
JOMBANG,Liputan11.com – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Sosial terus berupaya meningkatkan kualitas keluarga sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Parenting bagi Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang digelar di Aula Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, S.T., M.M., dan diikuti puluhan peserta yang berasal dari unsur ibu-ibu PSKS keluarga, kader sosial, kelompok perempuan, serta berbagai elemen masyarakat yang selama ini aktif mendukung program kesejahteraan sosial di lingkungan masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Sosial menghadirkan narasumber Wiwik Subandiyah, S.Pd., dari Yayasan Tjatur Guna Bidang Sosial Kabupaten Jombang. Melalui materi yang disampaikan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pola pengasuhan yang berkualitas dalam membangun keluarga yang harmonis, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan parenting ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu pelaksanaan program-program kesejahteraan sosial di masyarakat.
Menurutnya, PSKS memiliki peran yang sangat penting karena menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Keberadaan mereka mampu menjembatani kebutuhan warga dengan layanan pemerintah, sekaligus membantu mendeteksi berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan penguatan, wawasan, dan motivasi kepada para peserta agar semakin aktif mengambil peran di lingkungan masing-masing. Mereka adalah bagian dari potensi sosial yang sangat membantu pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan sosial,” ujar Agung Hariadi.
Ia menjelaskan bahwa peserta kegiatan dipilih dari berbagai unsur masyarakat yang memiliki kedekatan dengan warga, mulai dari kader pembangunan desa, kader stunting, kelompok wanita, hingga organisasi kemasyarakatan perempuan. Dengan jaringan sosial yang dimiliki, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang dapat menggerakkan kepedulian sosial di tingkat keluarga maupun lingkungan.
Lebih lanjut, Agung menegaskan bahwa pembangunan kesejahteraan sosial tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi dan partisipasi aktif masyarakat agar berbagai program sosial dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
“PSKS ini adalah kekuatan besar yang kita miliki. Mereka ada di tengah masyarakat, mengenal kondisi lingkungannya, memahami persoalan yang ada, dan dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah,” katanya.
Selain memberikan penguatan mengenai peran sosial masyarakat, kegiatan parenting juga menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dinas Sosial menilai bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, mandiri, dan berkarakter.
Agung menjelaskan bahwa selama ini pemerintah juga terus melakukan penguatan kapasitas keluarga melalui berbagai program, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga edukasi terkait pengelolaan ekonomi keluarga, pengasuhan anak, serta pembangunan ketahanan keluarga.

Menurutnya, salah satu persoalan yang sering dihadapi keluarga adalah ketidakseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran rumah tangga. Oleh karena itu, melalui berbagai kegiatan pendampingan, masyarakat terus didorong untuk memiliki kemampuan mengelola keuangan keluarga secara lebih bijak.
“Harapannya keluarga mampu mengatur kebutuhan hidup secara seimbang. Jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Pendamping sosial terus memberikan edukasi agar keluarga penerima manfaat bisa semakin mandiri dan sejahtera,” ungkapnya.
Sementara itu, narasumber Wiwik Subandiyah, S.Pd., menekankan pentingnya pola pengasuhan yang adaptif di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Menurutnya, tantangan orang tua saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya karena harus menghadapi pengaruh teknologi digital, media sosial, dan perubahan pola interaksi sosial anak.
Ia mengingatkan bahwa pendidikan anak tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada sekolah maupun guru. Orang tua tetap memegang tanggung jawab utama dalam membentuk karakter, moral, dan kepribadian anak.
“Anak membutuhkan kehadiran orang tua, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara emosional. Orang tua harus menyediakan waktu berkualitas untuk mendengarkan, memahami, dan mendampingi tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Menurut Wiwik, kualitas waktu bersama keluarga jauh lebih penting dibandingkan sekadar lamanya durasi kebersamaan. Ia mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang sehat dengan anak, mengurangi ketergantungan terhadap gawai saat berkumpul, serta menciptakan suasana keluarga yang hangat dan terbuka.
“Ketika bersama keluarga, usahakan ada waktu untuk saling berbicara tanpa gangguan telepon genggam. Anak perlu merasa didengar dan dihargai sehingga mereka tidak sungkan menyampaikan masalah yang sedang dihadapi,” tambahnya.
Melalui sosialisasi parenting ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pola pengasuhan yang baik, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial di lingkungan masing-masing.
Mereka diharapkan dapat membantu mengidentifikasi berbagai persoalan sosial yang ada di masyarakat, seperti warga miskin yang membutuhkan bantuan, penyandang disabilitas, rumah tidak layak huni, hingga berbagai kondisi sosial lain yang memerlukan perhatian pemerintah.
Dengan semakin kuatnya peran PSKS di tengah masyarakat, Dinas Sosial Kabupaten Jombang optimistis upaya mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi masyarakat dapat tercapai secara lebih optimal.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, kader sosial, organisasi masyarakat, dan keluarga, diharapkan akan lahir lingkungan yang lebih peduli, harmonis, dan mampu menciptakan generasi yang berkualitas demi terwujudnya masyarakat Jombang yang semakin sejahtera.(Im)