Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Pameran Produk Unggulan
  • Bangkitkan Nasionalisme, Pemkab Tulungagung Bagikan 10.000 Bendera Merah Putih
  • Mengasah Masa Depan Digital: SMAN 1 Panji Situbondo Gelar Workshop XL.SMART Bertajuk “Algoritma vs Otak
  • Tingkatkan Literasi Digital, SMA & SMK Ibrahimy Situbondo Gelar Workshop Anti-Cyberbullying dan Kesehatan Mental
  • Di Balik Polemik KPRI Sejahtera: Pembukuan Terpisah dan Pembelian Lahan Tanpa Izin Ketua Koperasi
  • Diotama Fairussani Raih Kepercayaan Mayoritas Siswa, Resmi Nahkodai OSIS SMKN 1 Jombang Masa Bakti 2026–2027
  • Lautan Manusia Padati Bongkot Spectacular Carnival 2026, Pesta Rakyat Sarat Budaya dan Kobarkan Semangat Kemerdekaan
  • Hadiri Bersih Desa Gombang, Plt Bupati Ahmad Baharudin Ingatkan Warga Jaga Kerukunan
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:54 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Daerah

SMP Negeri 2 Pare Gelar Apel, Ribuan Pelajar Ikrar Anti Kekerasan dan Ramadan Tanpa Petasan

redaksiSelasa, 10 Maret 2026 - 15:12 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260310 WA0000
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

KEDIRI, Liputan11.com – Semangat membangun sekolah yang aman dan berkarakter menggema kuat dari halaman SMP Negeri 2 Pare, Selasa (3/3/2026). Tepat pukul 07.00 WIB, ribuan pelajar berdiri tegak mengikuti Apel Ikrar Pencegahan Kekerasan di Sekolah dan Deklarasi Ramadan–Idul Fitri Tanpa Petasan yang digelar serentak se-Kabupaten Kediri.

Suara lantang para siswa membacakan ikrar menjadi penanda tekad bersama: memutus mata rantai perundungan, tawuran, dan segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Di bulan suci Ramadan, komitmen itu diperluas dengan ajakan menjaga ketertiban dan keamanan, termasuk menolak penggunaan petasan yang kerap memicu kecelakaan dan keresahan warga.

Kepala SMP Negeri 2 Pare Niam Isbat Futhona S.Pd., M.M., menegaskan, bahwa apel ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan gerakan moral yang harus hidup dalam keseharian siswa.

Baca Juga:  Polsek Kandat bersama Bhayangkari Gelar Bakti Sosial Religi

IMG 20260310 WA0001

“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman. Tidak boleh ada ruang bagi bullying, intimidasi, apalagi kekerasan. Komitmen ini harus diwujudkan dalam sikap saling menghargai, saling menjaga, dan berani melapor jika melihat pelanggaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat pendidikan karakter. Nilai kesabaran, empati, dan pengendalian diri harus tercermin dalam perilaku nyata, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Pare Habib Adnan turut memberikan pesan tegas kepada para pelajar. Ia mengingatkan bahwa penggunaan petasan tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi melanggar hukum.

Baca Juga:  KPU Kediri Gelar Malam Apresiasi Pilkada Damai 2024 "Terimakasih Pemilih"

“Kami tidak ingin ada korban akibat petasan atau aksi kenakalan remaja selama Ramadan. Jadikan bulan suci ini sebagai momen memperbaiki diri, bukan justru mencari masalah,” ujarnya.

Sebagai simbol komitmen kolektif, para siswa membubuhkan tanda tangan pada spanduk deklarasi yang terbentang di halaman sekolah. Spanduk itu seketika penuh coretan nama menjadi saksi tekad generasi muda untuk menjaga sekolah tetap ramah anak dan bebas kekerasan.

Gerakan serentak ini menunjukkan langkah konkret dunia pendidikan di Kabupaten Kediri dalam membangun generasi berkarakter, berakhlak, dan bertanggung jawab. Pesannya jelas dan tanpa kompromi: sekolah harus aman, Ramadan harus nyaman, dan Idul Fitri dirayakan tanpa dentuman petasan melainkan dengan kedamaian dan kebersamaan. (Als)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

BLT DBHCHT Cair Lebih Awal, Ribuan Pekerja PT MPS Ploso Terima Bantuan Rp800 Ribu

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:46 WIB

“Tangis Wali Murid Pecah di Dewan Pendidikan, Anak Depresi Diduga Karena Ijazah Tak Kunjung Diberikan”

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:12 WIB

Dishub Jombang Tegaskan Lahan Terminal Ploso Hanya Dipinjamkan untuk Penataan Pedagang, Bukan Alih Fungsi Pasar.

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:58 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Pameran Produk Unggulan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Bangkitkan Nasionalisme, Pemkab Tulungagung Bagikan 10.000 Bendera Merah Putih

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Mengasah Masa Depan Digital: SMAN 1 Panji Situbondo Gelar Workshop XL.SMART Bertajuk “Algoritma vs Otak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Literasi Digital, SMA & SMK Ibrahimy Situbondo Gelar Workshop Anti-Cyberbullying dan Kesehatan Mental

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:33 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.