Tulungagung, Liputan11.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menghadiri pagelaran wayang kulit dalam rangka Bersih Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu, Selasa (7/7/2026) malam. Tradisi tahunan yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut menghadirkan lakon Wahyu Katentreman yang dibawakan dalang Ki Eko Prisdianto dengan penampilan bintang tamu Andik TB CS.
Kehadiran Plt Bupati menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung terhadap pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai-nilai kebersamaan melalui tradisi yang terus dijaga masyarakat.
Kepala Desa Ngranti, Yulianto, mengatakan Bersih Desa bukan sekadar tradisi leluhur, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, serta ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Melalui Bersih Desa ini kami mengajak seluruh masyarakat bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus menjaga budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Menurut Yulianto, lakon Wahyu Katentreman dipilih karena sarat dengan pesan moral tentang kejujuran, keadilan, kesabaran, dan kepemimpinan yang mengutamakan kepentingan masyarakat.
Ia berharap seluruh rangkaian Bersih Desa menjadi ikhtiar bersama agar Desa Ngranti senantiasa diberi keselamatan, dijauhkan dari marabahaya dan musibah, serta dikaruniai kemakmuran.
“Semoga Desa Ngranti menjadi desa yang maju, masyarakatnya rukun, aman, tenteram, dan sejahtera. Kami juga berharap cita-cita mewujudkan desa yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur serta Gemah Ripah Loh Jinawi dapat terwujud,” katanya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Plt Bupati Ahmad Baharudin mengapresiasi penyelenggaraan pagelaran wayang kulit sebagai salah satu upaya melestarikan seni budaya Jawa yang hingga kini tetap diminati masyarakat.
Menurutnya, wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga merupakan media pendidikan karakter yang mengandung pesan moral, nasihat kehidupan, serta nilai-nilai kepemimpinan yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
“Lakon Wahyu Katentreman mengajarkan pentingnya membangun kehidupan yang damai, rukun, dan penuh kebijaksanaan. Nilai-nilai tersebut perlu terus kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.
Ahmad Baharudin juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan, keamanan, dan ketenteraman lingkungan sebagai fondasi pembangunan daerah. Menurutnya, menjaga Tulungagung tetap aman dan kondusif merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari lingkungan RT, pemerintah desa, kecamatan hingga pemerintah kabupaten.
“Melalui semangat Jogo Tulungagung, mari kita perkuat kolaborasi dan kebersamaan agar daerah kita tetap aman, nyaman, serta mampu mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.
Ia berharap pelaksanaan Bersih Desa tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan serta memanjatkan doa bersama agar masyarakat dijauhkan dari berbagai musibah dan memperoleh keberkahan, ketenteraman, serta kesejahteraan.
“Mari kita jadikan Bersih Desa sebagai momentum memperkuat kebersamaan, melestarikan budaya, serta memanjatkan doa agar seluruh masyarakat Tulungagung senantiasa diberi keselamatan, dijauhkan dari marabahaya, dan dikaruniai kemakmuran,” pungkasnya.
Pagelaran wayang kulit yang berlangsung semalam suntuk tersebut disambut antusias ribuan warga. Selain menjadi hiburan rakyat, pertunjukan itu juga menjadi sarana edukasi budaya melalui pesan-pesan moral yang disampaikan dalang, sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Tulungagung. (Tot)
