Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Hardiknas 2026 Jadi Panggung Prestasi, SMPN 1 Peterongan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul
  • May Day dan Ilusi Solusi: Saat Tuntutan Belum Menjadi Kebijakan
  • Sinergi KPK dan Polri di Situbondo Jawa Timur, Sosialisasi Pencegahan Korupsi Pengelolaan APBD
  • Suntikan LPG Subsidi ke Tabung Portabel, Pemuda Asal Kauman Diamankan Satreskrim Polres Tulungagung
  • Satreskrim Polres Tulungagung Amankan Pria Asal Banaran, Sita 135 liter BBM Jenis Partalite
  • HUT Emas SMKN 2 Jombang, Wiwin Sumrambah Tegaskan Lulusannya Siap Kerja, Siap Kuliah, dan Siap Menjadi Pemimpin Masa Depan
  • Setengah Abad Berkarya, SMKN 2 Jombang Rayakan HUT ke-50 dengan Meriah Lewat Pawai Budaya Nusantara
  • Plt Bupati Tulungagung Hadiri Peringatan Hari Tari Dunia 2026
Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:46 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Proyek Hotmix Rp 275 Juta di Situbondo Disorot, Dugaan Penyimpangan Spesifikasi Teknis Mengancam Infrastruktur

redaksiJumat, 14 November 2025 - 13:44 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20251114 WA0088
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

liputan11SITUBONDO, – Proyek Hotmix peningkatan jalan ruas Suberejo – Tlogosari (Sumbermalang) senilai Rp275,4 juta yang dikerjakan oleh CV. ZUDANKIA JAYA, kini menjadi sorotan tajam masyarakat Situbondo. Dugaan penyimpangan spesifikasi teknis, khususnya pada ketebalan lapisan hotmix, memicu kekhawatiran serius terkait kualitas dan keberlanjutan infrastruktur di wilayah pegunungan yang rawan hujan tersebut.IMG 20251114 WA0089

Kritik pedas ini dilontarkan oleh Hepi, warga Situbondo yang dikenal aktif dalam mengawal pembangunan daerah. Setelah melakukan peninjauan langsung di lokasi proyek, Hepi menemukan indikasi kuat ketidaksesuaian spesifikasi. “Kondisi geografis Sumbermalang menuntut kualitas jalan yang prima. Jika dikerjakan dengan mutu rendah, proyek ini berpotensi tak berumur panjang,” tegas Hepi.

Berdasarkan analisisnya, Hepi memperkirakan kerugian negara akibat dugaan penyimpangan ini mencapai angka signifikan, sekitar Rp. 60,984 juta. Kerugian ini ditaksir akibat mengurangi ketebalan hotmix yang tidak memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  Anggota Komisi V DPR RI Lakukan Peresmian dan Serah Terima BSPS

Hepi menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak terkait, khususnya Konsultan Pengawas dan Pengawas dari Dinas PUPP. Peran vital mereka dalam memastikan pekerjaan sesuai kontrak, dinilai tidak berjalan optimal. “Lemahnya pengawasan membuka peluang bagi oknum kontraktor nakal untuk melakukan tindakan korupsi dengan menyunat spesifikasi proyek,” ungkapnya.

IMG 20251114 WA0090

Menanggapi hal ini, Hepi mendesak Bupati Situbondo, yang telah berkomitmen dengan KPK dalam pemberantasan korupsi, untuk segera mengambil tindakan tegas. “Anggaran proyek ini berasal dari pajak masyarakat. Kami menuntut CV. ZUDANKIA JAYA bertanggung jawab dan tidak bermain-main dengan uang negara. Kami meminta Bupati segera menginvestigasi dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat,” tegas Hepi.

Baca Juga:  Diduga Ketebalan Aspal Dipangkas, Negara Rugi Ratusan Juta , Kontraktor dan Pengawas Dinilai 'Bermain'

Lebih lanjut, Hepi mengajak seluruh masyarakat Situbondo untuk lebih proaktif dalam mengawasi proyek-proyek pembangunan yang dibiayai negara. “Masyarakat memiliki hak untuk mengawasi. Jangan sampai negara dan masyarakat dirugikan. Kami akan melaporkan temuan ini kepada pihak terkait dan APH, termasuk setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dikeluarkan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari CV. ZUDANKIA JAYA maupun Dinas PUPP Kabupaten Situbondo. Namun, desakan masyarakat untuk segera dilakukan investigasi dan penegakan hukum terhadap dugaan penyimpangan ini semakin kuat. Masyarakat menanti langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memastikan anggaran negara digunakan secara efektif, bertanggung jawab, dan menghasilkan infrastruktur berkualitas yang bermanfaat bagi masyarakat.(tim)

Situbondo
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pemkab Jombang Segel Sejumlah Tower BTS, Ratusan Menara Belum Miliki Sertifikat Laik Fungsi

Senin, 2 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sampah Berserakan Dan Bau,Menyengat,Menganggu Pengguna Jalan

Senin, 2 Februari 2026 - 19:50 WIB

Di Balik Gemerlap Tirta Wisata Keplaksari, Disporapar Jombang Disorot Soal Dugaan Publikasi Tebang Pilih Media

Senin, 2 Februari 2026 - 13:36 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Hardiknas 2026 Jadi Panggung Prestasi, SMPN 1 Peterongan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

May Day dan Ilusi Solusi: Saat Tuntutan Belum Menjadi Kebijakan

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:09 WIB

Sinergi KPK dan Polri di Situbondo Jawa Timur, Sosialisasi Pencegahan Korupsi Pengelolaan APBD

Kamis, 30 April 2026 - 10:43 WIB

Suntikan LPG Subsidi ke Tabung Portabel, Pemuda Asal Kauman Diamankan Satreskrim Polres Tulungagung

Kamis, 30 April 2026 - 00:15 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.