fasilitas kesehatan bersama mitra sosial menunjukkan bahwa kolaborasi dapat menjadi kekuatan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kegiatan ini, RSUD Ploso kembali menunjukkan perannya sebagai institusi pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas.
Di momentum kemerdekaan, 23 pasien mendapatkan lebih dari sekadar tindakan medis. Mereka mendapatkan kesempatan untuk menatap masa depan dengan harapan baru—karena kemerdekaan sejatinya juga berarti memiliki kesempatan untuk hidup sehat, percaya diri, dan bermartabat.(im)