Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Lantik Kadisnakertrans Sebagai Pj Sekdakab Tulungagung 
  • Ini Kasus Yang DiSorot LBH Cakra DPC Situbondo Karena DiNilai Mandek Sejak Tahun2023
  • Pasabber Polres Situbondo Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim di Panji dan Mangaran
  • May Day di Situbondo Diwarnai Dialog Interaktif dan Berbagi Sembako, Kapolres Siap Jadi Mitra Strategis Pekerja
  • Hardiknas 2026 Jadi Panggung Prestasi, SMPN 1 Peterongan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul
  • May Day dan Ilusi Solusi: Saat Tuntutan Belum Menjadi Kebijakan
Kamis, 7 Mei 2026 - 00:50 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Ngeri ! Kemenkes RI Ungkap 23 Ribu Lebih Orang Indonesia Kena Penyakit Sifilis

Rabu, 18 Juni 2025 - 06:14 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
5 gejala sifilis pada pria yang perlu diwaspadai 0 alodokter
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

 

JAKARTA Liputan11.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI ungkap sedikitnya 23.347 orang di Indonesia terkena penyakit sifilis.

Penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang juga disebut Raja Singa ini bukan hanya mewabah karena gaya hidup hubungan seks bebas. Menurut Kemenkes, semua orang berpotensi tertular.

“Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan pada tahun 2024, terdapat 23.347 kasus sifilis di Indonesia.

“Sifilis gak pilih-pilih. Yang gak ‘nakal’ pun bisa kena. Karena itu, jangan cuma jaga image. Jaga kesehatanmu juga,” tulis postingan Kemenkes di akun Instagramnya, dikutip pada Minggu (15 /06/2025).

Lantas apa itu sifilis, penyebab, gejala, hingga pengobatannya?

Pengertian dan Penyebab Sifilis
Raja singa atau sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Penyakit ini bisa menyebabkan masalah jangka panjang yang serius seperti radang sendi, kerusakan otak, dan kebutaan. Bahkan, uka sifilis dapat mempermudah HIV masuk ke dalam tubuh penderita.

Lantaran disebabkan oleh bakteri, penyakit ini dapat dengan mudah menular. Penularan lazimnya lewat kontak, baik itu berhubungan seksual maupun sekedar bersentuhan langsung dengan penderita terutama kontak selaput lendir. Penularan juga dapat terjadi dari ibu hamil ke bayinya.

Dilansir dari Mayoclinic, sifilis tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia. Sehingga penyakit ini tidak dapat menular melalui cara-cara seperti menggunakan toilet yang sama, berbagi peralatan makan, mengenakan pakaian yang sama, dan berbagi kolam renang atau bahkan kamar mandi yang sama.

Gejala Sifilis

Sebagian besar kasus sifilis tidak menunjukkan gejala yang begitu sakit. Indikasi awal bisanya terdapat luka di bagian kelamin, mulut, maupun dubur.

Baca Juga:  Ciptakan Kamtibmas Yang Kondusif, Paguyuban Cipto Rukun Ngopi Bareng di Polsek Besuki

Jika tidak ditangani secara cepat dan tepat, infeksi sifilis bisa berdampak buruk. Dengan demikian perlu adanya pengetahun terkait gejala dan diagnosis yang tepat sedini mungkin.

Beberapa gejala penyakit sifilis bisa diketahui berdasarkan beberapa tahapan. Melansir dari One Step, berikut adalah tahap-tahap infeksi sifilis berdasarkan waktunya:

Tahap 1

Tahap satu berlangsung selama 9-90 hari setelah infeksi. Mula-mula timbul luka berukuran kecil, bulat, dan tidak terasa nyeri, disebut chancre. Chancre ini biasanya muncul pada area kulit yang berkontak langsung dengan penderita. Setelah beberapa minggu, chancre akan hilang tetapi bakteri akan tetap berada di tubuh pasien.

