Polres Tulungagung Siap Tindak Tegas SOTR yang Gunakan Sound Horeg

Tulungagung liputan11, – Kegiatan membangunkan warga pada bulan Ramadhan atau sahur on the road (SOTR) seakan menjadi tradisi di masyarakat. Namun acap kali kegiatan dilakukan secara berlebihan menggunakan sound system dengan volume dan tingkat kebisingan tinggi atau sound horeg yang diikuti banyak orang berpotensi mengganggu Kamtibmas.

Kapolres Tulungagung, AKBP Ihram Kustarto melalui Kasihumas Iptu Nanang mengatakan melarang kegiatan SOTR  khusus yang menggunakan sound horeg karena memicu kebisingan, berpotensi terjadinya kegaduhan dan bentrokan.

Ia menegaskan bahwa Polres Tulungagung tidak pernah memberikan izin untuk kegiatan SOTR.

Baca Juga:  Hendak Beri Pakan Ikan, Warga di Ngunut Temukan Jasad Mengapung di Kolam

“Sasaran kami adalah segala bentuk aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas selama Ramadan, termasuk SOTR dengan sound horeg yang setiap tahun kami larang,” kata Iptu Nanang,  Rabu (18/02/2026)

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, aksi tersebut sering kali menimbulkan gangguan ketertiban, bahkan bentrokan antar kelompok.

“Setiap tahun ada laporan masyarakat yang merasa terganggu akibat penggunaan sound horeg, bahkan tak jarang terjadi bentrokan antar peserta SOTR,”  sambungnya.

Selain itu, tempat hiburan malam di Tulungagung juga mendapat atensi khusus selama Ramadan.

Kasi Humas menyebut pengamanan pada bulan suci akan lebih ketat dibanding hari biasa, mengingat potensi kerawanan yang lebih tinggi, terutama menjelang berbuka puasa dan sahur.

“Kami akan menerapkan strategi pengamanan yang tepat, patroli ngabuburit warga mencari takjil serta antisipasi balap liar, pengamanan ibadah salat tarawih hingga patroli sahur agar situasi wilayah Kabupaten Tulungagung khususnya tetap kondusif,” pungkas Iptu Nanang. (Nuha)

Berita Terkait

Back to top button