Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Polres Situbondo Tetapkan Empat Orang Tersangka Perjudian Sabung Ayam di Mangaran
  • Ratusan Gamer Ramaikan Kapolres Cup Mobile Legends di Situbondo Jawa Timur
  • Hadiri HUT PPNI ke-52, Ini Pesan Plt Bupati Tulungagung
  • Jamaah Calon Haji Tulungagung 1447 Hijriyah Diberangkatkan, Ini pesan Plt. Bupati Ahmad Baharudin
  • Tingkatkan Kesadaran Wajib Pajak, Bapenda Jombang Sosialisasikan Peran Strategis Opsen PKB dan BBNKB
  • Satpolairud Polres Situbondo Jawa Timur Intensif Patroli, Nelayan Diingatkan Prioritaskan Untuk Keselamatan
  • Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP
Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:48 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Diduga Ketebalan Aspal Dipangkas, Negara Rugi Ratusan Juta , Kontraktor dan Pengawas Dinilai ‘Bermain’

redaksiSenin, 24 November 2025 - 11:50 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20251124 WA0088
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Liputan11Situbondo, Jawa Timur – Upaya Pemerintah Kabupaten Situbondo di bawah kepemimpinan Bupati Rio untuk meningkatkan infrastruktur, khususnya pembangunan jalan, mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Karena, niat baik pemerintah diduga dinodai oleh praktik korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Ruas Pondok Langger – Banongan, yang berpotensi merugikan negara hingga ratusan juta rupiah.

Proyek yang dilaksanakan oleh CV. CINDY JAYA UTAMA dengan nilai kontrak Rp 446.266.702,00 untuk pengaspalan hotmix sepanjang 749 meter, kini menjadi pusat perhatian. Hepi, seorang warga Situbondo yang aktif memantau pembangunan daerahnya, mengungkap dugaan adanya penyimpangan dalam pengerjaan proyek tersebut.24/11/2025

Awalnya, Hepi mengaku sempat terkecoh dengan tampilan jalan yang tampak mulus dan rata. Namun, setelah melakukan pengecekan mendalam, ia menemukan sejumlah kejanggalan yang mengarah pada dugaan korupsi. Salah satu temuan krusial adalah ketebalan aspal hotmix yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (spek).

Baca Juga:  Polisi Ringkus dua Admin Grup Facebook Gay Surabaya

“Di balik tampilan yang bagus, ternyata ada ‘Aroma Anyir’ yang merugikan masyarakat dan negara,” ungkap Hepi. Perhitungan rinci yang dilakukannya mengindikasikan kerugian negara mencapai angka yang fantastis, yaitu sekitar Rp 123.802.000,00.

Hepi menuding kontraktor, CV. CINDY JAYA UTAMA, bekerja tidak profesional dengan mengabaikan mutu dan kualitas proyek. Namun, ia juga menyoroti peran pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman (PUPP) serta konsultan pengawas yang diduga turut bertanggung jawab atas terjadinya penyimpangan ini.

“Pengawas dari Dinas dan konsultan berada di lokasi proyek, namun mereka diduga membiarkan kontraktor melakukan kecurangan,” tegas Hepi. Ia menduga adanya kerjasama yang sistematis antara kontraktor, pengawas dinas, dan konsultan pengawas yang memungkinkan pengurangan volume, termasuk ketebalan aspal.

Baca Juga:  Jelang HUT Bhayangkara ke - 79, Polres Tanjung Perak Gelar CFD & Olga Bersama

Hepi kini tengah mengumpulkan data tambahan dan berencana segera melaporkan temuan ini kepada pihak terkait, termasuk Aparat Penegak Hukum (APH). Sebagai perwakilan masyarakat Situbondo, ia mendesak Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan korupsi ini. Ia juga meminta agar dilakukan audit menyeluruh terhadap proyek infrastruktur lainnya di Situbondo untuk mencegah terulangnya kasus serupa.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur di daerah, khususnya di tengah upaya pemerintah daerah untuk memacu pembangunan dan mensejahterakan masyarakat. Masyarakat Situbondo kini menanti tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan keadilan ditegakkan.

Tim

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pemkab Jombang Segel Sejumlah Tower BTS, Ratusan Menara Belum Miliki Sertifikat Laik Fungsi

Senin, 2 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sampah Berserakan Dan Bau,Menyengat,Menganggu Pengguna Jalan

Senin, 2 Februari 2026 - 19:50 WIB

Di Balik Gemerlap Tirta Wisata Keplaksari, Disporapar Jombang Disorot Soal Dugaan Publikasi Tebang Pilih Media

Senin, 2 Februari 2026 - 13:36 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Polres Situbondo Tetapkan Empat Orang Tersangka Perjudian Sabung Ayam di Mangaran

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:21 WIB

Ratusan Gamer Ramaikan Kapolres Cup Mobile Legends di Situbondo Jawa Timur

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:00 WIB

Hadiri HUT PPNI ke-52, Ini Pesan Plt Bupati Tulungagung

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:43 WIB

Jamaah Calon Haji Tulungagung 1447 Hijriyah Diberangkatkan, Ini pesan Plt. Bupati Ahmad Baharudin

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:36 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.