Tahap 2

Tahap kedua berlangsung selama 1-2 bulan berikutnya. Ditandai dengan gejala seperti sakit tenggorokan, nyeri mulut bagian dalam, nyeri otot, demam, lesu, rambut rontok, dan muncul bintil. Beberapa gejala ini akan hilang beberapa bulan kemudian.

Tahap 3

Pada fase ini, chancre sudah membuat kerusakan fatal pada tubuh penderitanya. Gejala yang akan muncul di antaranya kebutaan, tuli, borok kulit, penyakit jantung, kerusakan hati, lumpuh, bahkan kegilaan. Tahap terakhir ketika gangguan sudah parah adalah kematian.

Pengobatan Sifilis

Sifilis dapat disembuhkan dengan diagnosis dan pengobatan yang cepat. Namun jika terlambat ditangani, dapat merusak jantung dan otak secara permanen bahkan setelah infeksinya hilang.

Apabila menderita sifilis kurang dari setahun, satu dosis penisilin biasanya cukup untuk membunuh infeksinya. Bagi orang yang memiliki alergi dengan antibiotik jenis penisilin, dokter akan memberikan obat antibiotik yang berbeda, antara lain Doksusiklin, Azitromisin, dan Cefitriaxone. Jika penderita berada pada tahap selanjutnya dari penyakit ini, pasien memerlukan lebih banyak dosis.

Baca Juga:  Ini Yang Dilakukan Pemdes Betak Kecamatan Kalidawir Dalam Meningkatkan Kapasitas Perangkat Desa

Selama pengobatan, pastikan menghindari kontak fisik dengan orang lain, terutama berhubungan seksual. Hal ini untuk mencegah penularan bakteri sifilis kepada pasangan dan orang sekitar.

Penyakit Sifilis Bisa Sembuh Total?
Dikutip dari Medical News Today, penyakit sifilis dapat disembuhkan apabila pengobatan dilakukan sedini mungkin. Semakin dini seseorang mengetahui diagnosis sifilis, maka pengobatan akan mencegah penyebaran bakteri ke organ tubuh lainnya.

Pada tahap awal, perawatan dini dengan penisilin penting karena penyakit ini dapat menyebabkan konsekuensi yang mengancam jiwa dalam jangka panjang.

Pada tahap selanjutnya sifilis tetap dapat disembuhkan. Namun, seseorang mungkin memerlukan penisilin yang lebih lama. Bila bakteri sifilis telah menyerang dan merusak organ tubuh, pengobatan mungkin tidak membantu memperbaiki organ tubuh yang rusak akibat infeksi.

“Masih banyak yang salah paham. Sifilis bukan Cuma soal gaya hidup tapi faktornya bisa beragam, dan siapa saja bisa terinfeksi. Kalau nggak ditangani sejak awal, penyakit ini bisa menyebar dan berdampak pada organ tubuh lainnya.

Yuk, lebih peduli. Kalau merasa pernah berisiko atau muncul gejala, jangan ragu untuk periksa ke dokter atau faskes terdekat. Penanganan dini bisa mencegah komplikasi yang lebih serius,” demikian imbau Kemenkes.(Kemenkes RI)

Kemenkes RI Menular Raja Singa Sfilis
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pemkab Jombang Segel Sejumlah Tower BTS, Ratusan Menara Belum Miliki Sertifikat Laik Fungsi

Senin, 2 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sampah Berserakan Dan Bau,Menyengat,Menganggu Pengguna Jalan

Senin, 2 Februari 2026 - 19:50 WIB

Di Balik Gemerlap Tirta Wisata Keplaksari, Disporapar Jombang Disorot Soal Dugaan Publikasi Tebang Pilih Media

Senin, 2 Februari 2026 - 13:36 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:05 WIB

Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP

Senin, 4 Mei 2026 - 19:35 WIB

Plt Bupati Ahmad Baharudin Lantik Kadisnakertrans Sebagai Pj Sekdakab Tulungagung 

Senin, 4 Mei 2026 - 18:07 WIB

Ini Kasus Yang DiSorot LBH Cakra DPC Situbondo Karena DiNilai Mandek Sejak Tahun2023

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:57 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.