Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Ludruk Kontemporer “WUH” Tombo Ati Pikat Gen Z, Gedung Kesenian Jombang Dipadati Penonton
  • Plt Bupati Tulungagung Pimpin Upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Tegaskan Dukung Pembangunan Nasional
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Lepas Armada Bantuan Air Bersih
  • Jombang Marching Competition 2026 Meriahkan Jombang Fest, Ratusan Peserta Tampilkan Aksi Spektakuler
  • Kontes Durian Wonosalam 2026 Bidik Varietas Juara Baru, 47 Varietas Lokal Mulai Berebut Predikat Unggul
  • Plt Bupati Tulungagung Lantik 21 Pejabat JPT Pratama, Tekankan Pelayanan Publik dan Serapan Anggaran
  • Pemkab Jombang Gandeng PT Kawasan Ploso, Jalan Akses Industri Segera Dibangun, Puluhan Ribu Lapangan Kerja Menanti
  • Tembakau Jombang Gerakkan Ekonomi Rp487 Miliar, Dispertan Perkuat Produksi hingga Pasar
Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:47 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Daerah » Tulungagung

Pembangunan Pasar Ngadiluwih Kediri Terlambat, Surat Peringatan Diabaikan, K3 Diduga Dilanggar

redaksiRabu, 28 Januari 2026 - 13:32 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260128 WA0070
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

KEDIRI, Liputan 11.Com- Proyek pembangunan Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, kembali menuai sorotan. Meski masa kontrak resmi berakhir pada 23 Desember 2025, pekerjaan di lapangan masih berlangsung. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kepatuhan terhadap kontrak kerja, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta efektivitas pengawasan pemerintah.

Berdasarkan dokumen kontrak, penyedia jasa berkewajiban menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal, mutu, dan spesifikasi teknis. Namun, progres pembangunan pasar masih jauh dari rampung. Lebih memprihatinkan, pelaksana proyek telah menerima Surat Peringatan (SP) 1 dan SP 2 akibat pelanggaran, tetapi tidak menunjukkan perbaikan signifikan.

Investigasi lapangan menemukan pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, seperti helm, rompi, dan sepatu pelindung. Area proyek juga minim rambu keselamatan, pagar pengaman, dan sistem proteksi. Kondisi ini jelas bertentangan dengan UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.
• Pasal 59 UU Jasa Konstruksi: mewajibkan penyedia jasa memenuhi standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan.
• Pasal 60 UU Jasa Konstruksi: penyedia jasa bertanggung jawab atas kegagalan bangunan dan keterlambatan pekerjaan.

Baca Juga:  Polres Tulungagung Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Ratusan Knalpot Brong

Pelanggaran terhadap ketentuan K3 dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana, terutama jika mengakibatkan kecelakaan kerja.

Keterlambatan proyek juga melanggar Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang telah diubah dengan Perpres No. 12 Tahun 2021. Regulasi ini menegaskan:
• Penyedia jasa yang terlambat menyelesaikan pekerjaan dapat dikenakan denda keterlambatan.
• Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berwenang menjatuhkan sanksi administratif hingga pemutusan kontrak.

Dalam praktiknya, denda keterlambatan dihitung berdasarkan jumlah hari keterlambatan dan nilai kontrak, dengan besaran maksimal 1/1000 dari nilai kontrak per hari.

Keterlambatan proyek berdampak langsung pada pedagang yang seharusnya menempati pasar. Aktivitas ekonomi masyarakat terganggu, sementara fasilitas publik yang diharapkan meningkatkan kesejahteraan justru terbengkalai.

Baca Juga:  Jumat Curhat, Program Kapolres Tulungagung Tampung Keluhan dan Permasalahan Masyarakat

“Kami tidak tahu kapan pasar bisa difungsikan. Pemerintah harus tegas, jangan sampai anggaran besar terbuang sia-sia,” keluh salah satu pedagang.

Masyarakat mendesak pemerintah untuk:
1. Melakukan audit menyeluruh terhadap proyek.
2. Menerapkan denda keterlambatan sesuai kontrak.
3. Mengevaluasi kinerja penyedia jasa, termasuk kemungkinan pemutusan kontrak.
4. Mengoptimalkan pengawasan internal dan eksternal agar tidak terjadi pembiaran pelanggaran.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan keterlambatan maupun tindak lanjut atas SP 1 dan SP 2.

Kasus Pasar Ngadiluwih menjadi contoh nyata lemahnya pengawasan proyek publik. Regulasi sudah jelas, sanksi hukum tersedia, namun implementasi di lapangan sering kali tidak tegas. Jika dibiarkan, hal ini berpotensi merugikan masyarakat sekaligus mencederai prinsip transparansi penggunaan anggaran negara.(Tim)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Plt Bupati Tulungagung Pimpin Upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Tegaskan Dukung Pembangunan Nasional

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Plt Bupati Ahmad Baharudin Lepas Armada Bantuan Air Bersih

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Plt Bupati Tulungagung Lantik 21 Pejabat JPT Pratama, Tekankan Pelayanan Publik dan Serapan Anggaran

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:16 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Ludruk Kontemporer “WUH” Tombo Ati Pikat Gen Z, Gedung Kesenian Jombang Dipadati Penonton

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Plt Bupati Tulungagung Pimpin Upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Tegaskan Dukung Pembangunan Nasional

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Plt Bupati Ahmad Baharudin Lepas Armada Bantuan Air Bersih

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Jombang Marching Competition 2026 Meriahkan Jombang Fest, Ratusan Peserta Tampilkan Aksi Spektakuler

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:16 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.