Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Perhutani KPH Bondowoso Bersama RS Bhayangkara Serahkan Kartu Prioritas Pelayanan Kesehatan kepada Karyawan
  • Pj. Sekda Tri Hariadi di Lantik Sebagai Ketua PMI Tulungagung Masa Bhakti 2026–2031, Ini Kata Plt.Bupati Ahmad Baharudin
  • *”Madrasah Aliyah Fathus Salafi Gelar Workshop “Jejak Digital: Dampak Positif & Negatif Era Digitalisasi Bersama XLsmart”*
  • *Skandal Perselingkuhan Guncang Desa Kedungdowo Kec.Arjasa Situbondo Jawa Timur ,Suami Buka Suara*
  • Perhutani KPH Bondowoso Gelar Rapat Evaluasi Pekerjaan Semester I Tahun 2026
  • *Bertempat Di Aula MTS Fathus Salafi , XLSMART Menggelar Workshop “Bijak Bermedsos di Era Digitalisasi”*
  • *Workshop XLSMART Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial di Era Digitalisasi*
  • Bhabinkamtibmas Desa Boro Monitoring Penanaman Jagung di Desa Binaan
Senin, 22 Juni 2026 - 00:22 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Hukum dan Kriminal

Buronan Jepang Tertangkap di Lampung Tengah, Dikenal Orang Baik Oleh Warga

RedaksiSabtu, 11 Juni 2022 - 05:48 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20220611 054251
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

LAMPUNG TENGAH.LIPUTAN11.COM – Seorang buronan Jepang, Taniguchi Mitsuhiro tertangkap di Lampung Tengah akibat korupsi dana bantuan sosial (bansos) untuk Covid-19. Masyarakat di Lampung Tengah, mengenal Taniguchi sebagai orang yang baik.

Penangkapan Mitsuhiro Taniguchi, yang diduga melakukan penipuan ratusan juta yen dari program subsidi Jepang untuk perusahaan kecil yang terkena pandemi virus covid-19, telah menghancurkan harapan untuk melanjutkan budidaya ikan di Desa Sri Dadi di Provinsi Lampung, Indonesia.

Masduki, 43, yang juga seorang guru, mengatakan bahwa dia mengenal Taniguchi sebagai “investor bonafide” yang secara ekonomi mendukung dia dan petani ikan air tawar lainnya di desa tersebut.

“Penjualan ikan turun selama pandemi, dan kemudian dia datang ke sini sebagai semacam penyelamat, malaikat untuk menyelamatkan hidup kita,” kata Masduki kepada Kyodo News dalam sebuah wawancara, ditemani oleh penduduk desa lainnya.

“Namun, harapan dan kebahagiaan kami hanya berumur pendek karena dia tiba-tiba ditangkap,” ungkap dia.

Taniguchi, buronan polisi Tokyo, ditangkap di desa itu Selasa malam, 7 Juni karena diduga melanggar undang-undang keimigrasian Indonesia setelah Jepang mencabut paspornya.

Dengan mantan istri dan dua putranya, pria berusia 47 tahun itu diduga menerima lebih dari ¥960 juta ($7,18 juta) dengan mengirimkan ribuan aplikasi palsu untuk program subsidi pemerintah.

Baca Juga:  Pukul Mertuanya, Menantu Kurang Ajar Diamankan Unit Reskrim Polsek Bandung

Dia diyakini sebagai biang keladi dari kelompok yang terlibat dalam serangkaian penipuan dari Mei 2020 hingga September tahun ini, menurut Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo.

Penangkapan tersebut menjadi berita utama di Jepang karena jumlah dana publik yang terlibat adalah yang paling banyak diterima secara tidak sah oleh satu kelompok sehubungan dengan program subsidi, dan keberadaan Taniguchi tidak diketahui setelah ia berangkat ke Indonesia pada Oktober 2020.

Polisi Jepang telah menangkap mantan istri dan dua putra Taniguchi, yang merupakan bagian dari kelompok dengan sedikitnya 10 orang, karena dicurigai melakukan penipuan. Polisi sedang berkoordinasi dengan pihak berwenang Indonesia untuk segera mengangkut buronan tersebut ke Jepang.

Mengingat saat-saat penangkapan oleh petugas imigrasi, yang disaksikan oleh polisi Indonesia, Masduki mengatakan Taniguchi berusaha untuk menghindari penangkapan.

Dia menyerah setelah berbicara melalui telepon dengan seorang anggota staf Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, menurut juru bicara Kepolisian Lampung Zahwani Pandra Arsyad.

Zahwani juga mengatakan, selama berada di Indonesia, tidak ada tindak kejahatan yang dilakukan Taniguchi, baik di desa, maupun di bagian lain tanah air, yang dilaporkan ke polisi setempat.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Sepasang Kekasih di Tulungagung, Sita Ribuan Butir Pil Dobel L dan Sabu

“Penduduk desa menganggapnya orang baik karena dia akan berinvestasi dalam bisnis ikan dan udang di desa. Siapa tahu dia mungkin menggunakan uangnya yang diambil secara ilegal dari Jepang untuk pencucian uang,” kata perwira senior polisi itu.

Menurut Masduki, Taniguchi telah menginvestasikan setidaknya 500 juta rupiah (sekitar $35.000) di peternakan ikan mereka untuk membeli bayi ikan dari berbagai ikan lokal yang populer, termasuk lele dan gurami.

Lampung terkenal dengan guraminya yang populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Pria Jepang itu, kata Masduki, juga telah membeli beberapa mobil dan truk untuk operasi budidaya ikan di desa dan dua lokasi lainnya di provinsi Sumatera Barat di mana ia juga menginvestasikan uangnya.

“Sekarang saya benar-benar bingung apa yang harus saya lakukan dengan ikan itu, apakah kita bisa melanjutkan bisnis ini atau tidak. Semua petani menanyakan pertanyaan yang sama yang saya tidak punya jawabannya,” kata Masduki.

“Tanpa investasi segar sekitar 1 miliar rupiah untuk memberi makan total 800.000 bayi ikan dengan pakan dan vitamin yang diperlukan, ikan itu bisa segera mati,” ungkapnya. (Hljpn)

Buronan Jepang Korupsi korupsi bansos Covid-19 Taniguchi Mitsuhiro Tertangkap di Lampung Tengah
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Suntikan LPG Subsidi ke Tabung Portabel, Pemuda Asal Kauman Diamankan Satreskrim Polres Tulungagung

Kamis, 30 April 2026 - 00:15 WIB

Satreskrim Polres Tulungagung Amankan Pria Asal Banaran, Sita 135 liter BBM Jenis Partalite

Kamis, 30 April 2026 - 00:12 WIB

OTT di Tulungagung, KPK Tetapkan Bupati Gatut Sunu Wibowo dan Ajudan Tersangka

Minggu, 12 April 2026 - 05:42 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Perhutani KPH Bondowoso Bersama RS Bhayangkara Serahkan Kartu Prioritas Pelayanan Kesehatan kepada Karyawan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:51 WIB

Pj. Sekda Tri Hariadi di Lantik Sebagai Ketua PMI Tulungagung Masa Bhakti 2026–2031, Ini Kata Plt.Bupati Ahmad Baharudin

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:49 WIB

*”Madrasah Aliyah Fathus Salafi Gelar Workshop “Jejak Digital: Dampak Positif & Negatif Era Digitalisasi Bersama XLsmart”*

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:25 WIB

*Skandal Perselingkuhan Guncang Desa Kedungdowo Kec.Arjasa Situbondo Jawa Timur ,Suami Buka Suara*

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:43 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.