Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Mafia Bansos Beraksi,LBH Cakra Melaporkan Penggelapan DANA PKH NENEK 73 Tahun Ke Polres Situbondo Jawa Timur
  • Festival Grassroots Piala Presiden 2026 Resmi Dibuka, Plt Bupati Ahmad Baharudin Targetkan Lahir Pemain Profesional
  • Tabur Bunga Penuh Makna, Polres Bondowoso Kenang Para Perjuangan Pahlawan dan Kapolri Keempat
  • Fasilitasi Mediasi Di Balai Desa Ketowan ,*LAPORAN* Pasangan Duga’an Perselingkuhan Tetap Berjalan
  • Gudang Tembakau PT Sadhana Arifnusa Bondowoso Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta
  • Kapolres Situbondo Dorong Transformasi Digital, Inovasi SIPANTER Permudah Akses Layanan Polri untuk Masyarakat
  • Polisi Amankan Terduga Pencuri Sapi dari Amuk Massa di Banyuputih
  • Dalam Rangka Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Situbondo Gelar Turnamen Mini Soccer: Tim PJU Mengakui Keunggulan PKDI
Kamis, 25 Juni 2026 - 20:56 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

APBD 2026 Dibahas, DPRD Jombang Tekankan Transparansi dan Inovasi Pengelolaan Keuangan Daerah

Kamis, 16 Oktober 2025 - 19:02 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20251016 WA0011
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Suasana Rapat Paripurna DPRD Jombang Bahas Raperda APBD 2026, Sejumlah Fraksi Sampaikan Pandangan Umum di Hadapan Bupati Warsubi

JOMBANG,Liputan11.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang kembali menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Pandangan Umum (PU) fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, Kamis (16/10/2025).

Rapat yang dipimpin pimpinan DPRD Jombang tersebut turut dihadiri Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Salmanudin Yazid, serta jajaran Forkopimda dan kepala perangkat daerah.

F-PDIP Tekankan Optimalisasi PAD dan Kreativitas OPD

Pandangan pertama disampaikan oleh Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) melalui juru bicaranya, Jawahirul Fuad. Ia menegaskan bahwa APBD memiliki peran strategis karena menyangkut hajat hidup masyarakat luas.

“APBD merupakan instrumen kebijakan yang dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Fuad, Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan daerah. Semakin besar rasio PAD terhadap total pendapatan daerah, semakin tinggi pula kemandirian daerah dalam membiayai pembangunan.

Namun, lanjutnya, masih terdapat beberapa persoalan yang perlu dibenahi agar potensi PAD dapat digali secara optimal. “Penetapan target PAD yang progresif dari berbagai sumber belum sepenuhnya memberikan kontribusi maksimal. Diperlukan kebijakan dan inovasi agar hasilnya lebih signifikan,” ungkap mantan Kepala Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto itu.

F-PDIP mengapresiasi peningkatan PAD sebesar Rp12,9 miliar atau naik 1,72 persen dibanding tahun sebelumnya. Pihaknya mendorong agar setiap organisasi perangkat daerah (OPD) tidak hanya bergantung pada pagu anggaran, melainkan mampu berinovasi.

Baca Juga:  Tingkatkan Mutu Belajar, SMPN 1 Mojowarno Terima Bantuan Revitalisasi APBN 2025.

“Kreativitas dan inisiatif OPD sangat dibutuhkan agar anggaran dapat digunakan secara bijak dan berdampak nyata,” tegas Fuad.

F-PKB Soroti Sinkronisasi Astacita dengan RPJMD Daerah

Sementara itu, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) melalui M. Fauzan menyoroti pentingnya sinkronisasi antara kebijakan pusat dan daerah. Ia menyebut bahwa kebijakan pembangunan nasional melalui Astacita Pemerintah Pusat harus menjadi pedoman dalam penyusunan RAPBD 2026.

“Delapan cita pembangunan nasional itu perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan daerah secara terukur, terintegrasi, dan adaptif terhadap potensi serta tantangan lokal,” ujarnya.

F-PKB meminta penjelasan sejauh mana program Astacita telah diintegrasikan dalam RPJMD Kabupaten Jombang, serta bagaimana indikator keberhasilannya dapat diukur secara konkret dalam pelaksanaan APBD 2026.

