Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Pemkab Jombang Perkuat Komitmen Pengentasan RTLH, Bantuan Rp35 Juta per Unit Jadi Harapan Baru Warga
  • Dinas Pendidikan Tulungagung Gelar ToT Literasi Keuangan “Cha-Ching Curriculum” Siapkan Generasi Emas
  • Hadiri Rakor di Dyandra Convention Center, Bupati Tulungagung Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau 2026
  • Mendukung Penghijauan,KPH Perhutani Bondowoso Menyerahankan Bibit di Lingkungan Mapolres Situbondo
  • Aksi Bejat Pencabulan Anak di Tulungagung, Polisi Tetapkan 2 Tersangka Salah Satunya Kakek 70 Tahun
  • Polres Tulungagung Ungkap Kasus Pencurian Kabel Milik Telkom di Kalidawir, 10 Tersangka Huni Jeruji Besi
  • Perhutani KPH Bondowoso Menyerahkan Bibit Pohon ke Polres Bondowoso Untuk Ruang Terbuka Hijau
  • Aktivitas Jual Beli di Luar Pasar Ngariboyo Berpotensi Jalan Macet
Kamis, 9 April 2026 - 18:23 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
You are at:Berita Utama » Pemerintahan

Tulungagung Jadi Pilot Project Desa Siaga Bencana Peduli KIA, Dinkes Bekali Bidan Desa Aplikasi Terintegrasi

RedaksiKamis, 23 Juni 2022 - 20:22 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20220625 145014
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

TULUNGAGUNG.LIPUTAN11.COM – Kabupaten Tulungagung termasuk tiga kabupaten di Jawa Timur yang menjadi pilot project Desa Siaga Bencana Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) pada penanganan stunting. Keberhasilan pilot project ini akan menjadi Modeling penanganan stunting tingkat nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rokhmat, usai mendampingi Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Ny.Arumi Emil Dardak, di Desa Macanbang Kecamatan Gondang mengatakan ada tiga kabupaten yang menjadi pilot project yakni Kabupaten Tulungagung, Magetan dan Blitar. Pilot project penanganan stunting termasuk peduli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dikerjakan ibu-ibu PKK, kader dan lainnya.

Kadis kesehatan dr. Kasil menyampaikan, pihaknya juga mempunyai beberapa aplikasi yang ada di desa terkait dengan Ibu Hamil. Dalam aplikasi itu, Ibu hamil dapat memeriksakan kehamilannya di manapun di wilayah Kabupaten Tulungagung, hasilnya langsung terintegrasi ke aplikasi bidan desa.

“Misalnya nama, alamat ibu hamil warga Macanbang diperiksa di manapun, itu nanti secara otomatis masuknya ke aplikasi bidan desa Macanbang,” terangnya Kamis, (23/06/2022).

Aplikasi yang dirilis dinkes tersebut juga terdapat acuan dari Kemenkes, dimana bidan desa harus melakukan kunjungan ke rumah ibu hamil untuk memeriksanya, “Dalam periode kehamilan, minimal diperiksa 6x dan itu harus dikunjungi.
Mereka (perawat, bidan desa) harus mengunjungi ke rumah-rumah untuk melakukan upaya promotif dan pre-emtif,” kata dr. Kasil

Baca Juga:  Cegah PMK, Petugas Lakukan Penyekatan di Perbatasan Masuk Wilayah Tulungagung

Selain itu juga secara otomatis terdapat data by name by address penderita penyakit-penyakit seperti hipertensi, diabet, stroke, TBC dan HIV sehingga dapat diketahui dan memudahkan penanganannya.

“Jadi bagaimana orang kena diabet misalnya, ketika terdeteksi diabet, keluarga harus bagaimana, yang sakit harus bagaimana, supaya lebih mengawasi. Kalau yang dikasih tahu yang sakit saja, tidak ada kontrol keluarga, lingkungan nanti bisa seenaknya,” tambahnya.

IMG 20220625 145227
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Ny. Arumi Emil Dardak, Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Siyuk Maryoto Birowo dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rokhmat

Menurutnya, pengelolaan aplikasi itu, pihaknya bekerjasama dengan Habibie Center dibawah pengawasan Profesor Damayanti. Dengan demikian data stunting di manapun yang diinput ke google form otomatis sampai ke Kemenkes RI.

Sementara itu berdasarkan data, Kabupaten Tulungagung termasuk yang paling rendah terkait persentase stunting di Jawa timur. Hal ini karena Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung konsen terhadap masalah stunting.

“Karena kita memang konsen disitu, mulai periksa dideteksi di posyandu nanti dirujuk ke puskesmas sampai ke RS dr. Iskak, nanti di RS dr. Iskak juga dapat resep, susu dan itu gratis,” imbuhnya.

Baca Juga:  Antisipasi Kelangkaan Minyak Goreng, Kapolres Tulungagung Bersama Dandim 0807 Lakukan Sidak

Sebelumnya Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Ny. Arumi Emil Dardak didamping Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Siyuk Maryoto Birowo dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melakukan kunjungan kerja di Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu.

Kemudian dilanjutkan meninjau pelaksanaan kegiatan Pilot Project Desa Tanggap Bencana Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di aula Sunan Kuning Desa Macanbang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung.

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur berharap, Pilot Project di Desa Macanbang sebagai Desa Tanggap Bencana Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) terus dikembangkan, sehingga kedepannya dapat direplikasi di desa lainnya di Kabupaten Tulungagung.

Diakhir kunjungannya, Arumi membagikan tas kerja secara simbolis kepada kader pilot project Desa Tanggap Bencana Peduli Kesehatan Ibu dan Anak.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, Wabup Gatut Sunu Wibowo, Sekdakab Tulungagung, Sukaji, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rokhmat, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kabupaten Tulungagung, Suparni, Camat Gondang, Kades Macanbang, dan segenap pengurus TP PKK Kabupaten Tulungagung. (Nuha)

Aplikasi Terintegrasi Dinkes Berita tulungagung Bidan Desa Dinas kesehatan kabupaten Tulungagung Jadi Pilot Project Desa Siaga Bencana Peduli KIA Kabupaten Tulungagung Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Ny. Arumi Emil Dardak
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Dinas Pendidikan Tulungagung Gelar ToT Literasi Keuangan “Cha-Ching Curriculum” Siapkan Generasi Emas

Kamis, 9 April 2026 - 10:32 WIB

Hadiri Rakor di Dyandra Convention Center, Bupati Tulungagung Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau 2026

Kamis, 9 April 2026 - 05:38 WIB

Aksi Bejat Pencabulan Anak di Tulungagung, Polisi Tetapkan 2 Tersangka Salah Satunya Kakek 70 Tahun

Selasa, 7 April 2026 - 23:55 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.