Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Dinas Pertanian Serahkan Alsintan Pada Kelompok Tani, Plt. Bupati Tulungagung: Untuk Meningkatkan Produksi Padi
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Tinjau Revitalisasi Empat Los dan Pembenahan Fasilitas Pasar Ngemplak
  • Pemkab Jombang Gelar POPKAB 2026 Piala Bupati, SMP Budi Utomo Perak Tampil Perkasa dengan Kemenangan 5-0
  • Satpol PP Jombang Perkuat Pengamanan Jombang Bersholawat, Pastikan Jamaah Aman dan Tertib
  • Buka TMMD ke-130 Tahun 2026, Plt. Bupati Tulungagung “Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”
  • Ludruk Kontemporer “WUH” Tombo Ati Pikat Gen Z, Gedung Kesenian Jombang Dipadati Penonton
  • Plt Bupati Tulungagung Pimpin Upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Tegaskan Dukung Pembangunan Nasional
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Lepas Armada Bantuan Air Bersih
Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:53 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Proyek Jalan Ruas nogosromo/Banteng Mati – Kembangsari Diduga Jadi ‘Bancakan’, Kualitas Pekerjaan Aspal dan Beton Dipertanyakan!

redaksiSabtu, 27 Desember 2025 - 19:38 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20251227 WA0176
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Liputan11SITUBONDO – Proyek peningkatan jalan ruas Nogosromo/Banteng Mati – Kembangsari (R. 76) di Kecamatan Jatibanteng kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, proyek yang dibiayai oleh APBD Tahun 2025 tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan terindikasi merugikan keuangan negara.

Proyek yang dilaksanakan oleh CV. PUTRA RAHAYU di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Pemukiman (PUPP) Bidang Binamarga Kabupaten Situbondo ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp371.928.044. Pekerjaan meliputi pengaspalan Hotmix AC-WC dan Rigid Beton (Semi Mekanis) dengan volume sepanjang 190 meter.27/12/2025

IMG 20251227 162908 scaled

Aktivis putra daerah Situbondo, Heppi, saat melakukan investigasi langsung bersama tim media mengungkapkan sejumlah kejanggalan serius pada fisik bangunan:
• Ketebalan Aspal Tak Sesuai: Heppi menemukan bahwa volume ketebalan aspal hotmix diduga kuat tidak memenuhi standar petunjuk teknis yang telah ditetapkan.
• Metode Pengerjaan Manual: Laporan dari warga sekitar menyebutkan pengaspalan dilakukan secara manual, yang berakibat pada proses pemadatan yang tidak maksimal. Hal ini dikhawatirkan akan membuat aspal cepat rusak atau mengelupas.
• Kualitas Rigid Beton Buruk: Pada sisi pekerjaan beton (rigid), ditemukan banyak bagian yang keropos, menunjukkan kualitas campuran atau pengerjaan yang tidak standar.

Baca Juga:  Berprestasi dan Berdedikasi Tinggi, Puluhan Personel Polres Kediri Terima Penghargaan

IMG 20251227 163259 scaled

“Kami menganalisa adanya dugaan kerugian negara mencapai puluhan juta rupiah akibat pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi ini. Hal ini terjadi karena fungsi pengawasan dari Dinas PUPP Situbondo sangat lemah dan terkesan tutup mata,” ujar Heppi dengan nada tegas.

Pendapat negatif juga datang dari warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya. Ia menyatakan kekecewaannya melihat kualitas infrastruktur yang dibangun “asal jadi” di wilayahnya.

Baca Juga:  Dua Pelaku Curanmor dihadiahi Timah Panas Polisi

“Jangan jadikan uang rakyat sebagai bancakan. Kami masyarakat ingin hasil yang maksimal, bukan proyek yang hanya bertahan seumur jagung. Pemerintah jangan tanggung-tanggung kalau mau membangun infrastruktur agar manfaatnya bisa kami rasakan dalam jangka panjang,” cetusnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPP Kabupaten Situbondo maupun CV. Putra Rahayu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyimpangan tersebut. Masyarakat mendesak agar pihak terkait segera melakukan audit lapangan dan memberikan sanksi tegas jika ditemukan unsur kesengajaan dalam pengurangan kualitas pekerjaan.(Tim)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pemkab Jombang Segel Sejumlah Tower BTS, Ratusan Menara Belum Miliki Sertifikat Laik Fungsi

Senin, 2 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sampah Berserakan Dan Bau,Menyengat,Menganggu Pengguna Jalan

Senin, 2 Februari 2026 - 19:50 WIB

Di Balik Gemerlap Tirta Wisata Keplaksari, Disporapar Jombang Disorot Soal Dugaan Publikasi Tebang Pilih Media

Senin, 2 Februari 2026 - 13:36 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Dinas Pertanian Serahkan Alsintan Pada Kelompok Tani, Plt. Bupati Tulungagung: Untuk Meningkatkan Produksi Padi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Plt Bupati Ahmad Baharudin Tinjau Revitalisasi Empat Los dan Pembenahan Fasilitas Pasar Ngemplak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Pemkab Jombang Gelar POPKAB 2026 Piala Bupati, SMP Budi Utomo Perak Tampil Perkasa dengan Kemenangan 5-0

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Satpol PP Jombang Perkuat Pengamanan Jombang Bersholawat, Pastikan Jamaah Aman dan Tertib

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:33 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.