Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Ikuti KAI JLS 100 Tulungagung
  • Perhutani Bondowoso dan Rutan Situbondo Gelar Panen Raya Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan
  • RSUD Jombang Angkat Suara Hati Tenaga Kesehatan Lewat Buku, Kesehatan Mental Jadi Perhatian Manajemen
  • Sidak Proyek Pekerjaan Gorong-gorong dan Trotoar di Jalan Teuku Umar, Plt Bupati Tulungagung Targetkan Selesai Desember 2026
  • Dinas Pertanian Serahkan Alsintan Pada Kelompok Tani, Plt. Bupati Tulungagung: Untuk Meningkatkan Produksi Padi
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Tinjau Revitalisasi Empat Los dan Pembenahan Fasilitas Pasar Ngemplak
  • Pemkab Jombang Gelar POPKAB 2026 Piala Bupati, SMP Budi Utomo Perak Tampil Perkasa dengan Kemenangan 5-0
  • Satpol PP Jombang Perkuat Pengamanan Jombang Bersholawat, Pastikan Jamaah Aman dan Tertib
Senin, 19 Oktober 2026 - 20:19 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Dugaan Sunat Gaji Honorer di Jombang, Dinas Pendidikan Akui “Tidak Boleh” Tapi Pembiaran Terjadi

Rabu, 17 September 2025 - 17:01 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
20250916 074147
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang

JOMBANG,Liputan11.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Jombang kembali tercoreng. Dugaan praktik pemotongan gaji guru honorer di salah satu Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jombang kini makin terang setelah Dinas Pendidikan angkat bicara.

Sebelumnya, seorang guru honorer mengaku sejak 2024 hanya menerima Rp300 ribu per bulan, padahal dalam dokumen SPJ dan ARKAS tertulis Rp500 ribu. Sisanya, Rp200 ribu dipotong kepala sekolah dengan alasan untuk menutup kebutuhan sekolah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dalam laporan.

Kepala Dinas pendidikan kabupaten jombang Wor Windari saat di konfirmasi melalui seluler terkait adanya praktik pemotongan gaji guru honorer di salah satu Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jombang,”Saya lagi ada rapat pak, silahkan menemui bidang ketenagaan, ungkapnya,Senin (15/9/2025).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang melalui Bidang Ketenagaan menegaskan bahwa praktik pemotongan gaji honorer sejatinya tidak diperbolehkan.

“Sebenarnya ketentuannya tidak boleh. Guru honorer harus menerima sesuai nominal yang tertulis dalam SPJ maupun ARKAS. Tapi di lapangan, banyak kepala sekolah berdalih yang penting SPJ bisa ditata rapi. Ujung-ujungnya, sebagian gaji dipotong dengan alasan untuk menghidupkan sekolah,” ungkap pejabat bidang ketenagaan tersebut.

Baca Juga:  Kematian Mengerikan,Polres Situbondo Polda Jatim Selidiki Kematian Tiga Anggota Keluarga di Besuki Situbondo

Pernyataan ini mengindikasikan adanya dilema di tingkat sekolah. Kepala sekolah kerap beralasan bahwa dana BOS tidak mencukupi untuk menutup berbagai kebutuhan operasional. Akibatnya, gaji guru honorer yang seharusnya utuh justru dipangkas dengan alasan “sumbangan wajib” demi menutupi pengeluaran yang tidak bisa dilaporkan secara resmi.

Tanda tanya besar, Jika memang tidak diperbolehkan, mengapa praktik ini tetap terjadi? Sejumlah pihak menilai pernyataan Dinas Pendidikan justru terkesan melegitimasi penyalahgunaan dana BOS oleh oknum kepala sekolah.

Aktivis pendidikan Jombang, menilai kasus ini adalah bentuk nyata lemahnya pengawasan. “Kalau alasan ‘menghidupkan sekolah’ dijadikan pembenaran, artinya ada pembiaran. Guru honorer itu digaji sangat minim, tapi masih juga dipotong. Ini kezaliman yang merusak marwah pendidikan,” tegasnya.

Dari pihak komite sekolah, sejumlah anggota juga merasa kecolongan. Mereka menilai praktik ini tidak pernah disepakati dalam forum resmi. “Dalam rapat komite, gaji honorer ditetapkan Rp500 ribu. Tidak ada pembahasan soal pemotongan. Kalau ada potongan, itu murni kebijakan sepihak kepala sekolah,” ujar salah satu anggota komite yang enggan disebut namanya.

Baca Juga:  Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur melantik Administratur KPH Jombang Dilanjutkan Pembinaan Karyawan

Bagi guru honorer, pemotongan gaji sebesar Rp200 ribu per bulan sangat terasa. Dengan gaji Rp500 ribu saja, mereka sudah kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Ketika gaji dipotong, banyak yang terpaksa berutang untuk sekadar mencukupi biaya sehari-hari.

Kasus ini semakin menegaskan perlunya transparansi penggunaan dana BOS. Publik mendesak agar Dinas Pendidikan tidak hanya memberi imbauan, tetapi melakukan investigasi menyeluruh, termasuk audit terhadap SPJ dan realisasi dana BOS di sekolah-sekolah.

Jika praktik pemotongan dibiarkan, bukan tidak mungkin kasus serupa terjadi di banyak sekolah lain di Jombang. Dan yang menjadi korban tetap sama: guru honorer yang bekerja keras demi mencerdaskan anak bangsa, namun haknya dirampas oleh kebijakan sepihak.(lil)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

RSUD Jombang Angkat Suara Hati Tenaga Kesehatan Lewat Buku, Kesehatan Mental Jadi Perhatian Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Pemkab Jombang Gelar POPKAB 2026 Piala Bupati, SMP Budi Utomo Perak Tampil Perkasa dengan Kemenangan 5-0

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Satpol PP Jombang Perkuat Pengamanan Jombang Bersholawat, Pastikan Jamaah Aman dan Tertib

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:33 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Plt Bupati Ahmad Baharudin Ikuti KAI JLS 100 Tulungagung

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Perhutani Bondowoso dan Rutan Situbondo Gelar Panen Raya Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:06 WIB

RSUD Jombang Angkat Suara Hati Tenaga Kesehatan Lewat Buku, Kesehatan Mental Jadi Perhatian Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Sidak Proyek Pekerjaan Gorong-gorong dan Trotoar di Jalan Teuku Umar, Plt Bupati Tulungagung Targetkan Selesai Desember 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:20 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.