Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Pemkab Tulungagung Tuntaskan Drainase Karangrejo, Perkim Tegaskan Infrastruktur Harus Berdampak Nyata
  • Pawai Budaya Semarakkan Gelar Potensi Desa Denanyar 2026
  • Perumdam Tirta Kencana Tampil Menonjol, Bawa Pesan Air dan Pelayanan dalam Karnaval Kemerdekaan Jombang
  • DPRD Kabupaten Blitar Bahas Perubahan KUA-PPAS 2026, Dorong Pemerataan Pembangunan
  • Sempat Kabur Ke Kalimantan,Akhirnya Pelaku Curanmor Burnik City Di Tangkap Oleh Resmob Polres Sirubondo 
  • *Jubir Aliansi Media Peduli Situbondo Soroti Buruknya Kualitas Udara di Sekitar PG Asembagus*
  • PJU Kabuh–Tapen Dikebut, 160 Titik Lampu Disiapkan untuk Terangi Jalur Menuju Kawasan Industri
  • Aroma ‘Makelar’ Proyek Irigasi Perpompaan Menyengat, Pengadaan Diduga Dikendalikan Supplier Paralon
Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:00 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

TOPENG KEMULUSAN & KINCLONG MENIPU : Jalan Hotmix Di Asembagus Jadi Bukti Dugaan Korupsi, Warga Desak Dinas PUPP Bertindak Tegas

redaksiMinggu, 7 Desember 2025 - 01:12 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20251206 125806
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Liputan11SITUBONDO, JAWA TIMUR – “Kinclong” aspal yang memukau di proyek jalan lingkungan Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus, Situbondo, kini menjadi sorotan tajam. Alih-alih membanggakan, kemulusan jalan hotmix yang menelan anggaran APBD 2025 sebesar Rp 184.082.500 ini justru mengisyaratkan adanya praktik yang merugikan negara. Warga menduga, keindahan jalan tersebut hanyalah “topeng” yang menutupi dugaan korupsi.

Proyek yang dikerjakan oleh CV. MEDYATAMA, dengan pengawasan dari Dinas PUPP Bidang Bina Marga, kini menjadi sasaran kritik pedas dari warga. Hepi, seorang aktivis pengawas pembangunan, mengungkap sejumlah kejanggalan setelah melakukan inspeksi langsung.6/12/2025

“Aspalnya memang sangat mulus, seolah memanjakan mata. Tapi kemulusan itu menipu. Ketebalan hotmix diduga tidak sesuai standar. Ini jelas indikasi pengurangan volume material, yang berpotensi merugikan keuangan negara hingga puluhan juta rupiah,” tegas Hepi.

Baca Juga:  Ketua DPC Partai Gerindra Tulungagung Ahmad Baharudin: Selamat Hari Natal 2023 dan Tahun Baru 2024

Berdasarkan perhitungan awal Hepi, kerugian negara akibat ketidaksesuaian volume material diperkirakan mencapai Rp 35.784.000. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa “kemulusan” aspal ternyata menjadi kamuflase bagi praktik yang merugikan rakyat.

Hepi menuding keras lemahnya pengawasan dari Dinas PUPP. Ia menilai, kelengahan pengawasan membuka “ruang” bagi kontraktor untuk melakukan kecurangan. “Dinas PUPP seolah membiarkan rekanan ‘bermain’. Ini jelas mengkhianati amanah yang diberikan,” tambahnya.

Kritik terhadap kinerja Dinas PUPP ini semakin menguatkan dugaan adanya konspirasi yang merugikan masyarakat. Publik mempertanyakan sejauh mana pengawasan dilakukan, serta apakah ada pihak-pihak yang terlibat dalam praktik curang ini.

Menyikapi temuan ini, Hepi mendesak Bupati Situbondo, “Mas Rio”, untuk segera turun tangan. Ia meminta Bupati untuk:

• Memerintahkan penyelidikan mendalam: Mengaudit proyek jalan lingkungan Desa Asembagus secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan ketebalan hotmix dan kualitas material lainnya.
• Meningkatkan pengawasan: Memerintahkan Dinas PUPP untuk meningkatkan pengawasan proyek secara profesional, ketat, dan transparan.
• Menindak tegas pelaku: Menindak tegas pihak-pihak yang terbukti bersalah dalam praktik korupsi dan kecurangan.

Baca Juga:  Bersama Komunitas Sepeda Sehat Tulungagung, Caleg DPRD Jatim Tomi Gandhi Ajak Masyarakat Tulungagung Riang Gembira Jelang Hari H Pemilu

“Jangan biarkan kemulusan aspal menipu rakyat! Bapak Bupati harus menunjukkan komitmennya dalam memberantas korupsi dan menjaga kualitas pembangunan,” tegas Hepi.

Hingga berita ini diturunkan, CV. MEDYATAMA dan Dinas PUPP Kabupaten Situbondo belum memberikan tanggapan resmi. Namun, desakan dari warga dan temuan-temuan di lapangan semakin memperkuat dugaan adanya praktik korupsi yang tersembunyi di balik “kinclong” aspal. Media akan terus mengupayakan konfirmasi dari pihak terkait untuk memberikan informasi yang akurat dan berimbang kepada publik.Tim

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pemkab Jombang Segel Sejumlah Tower BTS, Ratusan Menara Belum Miliki Sertifikat Laik Fungsi

Senin, 2 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sampah Berserakan Dan Bau,Menyengat,Menganggu Pengguna Jalan

Senin, 2 Februari 2026 - 19:50 WIB

Di Balik Gemerlap Tirta Wisata Keplaksari, Disporapar Jombang Disorot Soal Dugaan Publikasi Tebang Pilih Media

Senin, 2 Februari 2026 - 13:36 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Pemkab Tulungagung Tuntaskan Drainase Karangrejo, Perkim Tegaskan Infrastruktur Harus Berdampak Nyata

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Pawai Budaya Semarakkan Gelar Potensi Desa Denanyar 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Perumdam Tirta Kencana Tampil Menonjol, Bawa Pesan Air dan Pelayanan dalam Karnaval Kemerdekaan Jombang

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:51 WIB

DPRD Kabupaten Blitar Bahas Perubahan KUA-PPAS 2026, Dorong Pemerataan Pembangunan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:01 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.