Pendopo Milik Rakyat, Abah untuk Semua: Bupati Warsubi Tegaskan Pendopo sebagai Ruang Bersama Warga Jombang

JOMBANG,Liputan11.com – Komitmen menghadirkan pemerintahan yang terbuka dan dekat dengan masyarakat kembali ditegaskan Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., melalui kegiatan bertajuk “Pendopo Milik Rakyat, Abah untuk Semua” yang digelar di Pendopo Kabupaten Jombang, Sabtu (14/2/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi simbol nyata keterbukaan pemerintah daerah dalam menjadikan pendopo sebagai ruang bersama bagi seluruh masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi, Wakil Bupati Jombang Salmanudin, S.Ag., M.Pd. bersama Ning Ema Erfina Salmanudin Yazid, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, S.H., M.Si. beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jombang Lilik Agus Purnomo, serta para asisten, staf ahli, dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang.

Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menegaskan bahwa program ini digagas untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap pendopo yang selama ini identik dengan ruang pemerintahan formal. Menurutnya, pendopo harus menjadi ruang terbuka yang dapat diakses dan dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Pendopo bukan semata milik bupati, wakil bupati, atau pemerintah daerah, melainkan milik seluruh warga Kabupaten Jombang,” tegasnya.

Baca Juga:  Digitalisasi Perizinan Dongkrak Layanan Publik Jombang, 9.054 Izin Terbit Sepanjang 2025

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jombang berupaya membangun komunikasi yang lebih terbuka, humanis, dan partisipatif antara pemerintah dan masyarakat. Pendopo diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat kegiatan seremonial pemerintahan, tetapi juga menjadi “rumah besar” bagi warga Jombang—ruang yang menghadirkan kebersamaan, dialog, serta kedekatan emosional antara pemimpin dan masyarakatnya.

Bupati Warsubi juga menekankan pentingnya edukasi kepada generasi muda mengenai fungsi serta nilai sejarah pendopo. Oleh karena itu, kegiatan ini membuka kesempatan luas bagi masyarakat, khususnya pelajar, untuk mengenal lebih dekat bangunan bersejarah tersebut sekaligus memahami peran pemerintahan daerah.

Selain mempererat hubungan pemerintah dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki di kalangan warga. Dengan tumbuhnya rasa kepemilikan bersama, masyarakat diharapkan turut menjaga, merawat, dan memaknai pendopo sebagai ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan.

Acara berlangsung meriah melalui rangkaian room tour pendopo serta berbagai penampilan seni dari siswa tingkat SD hingga SMA yang menambah semarak suasana. Pada kesempatan tersebut, seniman Wayang Potehi Gudo turut menampilkan pertunjukan budaya yang memikat perhatian hadirin.

Ketua Yayasan Klenteng Hong San Kiong sekaligus pendiri Museum Potehi Gudo, Toni Harsono, juga memberikan edukasi mengenai sejarah panjang Wayang Potehi yang telah berkembang sejak abad ke-17 dan bahkan berhasil tampil di berbagai panggung internasional.

Bupati Warsubi pun mengajak masyarakat untuk terus melestarikan warisan budaya lokal, termasuk Wayang Potehi yang menjadi bagian penting identitas budaya Jombang.

Baca Juga:  Kapolres Cup 2025: Ajang Sportivitas dan Sinergi Pelajar, SMKN 3 Jombang Raih Gelar Juara Utama

“Wayang Potehi ini salah satu warisan budaya kita yang sudah ada sejak tahun 1600 Masehi, jauh sebelum Indonesia merdeka,” ungkapnya.
Di hadapan masyarakat yang hadir, Bupati Warsubi turut menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh warga Jombang. Ia menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2025, Kabupaten Jombang berhasil meraih 18 penghargaan sebagai buah dari kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Warsubi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan membangun daerah demi mewujudkan Jombang yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera bagi semua.(Im)

Berita Terkait

Back to top button