Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Tingkatkan Kesadaran Wajib Pajak, Bapenda Jombang Sosialisasikan Peran Strategis Opsen PKB dan BBNKB
  • Satpolairud Polres Situbondo Jawa Timur Intensif Patroli, Nelayan Diingatkan Prioritaskan Untuk Keselamatan
  • Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Lantik Kadisnakertrans Sebagai Pj Sekdakab Tulungagung 
  • Ini Kasus Yang DiSorot LBH Cakra DPC Situbondo Karena DiNilai Mandek Sejak Tahun2023
  • Pasabber Polres Situbondo Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim di Panji dan Mangaran
  • May Day di Situbondo Diwarnai Dialog Interaktif dan Berbagi Sembako, Kapolres Siap Jadi Mitra Strategis Pekerja
Kamis, 7 Mei 2026 - 15:28 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

“Lingkaran Setan” Proyek Hotmix Situbondo: Bisikan Korupsi di Balik Mulusnya Jalan

redaksiSabtu, 15 November 2025 - 14:43 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20251115 WA0048
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

liputan11Situbondo, Jawa Timur – Kabar tak sedap kembali menerpa Kabupaten Situbondo. Proyek hotmix yang digadang-gadang untuk meningkatkan infrastruktur daerah, kini menjadi sorotan tajam. Hepi, warga asli Situbondo, menyuarakan keprihatinannya atas dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan proyek yang dikelola Dinas PUPP Bidang Binamarga. Kecurigaan Hepi mengarah pada adanya “lingkaran setan” antara Dinas PUPP, konsultan perencana, dan pihak rekanan, yang diduga merugikan negara dan masyarakat.

“Pelaksanaan proyek hotmix ini, meski diduga tak sesuai petunjuk teknis, tetap berjalan mulus. Seolah-olah ada ‘konsensus’ yang mempermudah pihak rekanan mengambil keuntungan secara membabi buta,” ujar Hepi dengan nada geram. Kenyataan di lapangan, menurut Hepi, menunjukkan indikasi kuat adanya kongkalikong yang melibatkan para pihak terkait.

Kecurigaan Hepi bukan tanpa alasan. Ketidaksesuaian teknis yang diduga terjadi, namun tetap diloloskannya proyek, menimbulkan pertanyaan besar. Apakah Dinas PUPP, sebagai pihak yang seharusnya mengawasi, telah kehilangan kewibawaannya? Apakah konsultan perencana, yang seharusnya menjamin kualitas proyek, ikut bermain dalam pusaran kepentingan? Semua pertanyaan ini mengarah pada satu kesimpulan: adanya potensi kerugian negara dan masyarakat yang sangat besar.

Baca Juga:  Polresta Banyuwangi Amankan Tujuh Pelaku Pengeroyokan dan Perampasan

Hepi dengan lantang meminta Bupati Situbondo untuk bertindak. “Bupati harus tahu bagaimana ‘permainan’ ini berjalan. Kepentingan pribadi dan golongan, seolah lebih diutamakan daripada kepentingan masyarakat luas,” tegasnya. Keberpihakan pada kepentingan pribadi, menurut Hepi, telah menggerogoti kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Profesionalisme konsultan perencana juga menjadi sorotan. Kegagalan mereka dalam menjalankan tugas pengawasan dan evaluasi, semakin memperkuat dugaan adanya keterlibatan dalam praktik yang merugikan. Kecurigaan ini semakin diperkuat dengan “kemulusan” proyek yang berjalan, meski terdapat indikasi pelanggaran.

Situasi ini semakin memprihatinkan, mengingat infrastruktur yang berkualitas sangat krusial bagi kemajuan daerah. Jika proyek hotmix ini dibangun dengan kualitas yang buruk, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Jalan yang cepat rusak, biaya perawatan yang membengkak, dan potensi kecelakaan lalu lintas adalah beberapa konsekuensi yang harus ditanggung.

Baca Juga:  Ribuan Peserta Ikut Fun Bike di Polres Kediri dalam Rangkaian Peringatan Hari Bhayangkara ke-76

Hepi menyayangkan sikap Bupati Situbondo yang terkesan belum mengambil tindakan tegas terhadap persoalan ini. “Kami berharap Bupati segera turun tangan, melakukan investigasi mendalam, dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam praktik yang merugikan ini. Jangan biarkan ‘lingkaran setan’ ini terus berputar dan menguras sumber daya daerah,” pungkasnya.

Kesimpulan:
Kasus proyek hotmix di Situbondo ini adalah alarm bahaya. Jika tidak segera ditangani, praktik-praktik koruptif akan terus merajalela, merugikan negara, dan mengancam pembangunan daerah. Bupati Situbondo harus menunjukkan komitmennya untuk memberantas korupsi, dimulai dari penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan “lingkaran setan” ini. Masyarakat Situbondo menanti tindakan nyata untuk mengembalikan kepercayaan dan memastikan pembangunan daerah yang bersih dan berkualitas.(tim)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pemkab Jombang Segel Sejumlah Tower BTS, Ratusan Menara Belum Miliki Sertifikat Laik Fungsi

Senin, 2 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sampah Berserakan Dan Bau,Menyengat,Menganggu Pengguna Jalan

Senin, 2 Februari 2026 - 19:50 WIB

Di Balik Gemerlap Tirta Wisata Keplaksari, Disporapar Jombang Disorot Soal Dugaan Publikasi Tebang Pilih Media

Senin, 2 Februari 2026 - 13:36 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Tingkatkan Kesadaran Wajib Pajak, Bapenda Jombang Sosialisasikan Peran Strategis Opsen PKB dan BBNKB

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:40 WIB

Satpolairud Polres Situbondo Jawa Timur Intensif Patroli, Nelayan Diingatkan Prioritaskan Untuk Keselamatan

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:03 WIB

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:05 WIB

Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP

Senin, 4 Mei 2026 - 19:35 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.