Dikawal Langsung Bupati Warsubi, Jalan Nasional Jombang Akhirnya Masuk Perbaikan Menyeluruh

Jombang, Liputan11.com– Komitmen Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., dalam mengawal keselamatan masyarakat akhirnya membuahkan hasil nyata. Setelah melalui proses panjang berupa advokasi, koordinasi intensif, serta komunikasi berkelanjutan dengan pemerintah pusat dan provinsi, perbaikan menyeluruh ruas jalan nasional di wilayah Kabupaten Jombang dipastikan segera direalisasikan.

Langkah konkret tersebut semakin diperkuat dengan kunjungan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, yang turun langsung meninjau titik kerusakan di sisi timur Flyover Jombang pada Minggu sore (22/2/2026). Kehadiran Wakil Gubernur bersama Kasatker Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur menjadi bukti respons cepat pemerintah atas aspirasi masyarakat. Keluhan warga Jombang kini tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti secara serius hingga tingkat provinsi dan pusat.

Bupati Warsubi menegaskan bahwa upaya yang dilakukan bukan sekadar perbaikan sementara. Menurutnya, kondisi jalan yang ada saat ini sudah membutuhkan penanganan permanen demi menjamin keselamatan pengguna jalan dalam jangka panjang.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian PU, bahkan berkomunikasi langsung dengan Menteri. Jalan ini sudah waktunya diperbaiki secara menyeluruh melalui overlay atau pelapisan ulang, tidak bisa lagi hanya tambal sulam,” tegasnya.

Rencana perbaikan meliputi overlay total berupa pengaspalan ulang sepanjang empat kilometer pada ruas Lingkar Mojoagung hingga Flyover Jombang, baik sisi kiri maupun kanan jalan. Sebagai langkah percepatan darurat, jumlah tim penambal lubang juga ditingkatkan dari lima menjadi sepuluh tim guna menangani kerusakan akibat cuaca ekstrem sembari menunggu proses overlay dimulai. Pekerjaan overlay dijadwalkan mulai dalam dua minggu ke depan, sementara penutupan lubang ditargetkan rampung dalam waktu tiga hari apabila kondisi cuaca mendukung.

Meski secara administratif jalan nasional berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, Bupati Warsubi memilih untuk tidak bersikap pasif. Baginya, keselamatan masyarakat Jombang merupakan tanggung jawab moral yang tidak boleh terhambat oleh batasan birokrasi.
Tidak hanya pada ruas Mojoagung–Flyover, komitmen perbaikan juga akan menyasar sejumlah titik vital lainnya, di antaranya Jalan Gatot Subroto (depan Stasiun hingga Cangkringrandu) serta Jalan Brigjen Kretarto (Sambongdukuh hingga Kebon Ratu), yang selama ini menjadi jalur mobilitas utama masyarakat.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, turut memberikan apresiasi atas langkah koordinatif yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jombang. Ia mengakui bahwa tingkat kerusakan pada ruas jalan tersebut tergolong cukup berat dibandingkan beberapa wilayah lain di Jawa Timur, terutama akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.

“Tingkat kerusakan di ruas ini memang cukup signifikan di Jawa Timur dan diperparah oleh curah hujan yang tinggi,” ujarnya.
Selain faktor cuaca, Emil juga menjelaskan bahwa usia konstruksi jalan menjadi pertimbangan penting. Ruas tersebut dibangun pada tahun 2017 dan kini telah memasuki usia sembilan tahun sehingga membutuhkan peremajaan melalui overlay menyeluruh.

“Sudah waktunya diremajakan, tidak cukup hanya patching. Kami berterima kasih kepada Pak Bupati yang aktif berkoordinasi dengan Kementerian PU hingga tingkat nasional, sehingga perbaikan overlay sepanjang empat kilometer dapat direalisasikan tahun ini,” tambahnya.

Pengerjaan overlay diharapkan mampu meningkatkan daya tahan serta kualitas jalan secara signifikan. Sementara proses tersebut berlangsung, pekerjaan penambalan tetap dilakukan selama kondisi cuaca memungkinkan, dan akan dihentikan sementara apabila hujan deras menyebabkan genangan.

Baca Juga:  Upacara Sumpah Pemuda ke-97 di Jombang, Bupati Warsubi Serahkan Penghargaan Pemuda Pelopor 2025

Sinergi antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, dan pemerintah pusat ini menjadi bukti bahwa komunikasi dan kolaborasi yang kuat mampu mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur. Bagi masyarakat Jombang, kabar ini bukan sekadar tentang perbaikan jalan, melainkan tentang hadirnya negara dalam menjamin keselamatan, kelancaran mobilitas, serta keberlangsungan roda perekonomian sehari-hari.(Im)

Berita Terkait

Back to top button