
Jombang,Liputan11.com -Semangat baru tampak menghiasi wajah puluhan warga di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ploso, Kabupaten Jombang, usai kembali melihat dunia dengan lebih jelas. Melalui kolaborasi kemanusiaan bersama Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jawa Timur, RSUD Ploso sukses menggelar Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI), Sabtu (23/5/2026).
Program sosial tersebut berhasil memulihkan penglihatan sebanyak 80 pasien yang berasal dari Kabupaten Jombang maupun sejumlah daerah di luar kota. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa layanan operasi katarak gratis masih menjadi kebutuhan penting, terutama bagi warga kurang mampu yang terkendala biaya pengobatan.
Keberhasilan kegiatan ini tidak berlangsung secara instan. RSUD Ploso bersama tim dokter spesialis mata telah memulai tahapan medis sejak 9 Mei 2026 melalui proses skrining ketat terhadap seluruh calon pasien. Tahapan tersebut dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan pasien benar-benar memenuhi syarat untuk menjalani operasi secara aman dan optimal.
“Proses skrining menjadi tahapan yang sangat penting untuk memastikan pasien dalam kondisi siap operasi, sehingga tindakan medis dapat berjalan lancar dengan hasil terbaik,” ujar pihak penyelenggara.
Kegiatan sosial kemanusiaan ini turut mendapat dukungan penuh dari Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) SCTV dan Indosiar sebagai donatur utama. Dukungan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian dalam membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan mata yang layak dan berkualitas.
Direktur RSUD Ploso, dr. Muhammad Vidya Buana, M.H., menyampaikan rasa syukur atas sinergi lintas sektor yang mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, momentum Hari Bakti Dokter Indonesia tahun ini menjadi pengingat penting bahwa pelayanan kesehatan harus mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.
“Kami berharap para pasien yang kini penglihatannya kembali membaik dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri, lebih produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ujar dr. Vidya.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PERDAMI, dr. H. Muhammad Sjarifudhin, Sp.M., M.MR., M.HKes., CMC. Ia menegaskan bahwa penanganan dini terhadap katarak merupakan langkah penting dalam menekan angka kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah atau avoidable blindness.
Menurutnya, pelaksanaan operasi terhadap 80 pasien dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa kolaborasi antara tenaga medis, rumah sakit, dan lembaga sosial mampu menghadirkan dampak besar bagi masyarakat.
“Menangani puluhan pasien dari Jombang hingga luar daerah tentu bukan pekerjaan mudah. Namun berkat sinergi dan semangat kemanusiaan yang kuat, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sukses. Ini menjadi hadiah terindah dalam peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia,” ungkap dr. Sjarifudhin.
Biaya operasi katarak yang relatif tinggi bagi sebagian masyarakat membuat program ini disambut antusias warga. Bahkan, manfaat kegiatan tersebut dirasakan hingga luar Kabupaten Jombang oleh pasien yang selama ini kesulitan memperoleh layanan operasi mata karena keterbatasan ekonomi.
Pasca-operasi, seluruh pasien kini memasuki tahap pemulihan dengan pendampingan intensif dari tim medis RSUD Ploso. Pemantauan berkala terus dilakukan guna memastikan proses penyembuhan berjalan optimal.
Kini, dunia yang sebelumnya tampak kabur bagi puluhan pasien tersebut kembali terang. Bagi mereka, program operasi katarak gratis ini bukan sekadar layanan kesehatan, melainkan jalan menuju harapan dan kehidupan yang lebih baik.(Im)