
Tulungagung LIPUTAN11.COM, — Malam Karangtalun Night Festival digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80. Festival ini menjadi ajang unjuk kreasi seni warga dari 36 Rukun Tetangga (RT) se-desa, yang menampilkan beragam tarian tradisional dan kreasi kontemporer.
Warga tumpah ruah memadati area utama desa yang disulap menjadi panggung terbuka. Jalanan ditutup, lampu sorot dinyalakan, dan irama musik mengalun mengiringi langkah para penari dari anak-anak hingga dewasa. Suasana malam itu seolah menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan bisa hadir lewat bahasa seni.
Drs. Agus Imam Wijayanto, M.Si, kepala desa Karangtalun dalam sambutannya menyebut festival ini sebagai manifestasi kekompakan warga sekaligus wujud pelestarian budaya di tengah derasnya arus modernisasi. Ia menekankan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan, tetapi juga alat pemersatu.
“ Kegiatan bukan sekadar tontonan. Ini adalah jati diri kita sebagai bangsa yang kaya budaya. Saya bangga pada seluruh RT yang tampil dengan totalitas,” ujar Agus yang juga ikut tampil dengan kostum Dayak Apache.
Turut Hadir dalam acara tersebut, Camat Kalidawir, Rusdianto, S.STP, MM, turut memberikan apresiasi atas antusiasme warga. Menurutnya, festival semacam ini mencerminkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan budaya.
“ bukan hanya selebrasi, ini bentuk edukasi. Warga dilibatkan langsung, dan itu penting dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya nasionalisme,” kata Rusdianto.
Bukan hanya seni pertunjukan, tata panggung, pencahayaan, dan kostum para peserta pun menjadi sorotan. Sentuhan profesional terlihat dalam detil dekorasi yang disiapkan secara swadaya oleh warga. Kreativitas lokal benar-benar menjadi roh utama acara ini.
Festival berlangsung hingga larut malam dengan pertunjukan kolosal: tarian gabungan dari seluruh RT yang mengangkat tema perjuangan kemerdekaan. Gerakan serentak dan nyala api obor menambah dramatika di akhir acara, menciptakan momen haru yang membekas di benak penonton.
Karangtalun Night Festival, yang tahun ini digelar dalam skala besar, digadang menjadi agenda rutin tahunan. Bagi warga, ini lebih dari sekadar perayaan — ini adalah panggung bersama untuk merawat semangat gotong royong, seni, dan nasionalisme. (Tot)

