Keterbatasan Lahan Tak Halangi Prestasi, SMPN 1 Mojoagung Sabet Adiwiyata Provinsi 2025.

IMG 20260129 WA0009
Yoni Tri Joko Kurnianto, S.Pd., M.Si.,Kepala SMP Negeri 1 Mojoagung.

JOMBANG, Liputan11.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Jombang. SMP Negeri 1 Mojoagung resmi meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur Tahun 2025, sebuah capaian yang menjadi buah dari perjuangan panjang sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan hidup.

Atas keberhasilan tersebut, Bupati Jombang Abah Warsubi memberikan apresiasi langsung kepada pihak sekolah. Menurutnya, penghargaan Adiwiyata bukan sekadar simbol prestasi, namun bukti nyata komitmen sekolah dalam menciptakan generasi yang sadar akan pentingnya pelestarian lingkungan.

“Sekolah seperti SMPN 1 Mojoagung ini menjadi contoh bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk berinovasi dan membangun lingkungan yang hijau, sehat, dan edukatif,” ungkap Abah Warsubi.

Kepala SMP Negeri 1 Mojoagung, Yoni Tri Joko Kurnianto, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa inti dari program Adiwiyata yang dijalankan sekolahnya adalah menumbuhkan kesadaran seluruh warga sekolah untuk peduli terhadap lingkungan sekaligus melakukan penghematan energi, khususnya energi yang tidak dapat diperbarui, Kamis (29/1/2026).

“Fokus utama kami bukan hanya mengejar piagam. Yang paling penting adalah perubahan karakter siswa agar peduli terhadap lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, penghematan energi, hingga kebiasaan hidup ramah lingkungan,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa kondisi lahan SMPN 1 Mojoagung yang relatif sempit menjadi tantangan tersendiri. Namun keterbatasan tersebut justru mendorong sekolah untuk terus berinovasi.

“Saat menuju Adiwiyata Provinsi kemarin, kami melakukan berbagai terobosan, salah satunya dengan pengembangan hidroponik. Lahan sempit tetap bisa produktif dan hijau kalau dikelola dengan kreatif,” jelasnya.

Tak berhenti sampai di tingkat provinsi, SMPN 1 Mojoagung kini telah menyiapkan langkah strategis menuju Adiwiyata Nasional. Sejumlah program baru pun tengah dirancang, di antaranya pemanfaatan lahan tersisa untuk budidaya ikan, pembuatan taman bugenvil, serta pengembangan taman vertikal.

“Ke depan, lahan belakang akan kita manfaatkan untuk budidaya ikan. Sementara area depan dan batas lapangan akan kita sulap menjadi taman vertikal seperti yang ada di Jalan Wahid Hasyim Jombang. Tanaman digantung sehingga tetap indah meski lahannya terbatas,” tuturnya.

Yoni menegaskan, bagi pihak sekolah, piagam penghargaan hanyalah bonus dari proses panjang yang dijalani.

IMG 20260129 WA0010

“Yang terpenting adalah perubahan perilaku dan karakter siswa. Kalau anak-anak sudah terbiasa peduli lingkungan, itulah keberhasilan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Perjalanan SMPN 1 Mojoagung dalam program Adiwiyata sendiri sudah dimulai sejak tahun 2014 di tingkat kabupaten. Namun baru pada tahun 2025 ini sekolah berhasil menembus level provinsi.

“Sudah cukup lama kami berproses. Alhamdulillah baru tahun ini bisa meraih Adiwiyata Provinsi,” ungkapnya.
Untuk tahap selanjutnya, pihak sekolah menargetkan dalam waktu tidak lebih dari dua tahun dapat melaju ke tingkat nasional. Namun Yoni mengakui masih ada tantangan besar, terutama dalam membentuk kebiasaan siswa agar mengurangi penggunaan barang sekali pakai.

Baca Juga:  Lintasan Angka 8 Ujian Praktik SIM Diubah, Pemohon Harap Persiapkan Diri

“Sekarang ini anak-anak lebih sering pesan makanan online yang semuanya pakai kemasan sekali pakai. Itu jadi PR besar karena otomatis menambah volume sampah,” katanya.
Peran guru pun dinilai sangat krusial sebagai teladan bagi siswa. Meski diakui tidak selalu mudah, sekolah terus berupaya menciptakan budaya lingkungan yang sehat.

“Guru harus jadi katalis dan contoh. Walaupun ada tantangan, seperti kebiasaan merokok, kami tetap atur agar tidak dilakukan di area sekolah dan terus kami himbau demi menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat,” jelasnya.
Perubahan nyata pun kini sudah terlihat di lingkungan sekolah. Area sempit yang dulu dipenuhi barang tak terpakai dan sampah, kini disulap menjadi ruang hijau produktif penuh tanaman dan media edukasi lingkungan.
“Dulu lahan sempit itu seperti tempat menumpuk barang.

Sekarang kita maksimalkan jadi ruang hidup untuk tanaman, hidroponik, dan ke depan budidaya ikan,” pungkasnya.
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi seluruh warga sekolah, SMPN 1 Mojoagung optimistis mampu melangkah lebih jauh hingga tingkat nasional, sekaligus menjadi inspirasi sekolah lain di Jombang dalam membangun pendidikan berwawasan lingkungan.(lil)

tampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Back to top button