Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Perhutani Bondowoso Perkuat Sinergi Bersama LMDH untuk Optimalkan Produksi Getah Pinus Berkelanjutan
  • Plt. Dinas Pendidikan Tulungagung Buka Workshop Penguatan Kompetensi Guru
  • Bekerjasama Dengan BBPMP Jatim, Diknas Tulungagung Gelar SPM Pendidikan Tahun 2026
  • Pemkab Jombang Salurkan 350 Ton Pupuk Khusus Tembakau, Dongkrak Kualitas Panen dan Pendapatan Petani
  • Luruskan Isu Insentif Pajak, Pemkab Jombang Tegaskan Seluruh Mekanisme Bapenda Berlandaskan Aturan Hukum
  • Dinas Pertanian Pastikan Irigasi Puton Bersumber APBN 2025, Perbedaan Papan Informasi Diduga Akibat Salah Cetak
  • Proyek Revitalisasi Sekolah Tahun 2026 Diduga Dikondisikan
  • Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung Melalui UPT PJJ Campurdarat Intensifkan Pemeliharaan Rutin Ruas Jalan Campurdarat–Sodo
Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:32 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

TOPENG KEMULUSAN & KINCLONG MENIPU : Jalan Hotmix Di Asembagus Jadi Bukti Dugaan Korupsi, Warga Desak Dinas PUPP Bertindak Tegas

redaksiMinggu, 7 Desember 2025 - 01:12 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20251206 125806
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Liputan11SITUBONDO, JAWA TIMUR – “Kinclong” aspal yang memukau di proyek jalan lingkungan Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus, Situbondo, kini menjadi sorotan tajam. Alih-alih membanggakan, kemulusan jalan hotmix yang menelan anggaran APBD 2025 sebesar Rp 184.082.500 ini justru mengisyaratkan adanya praktik yang merugikan negara. Warga menduga, keindahan jalan tersebut hanyalah “topeng” yang menutupi dugaan korupsi.

Proyek yang dikerjakan oleh CV. MEDYATAMA, dengan pengawasan dari Dinas PUPP Bidang Bina Marga, kini menjadi sasaran kritik pedas dari warga. Hepi, seorang aktivis pengawas pembangunan, mengungkap sejumlah kejanggalan setelah melakukan inspeksi langsung.6/12/2025

“Aspalnya memang sangat mulus, seolah memanjakan mata. Tapi kemulusan itu menipu. Ketebalan hotmix diduga tidak sesuai standar. Ini jelas indikasi pengurangan volume material, yang berpotensi merugikan keuangan negara hingga puluhan juta rupiah,” tegas Hepi.

Baca Juga:  Kapolri Lepas 700 Buruh Terdampak PHK Untuk Kembali Bekerja ditempat Baru

Berdasarkan perhitungan awal Hepi, kerugian negara akibat ketidaksesuaian volume material diperkirakan mencapai Rp 35.784.000. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa “kemulusan” aspal ternyata menjadi kamuflase bagi praktik yang merugikan rakyat.

Hepi menuding keras lemahnya pengawasan dari Dinas PUPP. Ia menilai, kelengahan pengawasan membuka “ruang” bagi kontraktor untuk melakukan kecurangan. “Dinas PUPP seolah membiarkan rekanan ‘bermain’. Ini jelas mengkhianati amanah yang diberikan,” tambahnya.

Kritik terhadap kinerja Dinas PUPP ini semakin menguatkan dugaan adanya konspirasi yang merugikan masyarakat. Publik mempertanyakan sejauh mana pengawasan dilakukan, serta apakah ada pihak-pihak yang terlibat dalam praktik curang ini.

Menyikapi temuan ini, Hepi mendesak Bupati Situbondo, “Mas Rio”, untuk segera turun tangan. Ia meminta Bupati untuk:

• Memerintahkan penyelidikan mendalam: Mengaudit proyek jalan lingkungan Desa Asembagus secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan ketebalan hotmix dan kualitas material lainnya.
• Meningkatkan pengawasan: Memerintahkan Dinas PUPP untuk meningkatkan pengawasan proyek secara profesional, ketat, dan transparan.
• Menindak tegas pelaku: Menindak tegas pihak-pihak yang terbukti bersalah dalam praktik korupsi dan kecurangan.

Baca Juga:  Operasi Zebra Dimulai, Polisi di Situbondo Ikut Diperiksa Kelengkapan dan Surat Kendaraannya

“Jangan biarkan kemulusan aspal menipu rakyat! Bapak Bupati harus menunjukkan komitmennya dalam memberantas korupsi dan menjaga kualitas pembangunan,” tegas Hepi.

Hingga berita ini diturunkan, CV. MEDYATAMA dan Dinas PUPP Kabupaten Situbondo belum memberikan tanggapan resmi. Namun, desakan dari warga dan temuan-temuan di lapangan semakin memperkuat dugaan adanya praktik korupsi yang tersembunyi di balik “kinclong” aspal. Media akan terus mengupayakan konfirmasi dari pihak terkait untuk memberikan informasi yang akurat dan berimbang kepada publik.Tim

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pemkab Jombang Segel Sejumlah Tower BTS, Ratusan Menara Belum Miliki Sertifikat Laik Fungsi

Senin, 2 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sampah Berserakan Dan Bau,Menyengat,Menganggu Pengguna Jalan

Senin, 2 Februari 2026 - 19:50 WIB

Di Balik Gemerlap Tirta Wisata Keplaksari, Disporapar Jombang Disorot Soal Dugaan Publikasi Tebang Pilih Media

Senin, 2 Februari 2026 - 13:36 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Perhutani Bondowoso Perkuat Sinergi Bersama LMDH untuk Optimalkan Produksi Getah Pinus Berkelanjutan

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:50 WIB

Plt. Dinas Pendidikan Tulungagung Buka Workshop Penguatan Kompetensi Guru

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:18 WIB

Bekerjasama Dengan BBPMP Jatim, Diknas Tulungagung Gelar SPM Pendidikan Tahun 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:39 WIB

Pemkab Jombang Salurkan 350 Ton Pupuk Khusus Tembakau, Dongkrak Kualitas Panen dan Pendapatan Petani

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:12 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.