Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • *XL SMART Kembali Gelar Workshop Strategi Perencanaan Masa Depan Cemerlang di Aula SMAN 2 Situbondo*
  • Perhutani KPH Bondowoso Laksanakan Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Wakil Administratur KSKPH Bondowoso Selatan
  • Terduga Pelaku Pembunuhan di Banyuglugur Situbondo Diamankan, Polisi Ungkap Motifnya
  • Pemkab Tulungagung Deklarasikan Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
  • Polemik BSPS Desa Brodot Memanas, 17 Penerima Bantuan Pertanyakan Transparansi Dana dan Material Bangunan
  • Dinsos Jombang Gelar Sosialisasi Parenting, Cetak Agen Perubahan untuk Kesejahteraan Sosial dan Ketahanan Keluarga
  • Perhutani KPH Bondowoso Dampingi Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan di Situbondo
  • Dinsos Tulungagung Serahkan Bantuan Atensi Sentra Terpadu Kartini Bagi PPKS, Ini Kata Plt. Bupati Ahmad Baharudin
Selasa, 9 Juni 2026 - 18:17 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Ratusan Ojol Geruduk Mapolres Jombang, Desak Usut Tuntas Dugaan Kekerasan Oknum Polisi

Jumat, 29 Agustus 2025 - 19:58 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20250829 WA0058
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Ratusan Pengemudi Ojol Padati Depan Mapolres Jombang Tuntut Keadilan.

JOMBANG,Liputan11.com – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai komunitas di Kabupaten Jombang mendatangi Mapolres Jombang pada Jumat (29/8/2025). Kedatangan mereka bukan sekadar aksi solidaritas, melainkan juga bentuk desakan keras agar aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan kasus kekerasan yang melibatkan salah satu anggota kepolisian.

Dengan mengenakan jaket hijau khas ojol, massa mulai berdatangan sejak pagi dan langsung memadati halaman Mapolres. Suara yel-yel dan seruan keadilan menggema, menegaskan sikap tegas mereka menolak segala bentuk kekerasan dan praktik hukum yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil.

“Kami datang ke sini bukan untuk membuat kericuhan, tetapi menuntut keadilan bagi rekan kami yang menjadi korban. Jangan ada lagi kasus yang ditutup-tutupi atau diperlambat hanya karena melibatkan oknum aparat,” tegas Wisnu, koordinator lapangan aksi, di hadapan ratusan peserta.

Meski jumlah massa mencapai ratusan, aksi berlangsung dengan tertib. Mereka berbaris rapi, membawa poster bertuliskan tuntutan, serta mengedepankan orasi damai. Aparat kepolisian yang berjaga di lokasi juga terlihat mengawal jalannya aksi dengan ketat, namun tetap persuasif agar situasi kondusif terjaga.

Baca Juga:  BPBD Bersama Disnakkeswan Tulungagung Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Pasar Hewan

Sejumlah perwakilan komunitas ojol kemudian diterima langsung oleh Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan. Pertemuan singkat itu menjadi ruang dialog antara massa dan pimpinan Polres. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan secara damai.

“Kami terbuka menerima semua masukan dan aspirasi. Proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku. Kami mengajak teman-teman ojol dan seluruh masyarakat Jombang untuk bersama-sama menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi isu yang belum jelas,” ujar Kapolres.

Sebagai wujud penghormatan terhadap korban, Kapolres bersama perwakilan komunitas ojol kemudian menggelar shalat gaib di halaman Mapolres. Ratusan massa mengikuti jalannya doa bersama dengan khidmat. Momen ini menandai adanya titik temu antara kepolisian dan komunitas ojol dalam menunjukkan rasa empati terhadap korban.

Usai kegiatan, salah satu perwakilan komunitas ojol menyatakan penghargaan atas langkah kepolisian yang mau membuka ruang dialog sekaligus mengajak doa bersama. Namun, mereka menegaskan aksi ini bukanlah akhir dari perjuangan.

“Kami menghormati Kapolres yang mau turun langsung dan mengajak doa bersama. Tapi kami akan tetap mengawal kasus ini sampai ada kejelasan hukum. Kami tidak ingin kasus ini menguap begitu saja,” ujarnya dengan tegas.

Baca Juga:  Petugas Gabungan Geledah Kamar Warga Binaan Lapas Tulungagung

Aksi damai ini turut menarik perhatian masyarakat Jombang. Warga yang melintas berhenti sejenak, sebagian ikut menyimak orasi, bahkan ada yang memberikan dukungan moral dengan bersorak menyetujui tuntutan ojol. Bagi mereka, aksi ini adalah bentuk nyata bahwa rakyat kecil kini semakin berani bersuara menuntut keadilan.

Banyak warga berharap polisi benar-benar serius menangani kasus dugaan kekerasan tersebut. Penegakan hukum diharapkan tidak hanya berhenti pada janji, melainkan berujung pada tindakan nyata.

“Kalau polisi tegas menindak, masyarakat pasti percaya. Tapi kalau ada kesan melindungi, kepercayaan masyarakat akan hilang,” ucap seorang warga yang menyaksikan jalannya aksi.

Aksi damai komunitas ojol di Jombang ini menegaskan bahwa suara masyarakat bawah tidak bisa dianggap remeh. Dengan soliditas yang tinggi, mereka mampu menunjukkan sikap dewasa dalam menyampaikan aspirasi tanpa harus menimbulkan kerusuhan.

Meski demikian, tekanan publik kini semakin besar bagi kepolisian. Kasus dugaan kekerasan yang melibatkan oknum aparat harus segera mendapat kepastian hukum. Jika tidak, aksi serupa bukan tidak mungkin akan kembali terjadi dengan skala lebih besar.(lil)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Polemik BSPS Desa Brodot Memanas, 17 Penerima Bantuan Pertanyakan Transparansi Dana dan Material Bangunan

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:35 WIB

Dinsos Jombang Gelar Sosialisasi Parenting, Cetak Agen Perubahan untuk Kesejahteraan Sosial dan Ketahanan Keluarga

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:34 WIB

Perangi TBC dengan Jemput Bola, Bupati Warsubi Luncurkan Perbup Skrining Aktif dan Edukasi Tuberkulosis

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:23 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

*XL SMART Kembali Gelar Workshop Strategi Perencanaan Masa Depan Cemerlang di Aula SMAN 2 Situbondo*

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:35 WIB

Perhutani KPH Bondowoso Laksanakan Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Wakil Administratur KSKPH Bondowoso Selatan

Senin, 8 Juni 2026 - 13:59 WIB

Terduga Pelaku Pembunuhan di Banyuglugur Situbondo Diamankan, Polisi Ungkap Motifnya

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:40 WIB

Pemkab Tulungagung Deklarasikan Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:14 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.