Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Tabur Bunga Penuh Makna, Polres Bondowoso Kenang Para Perjuangan Pahlawan dan Kapolri Keempat
  • Fasilitasi Mediasi Di Balai Desa Ketowan ,*LAPORAN* Pasangan Duga’an Perselingkuhan Tetap Berjalan
  • Gudang Tembakau PT Sadhana Arifnusa Bondowoso Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta
  • Kapolres Situbondo Dorong Transformasi Digital, Inovasi SIPANTER Permudah Akses Layanan Polri untuk Masyarakat
  • Polisi Amankan Terduga Pencuri Sapi dari Amuk Massa di Banyuputih
  • Dalam Rangka Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Situbondo Gelar Turnamen Mini Soccer: Tim PJU Mengakui Keunggulan PKDI
  • DPRD Jombang Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemkab Tegaskan Komitmen Perkuat Pelayanan Publik dan Optimalkan PAD
  • Perhutani KPH Bondowoso Bersama RS Bhayangkara Serahkan Kartu Prioritas Pelayanan Kesehatan kepada Karyawan
Kamis, 25 Juni 2026 - 14:04 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Proyek Jalan Kp Timur-Kp Dami, Rp 276 Juta Dianggap Tidak Memenuhi Standar Dan Jadi Sorotan Warga

redaksiMinggu, 16 November 2025 - 13:57 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20251116 WA0103
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Liputan11SITUBONDO –

Proyek peningkatan jalan pada ruas Kp. Timur – Kp. Dami, Desa Gadingan, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, senilai Rp 276.048.076,00 menjadi sorotan tajam dan menuai kritik keras dari masyarakat setempat. Proyek yang dikerjakan oleh CV. BALURAN PERMAI di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman (PUPP) Bidang Bina Marga Situbondo ini dituding memiliki kualitas yang sangat buruk dan dikerjakan secara asal-asalan.

Kekecewaan warga mencuat tak lama setelah pekerjaan dengan volume 216 meter ini rampung. Hepi, seorang warga asli Situbondo yang mendatangi lokasi untuk memastikan kualitas, mengaku terkejut dan kecewa melihat kondisi proyek.16/11/2025

IMG 20251116 WA0106

“Baru saja selesai, sudah banyak yang retak. Bahkan, dasar hotmix sudah kelihatan dan mengelupas,” ujar Hepi di lokasi proyek.

Kondisi ini menjadi bukti nyata dugaan pengerjaan yang tidak sesuai dengan standar teknis yang ditetapkan. Lapisan hotmix yang tipis dan mudah rusak mengindikasikan material dan proses pengerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi.

Baca Juga:  Kapolres Situbondo Pimpin Sertijab Pejabat Utama, Tekankan Profesionalisme dan Terus Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

IMG 20251116 WA0105

Hepi secara tegas menduga bahwa rendahnya kualitas pekerjaan ini disebabkan oleh lemahnya fungsi pengawasan dari pihak Dinas PUPP Bidang Bina Marga. Proyek yang dibiayai oleh APBD ini, yang seharusnya memberikan manfaat jangka panjang, justru berpotensi menimbulkan kerugian negara dan membahayakan pengguna jalan.

Secara spesifik, Hepi memperkirakan kerugian negara sementara akibat kualitas yang bobrok ini mencapai Rp 46.200.000.

Tuntutan Tegas: Audit Menyeluruh dan Ancaman Laporan ke APH
Kualitas pengerjaan yang “bobrok” dan jauh di bawah harapan ini memicu tuntutan serius dari masyarakat. Hepi menuntut Dinas PUPP untuk segera turun ke lokasi guna melakukan inspeksi dan evaluasi menyeluruh terhadap pekerjaan CV. BALURAN PERMAI.

Baca Juga:  Polisi Tangkap dua Mahasiswa Surabaya, Peras Kadindik Jatim

“Kami meminta Dinas terkait segera turun. Jika perlu, Bupati Situbondo juga harus turun ke lokasi kegiatan agar mengetahui secara langsung bobroknya kualitas pekerjaan dan minimnya kualitas hotmix ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hepi meminta proyek hotmix tersebut diperbaiki atau diulang (gelar ulang). Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, ia menyatakan siap mengambil langkah hukum.

“Jika tidak dilakukan gelar ulang, saya sebagai bagian dari masyarakat Situbondo akan melaporkan kegiatan tersebut kepada Dinas terkait serta kepada APH (Aparat Penegak Hukum),” ancamnya.

Warga berharap proyek yang menggunakan dana publik ini menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan tahan lama, bukan sekadar proyek “asal jadi” yang hanya menghabiskan anggaran. Sebagai bukti ketidakpuasan, warga juga telah mendokumentasikan kondisi pekerjaan tersebut dalam bentuk video.(Tim)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pemkab Jombang Segel Sejumlah Tower BTS, Ratusan Menara Belum Miliki Sertifikat Laik Fungsi

Senin, 2 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sampah Berserakan Dan Bau,Menyengat,Menganggu Pengguna Jalan

Senin, 2 Februari 2026 - 19:50 WIB

Di Balik Gemerlap Tirta Wisata Keplaksari, Disporapar Jombang Disorot Soal Dugaan Publikasi Tebang Pilih Media

Senin, 2 Februari 2026 - 13:36 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Tabur Bunga Penuh Makna, Polres Bondowoso Kenang Para Perjuangan Pahlawan dan Kapolri Keempat

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:27 WIB

Fasilitasi Mediasi Di Balai Desa Ketowan ,*LAPORAN* Pasangan Duga’an Perselingkuhan Tetap Berjalan

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:50 WIB

Gudang Tembakau PT Sadhana Arifnusa Bondowoso Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:38 WIB

Kapolres Situbondo Dorong Transformasi Digital, Inovasi SIPANTER Permudah Akses Layanan Polri untuk Masyarakat

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:40 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.