“Sinkronisasi ini penting agar perencanaan dan pelaksanaan program daerah tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat,” lanjutnya.

F-PKB juga berharap program prioritas daerah dapat fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan, pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan, serta peningkatan infrastruktur dasar.

F-PD Dorong Penguatan Kemandirian Fiskal Daerah

Dalam pandangan berikutnya, Fraksi Partai Demokrat (FPD) yang dibacakan oleh Dian Ayunita Prasstumi menyoroti proyeksi pendapatan daerah tahun 2026 sebesar Rp2,49 triliun. Dari jumlah itu, PAD diperkirakan mencapai Rp760,7 miliar atau 30,5 persen, sementara pendapatan transfer dari pusat dan antar daerah sebesar Rp1,73 triliun atau 69,5 persen.

Menurutnya, ketergantungan fiskal terhadap dana transfer pusat masih sangat tinggi, mencapai sekitar 64,18 persen.

Baca Juga:  Mengungkap Judol Online, Resmob Polres Situbondo Juga Temukan Paket Sabu Siap Edar

“Dengan adanya potensi pemangkasan dana transfer secara nasional, penguatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi PAD menjadi keharusan,” tegas Ayun.

FPD menilai, strategi pengelolaan pajak daerah, retribusi, serta hasil pengelolaan kekayaan daerah harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Selain itu, RAPBD 2026 juga memuat rencana belanja daerah sebesar Rp2,6 triliun dengan pendekatan berbasis kinerja (performance-based budgeting) yang menekankan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran.

“FPD mengapresiasi penerapan prinsip spending better yang berorientasi pada kualitas dan dampak belanja. Pengelolaan belanja aparatur harus tetap efisien tanpa mengurangi kinerja pelayanan publik,” pungkasnya.

F-PPP Minta Penjelasan Asumsi dan Strategi PAD

Pandangan terakhir disampaikan oleh Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) melalui Muhammad Ishomuddin Haidar. Ia menyoroti total pendapatan daerah dalam RAPBD 2026 yang ditetapkan sebesar Rp2,49 triliun, terdiri atas PAD, pendapatan transfer, dan sumber pendapatan lainnya.

Berdasarkan nota penjelasan Bupati, target PAD tahun 2026 ditetapkan Rp760,6 miliar, sedangkan pendapatan transfer mencapai Rp1,73 triliun.

“F-PPP meminta penjelasan lebih rinci mengenai dasar asumsi perhitungan pendapatan tersebut, serta strategi konkret pemerintah daerah untuk mewujudkan target PAD secara realistis,” tandas Ishomuddin.

Rapat paripurna ini menjadi momentum awal pembahasan mendalam antara legislatif dan eksekutif sebelum Raperda APBD 2026 disahkan menjadi Peraturan Daerah. Seluruh fraksi menekankan pentingnya kemandirian fiskal, efisiensi belanja, serta sinergi kebijakan antara pusat dan daerah demi terwujudnya pembangunan Jombang yang maju dan berkelanjutan.(lil)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

DPRD Jombang Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemkab Tegaskan Komitmen Perkuat Pelayanan Publik dan Optimalkan PAD

Senin, 22 Juni 2026 - 18:21 WIB

Polemik BSPS Desa Brodot Memanas, 17 Penerima Bantuan Pertanyakan Transparansi Dana dan Material Bangunan

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:35 WIB

Dinsos Jombang Gelar Sosialisasi Parenting, Cetak Agen Perubahan untuk Kesejahteraan Sosial dan Ketahanan Keluarga

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:34 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Mafia Bansos Beraksi,LBH Cakra Melaporkan Penggelapan DANA PKH NENEK 73 Tahun Ke Polres Situbondo Jawa Timur

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:24 WIB

Festival Grassroots Piala Presiden 2026 Resmi Dibuka, Plt Bupati Ahmad Baharudin Targetkan Lahir Pemain Profesional

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:10 WIB

Tabur Bunga Penuh Makna, Polres Bondowoso Kenang Para Perjuangan Pahlawan dan Kapolri Keempat

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:27 WIB

Fasilitasi Mediasi Di Balai Desa Ketowan ,*LAPORAN* Pasangan Duga’an Perselingkuhan Tetap Berjalan

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:50 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.