Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Perhutani Bondowoso Berikan Edukasi Pelestarian Lingkungan pada Seminar Desa Lestari di Pujer
  • Unit Binmas Polsek Tulungagung Kota Dampingi Warga Laksanakan Pemeliharaan Tanaman Jagung
  • Dukung Program Gema Cantik Melesat di RSAR, Ketua Bhayangkari Cabang Situbondo Edukasi Ibu Hamil Soal Gizi
  • *Saya Diam Demi Keluarga,Dari Menelan Sakit Hingga Mencari Keadilan Kini Saya Bangkit”,Tangis HP Bongkar Borok Rumah Tangganya*
  • Polres Situbondo Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Dana Desa Jangkar
  • Proyek Irigasi Puton Rp156 Juta Dipertanyakan, Dinas Pertanian Belum Beri Penjelasan Soal Dua Tahun Anggaran
  • Humanis Dan Profesional, Polsek Kedungwaru Dampingi Rujukan Terlapor Ke RSJ Lawang
  • Plt Bupati Tulungagung Hadiri Tasyakuran Jamaah Haji 1448 H, Ajak Jamaah Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
Senin, 13 Juli 2026 - 12:59 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Proyek Jalan Ruas nogosromo/Banteng Mati – Kembangsari Diduga Jadi ‘Bancakan’, Kualitas Pekerjaan Aspal dan Beton Dipertanyakan!

redaksiSabtu, 27 Desember 2025 - 19:38 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20251227 WA0176
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Liputan11SITUBONDO – Proyek peningkatan jalan ruas Nogosromo/Banteng Mati – Kembangsari (R. 76) di Kecamatan Jatibanteng kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, proyek yang dibiayai oleh APBD Tahun 2025 tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan terindikasi merugikan keuangan negara.

Proyek yang dilaksanakan oleh CV. PUTRA RAHAYU di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Pemukiman (PUPP) Bidang Binamarga Kabupaten Situbondo ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp371.928.044. Pekerjaan meliputi pengaspalan Hotmix AC-WC dan Rigid Beton (Semi Mekanis) dengan volume sepanjang 190 meter.27/12/2025

IMG 20251227 162908 scaled

Aktivis putra daerah Situbondo, Heppi, saat melakukan investigasi langsung bersama tim media mengungkapkan sejumlah kejanggalan serius pada fisik bangunan:
• Ketebalan Aspal Tak Sesuai: Heppi menemukan bahwa volume ketebalan aspal hotmix diduga kuat tidak memenuhi standar petunjuk teknis yang telah ditetapkan.
• Metode Pengerjaan Manual: Laporan dari warga sekitar menyebutkan pengaspalan dilakukan secara manual, yang berakibat pada proses pemadatan yang tidak maksimal. Hal ini dikhawatirkan akan membuat aspal cepat rusak atau mengelupas.
• Kualitas Rigid Beton Buruk: Pada sisi pekerjaan beton (rigid), ditemukan banyak bagian yang keropos, menunjukkan kualitas campuran atau pengerjaan yang tidak standar.

Baca Juga:  Paypal Online Casino Liste: Seriöse Und Legale Anbieter

IMG 20251227 163259 scaled

“Kami menganalisa adanya dugaan kerugian negara mencapai puluhan juta rupiah akibat pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi ini. Hal ini terjadi karena fungsi pengawasan dari Dinas PUPP Situbondo sangat lemah dan terkesan tutup mata,” ujar Heppi dengan nada tegas.

Pendapat negatif juga datang dari warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya. Ia menyatakan kekecewaannya melihat kualitas infrastruktur yang dibangun “asal jadi” di wilayahnya.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar Gandeng Kemenkum dan OPD Matangkan Ranperda Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

“Jangan jadikan uang rakyat sebagai bancakan. Kami masyarakat ingin hasil yang maksimal, bukan proyek yang hanya bertahan seumur jagung. Pemerintah jangan tanggung-tanggung kalau mau membangun infrastruktur agar manfaatnya bisa kami rasakan dalam jangka panjang,” cetusnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPP Kabupaten Situbondo maupun CV. Putra Rahayu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyimpangan tersebut. Masyarakat mendesak agar pihak terkait segera melakukan audit lapangan dan memberikan sanksi tegas jika ditemukan unsur kesengajaan dalam pengurangan kualitas pekerjaan.(Tim)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pemkab Jombang Segel Sejumlah Tower BTS, Ratusan Menara Belum Miliki Sertifikat Laik Fungsi

Senin, 2 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sampah Berserakan Dan Bau,Menyengat,Menganggu Pengguna Jalan

Senin, 2 Februari 2026 - 19:50 WIB

Di Balik Gemerlap Tirta Wisata Keplaksari, Disporapar Jombang Disorot Soal Dugaan Publikasi Tebang Pilih Media

Senin, 2 Februari 2026 - 13:36 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Perhutani Bondowoso Berikan Edukasi Pelestarian Lingkungan pada Seminar Desa Lestari di Pujer

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:10 WIB

Unit Binmas Polsek Tulungagung Kota Dampingi Warga Laksanakan Pemeliharaan Tanaman Jagung

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:38 WIB

Dukung Program Gema Cantik Melesat di RSAR, Ketua Bhayangkari Cabang Situbondo Edukasi Ibu Hamil Soal Gizi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:27 WIB

*Saya Diam Demi Keluarga,Dari Menelan Sakit Hingga Mencari Keadilan Kini Saya Bangkit”,Tangis HP Bongkar Borok Rumah Tangganya*

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:58 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.