Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Tingkatkan Kesadaran Wajib Pajak, Bapenda Jombang Sosialisasikan Peran Strategis Opsen PKB dan BBNKB
  • Satpolairud Polres Situbondo Jawa Timur Intensif Patroli, Nelayan Diingatkan Prioritaskan Untik Keselamatan
  • Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Lantik Kadisnakertrans Sebagai Pj Sekdakab Tulungagung 
  • Ini Kasus Yang DiSorot LBH Cakra DPC Situbondo Karena DiNilai Mandek Sejak Tahun2023
  • Pasabber Polres Situbondo Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim di Panji dan Mangaran
  • May Day di Situbondo Diwarnai Dialog Interaktif dan Berbagi Sembako, Kapolres Siap Jadi Mitra Strategis Pekerja
Kamis, 7 Mei 2026 - 13:30 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Daerah » Banyuwangi

Bupati Ipuk Lepas Jenazah Kades Tamanagung

Minggu, 3 April 2022 - 20:53 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
Screenshot 2022 0403 204511
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

BANYUWANGI.LIPUTAN11.COM– Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani langsung bertakziyah ketika mendengar Kepala Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring Mariyatul Qibtiyah meninggal dunia, Sabtu (2/4/2022). Di rumah duka, Ipuk melepaskan jenazah tersebut menuju ke persemayaman terakhirnya.

“Kami sangat berduka cita atas wafatnya salah satu pemimpin terbaik di Banyuwangi ini. Beliau adalah seorang kepala desa yang gigih dalam memperjuangkan masyarakatnya,” ungkap Ipuk.

Ipuk mengenang kedekatannya dengan perempuan yang pernah duduk di kursi DPRD Banyuwangi periode 2014-2019 itu. “Saya kenal beliau sejak awal mendampingi Mas Anas (suami Ipuk), maju Pilkada pada 2010 silam. Beliau merupakan salah seorang pendukung yang militan. Begitu pula saat saya kemarin maju Pilkada, beliau juga banyak membantu,” kenang Ipuk.

Dedikasi Mariyatul Qibtiyah dalam pemberdayaan kaum perempuan, imbuh Ipuk, patut menjadi teladan. “Aktivitas almarhumah dalam menggerakkan kaum perempuan patut dicontoh. Beliau semenjak muda selalu berorientasi untuk membuat kaum perempuan berdaya. Ini adalah sebuah perjuangan yang harus kita lanjutkan,” pinta bupati perempuan kedua sepanjang sejarah Kabupaten Banyuwangi itu.

Baca Juga:  Ngaji Ngopi Darby, Pertebal Keimanan dan Silaturahmi

Sebagaimana diketahui, Mariyatul Qibtiyah merupakan aktivis perempuan yang ulet. Semenjak belia ketika masih nyantri di PP Darussalam Blokagung, ia aktif di Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama. Sepulangnya dari pesantren ia melanjutkan aktivitas organisasinya di Fatayat. Sampai pada 2004, ia ditunjuk menjadi Ketua PAC Fatayat Cluring. Jabatan tersebut terus diembannya hingga 2021 kemarin.

Selain aktif di badan otonom Nahdlatul Ulama itu, Mariyatul Qibtiyah juga aktif di sejumlah organisasi. Di antaranya Ketua Buruh Migran Banyuwangi (Bumiwangi) pada 2003, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) tahun 2007, Ketua Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) pada 2007, Wakil Ketua FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat) Kabupaten Banyuwangi pada 2019, dan Sekertaris FSUB, Kecamatan Cluring pada 2017.

Pada 2014, Mariyatul Qibtiyah maju sebagai calon DPRD Banyuwangi dari Daerah Pemilihan III yang meliputi Kecamatan Cluring, Srono, Muncar dan Tegaldlimo. Akan tetapi, ia hanya berhasil duduk di peringkat keempat perolehan suara terbanyak di partainya. Baru pada 2016, saat terjadi Pergantian Antar Waktu (PAW), ia berhasil melenggang ke gedung DPRD Banyuwangi.

Baca Juga:  Ukur Kemampuan, Prajurit Kodim 0825/Banyuwangi Ikuti Tes Garjas Periodik

Namun, amanah tersebut hanya berlangsung satu periode. Pada Pileg 2019, ia gagal melenggang kembali. Pada tahun itu juga, ia lantas maju dalam pemilihan kepala desa di kampungnya dan terpilih. Seharusnya, ibu satu anak itu, menjabat hingga 2026.

Perempuan kelahiran 16 Oktober 1971 itu, memang kerap drop kondisi kesehatannya semenjak menjabat sebagai anggota legislatif. “Pagi tadi itu, masih sehat. Sempat telpon saya. Tapi, tiba-tiba tensinya naik sampai 190. Belum sempat dibawa ke rumah sakit, sudah wafat terlebih dahulu,” kenang salah seorang koleganya, Ana Aniati. ” (JOKO)

Banyuwangi Bupati Ipuk Lepas Jenazah Kades Tamanagung
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pemkab Jombang Segel Sejumlah Tower BTS, Ratusan Menara Belum Miliki Sertifikat Laik Fungsi

Senin, 2 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sampah Berserakan Dan Bau,Menyengat,Menganggu Pengguna Jalan

Senin, 2 Februari 2026 - 19:50 WIB

Di Balik Gemerlap Tirta Wisata Keplaksari, Disporapar Jombang Disorot Soal Dugaan Publikasi Tebang Pilih Media

Senin, 2 Februari 2026 - 13:36 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Tingkatkan Kesadaran Wajib Pajak, Bapenda Jombang Sosialisasikan Peran Strategis Opsen PKB dan BBNKB

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:40 WIB

Satpolairud Polres Situbondo Jawa Timur Intensif Patroli, Nelayan Diingatkan Prioritaskan Untik Keselamatan

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:03 WIB

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:05 WIB

Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP

Senin, 4 Mei 2026 - 19:35 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.