Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Hardiknas 2026 Jadi Panggung Prestasi, SMPN 1 Peterongan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul
  • May Day dan Ilusi Solusi: Saat Tuntutan Belum Menjadi Kebijakan
  • Sinergi KPK dan Polri di Situbondo Jawa Timur, Sosialisasi Pencegahan Korupsi Pengelolaan APBD
  • Suntikan LPG Subsidi ke Tabung Portabel, Pemuda Asal Kauman Diamankan Satreskrim Polres Tulungagung
  • Satreskrim Polres Tulungagung Amankan Pria Asal Banaran, Sita 135 liter BBM Jenis Partalite
  • HUT Emas SMKN 2 Jombang, Wiwin Sumrambah Tegaskan Lulusannya Siap Kerja, Siap Kuliah, dan Siap Menjadi Pemimpin Masa Depan
  • Setengah Abad Berkarya, SMKN 2 Jombang Rayakan HUT ke-50 dengan Meriah Lewat Pawai Budaya Nusantara
  • Plt Bupati Tulungagung Hadiri Peringatan Hari Tari Dunia 2026
Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:20 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Rp 372 Juta Terbuang Sia-Sia,Pengerjaan Jalan Hotmix Kilensari-Kendit,Warga Khawatir Dan Mendesak Dinas PUPP Bertindak Tegas

redaksiKamis, 11 Desember 2025 - 13:18 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20251211 WA0095
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Liputan11SITUBONDO – Proyek pemeliharaan berkala Jalan Kilensari – Kendit di Kabupaten Situbondo, yang seharusnya menjadi bukti nyata pembangunan, kini justru menjadi sorotan tajam dan menuai kemarahan warga. Proyek hotmix senilai Rp 372.887.000 dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Pemukiman (PUPP) Bidang Bina Marga ini, yang dikerjakan oleh CV. AKKA JAYA dengan volume 350 meter, diduga keras dilaksanakan secara serampangan, bahkan di tengah kondisi lapangan yang sepenuhnya tidak layak.11/12/2025

https://liputan11.com/wp-content/uploads/2025/12/VID-20251211-WA0066.mp4

Yang paling mencengangkan adalah praktik pengerjaan aspal hotmix yang terang-terangan dilakukan saat jalan masih tergenang air. Tindakan ini bukan hanya mengabaikan standar teknis, tetapi juga membuka pintu lebar bagi praktik korupsi dan penyelewengan anggaran. Warga khawatir, dengan cara pengerjaan yang vulgar ini, kualitas dan daya tahan aspal akan tergerus habis, meninggalkan jalan yang rusak sebelum waktunya dan merugikan masyarakat pengguna jalan secara permanen.

Baca Juga:  RSUD Ploso Sabet Dua Penghargaan pada Gebyar Krenova Jombang 2025, Bukti Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Berbasis Inovasi Digital

Yopi, seorang warga yang geram, tak ragu mempertanyakan langsung keabsahan praktik ini kepada pihak yang mengaku sebagai pengawas dari Dinas PUPP. “Saya tanya, apakah boleh gelar aspal hotmix saat banyak genangan air? Jawaban pengawas dari Dinas PUPP itu malah bilang ‘diperbolehkan’,” ungkap Yopi dengan nada getir. Jawaban yang justru semakin mengonfirmasi kejanggalan ini sungguh tidak bisa diterima dan secara jelas melanggar kaidah teknis pengaspalan.

IMG 20251211 WA0065

Para ahli teknik sipil telah berulang kali menegaskan, pengerjaan hotmix di permukaan basah atau tergenang air akan mengakibatkan fenomena stripping, yaitu terlepasnya ikatan antara aspal dan agregat. Konsekuensinya, kekuatan struktur jalan akan berkurang drastis dan umur pemakaiannya akan jauh lebih pendek dari yang seharusnya. Ini berarti, anggaran ratusan juta rupiah yang seharusnya dinikmati masyarakat justru terbuang sia-sia akibat kesengajaan atau kelalaian fatal.

Baca Juga:  Proyek Jalan Ruas nogosromo/Banteng Mati - Kembangsari Diduga Jadi ‘Bancakan’, Kualitas Pekerjaan Aspal dan Beton Dipertanyakan!

Menyikapi kondisi yang merugikan ini, Yopi mendesak Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk segera bertindak tegas. Pemeriksaan mendalam dan audit menyeluruh terhadap seluruh tahapan pelaksanaan proyek ini mutlak diperlukan. “Kami berterima kasih atas pembangunannya, namun kami menuntut kualitas maksimal, bukan sekadar target. Anggaran ini berasal dari pajak kami yang taat membayar, kami berhak mendapatkan pembangunan yang benar-benar bermanfaat dan tahan lama,” tegas Yopi, menyuarakan aspirasi seluruh warga yang merasa dirampok haknya.

Kritik pedas ini bukan sekadar unek-unek, melainkan alarm keras bagi Dinas PUPP Situbondo. Tingginya ekspektasi masyarakat terhadap infrastruktur yang dibangun dengan uang negara harus menjadi prioritas utama. Pihak PUPP harus segera membuktikan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan teknis di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan dana rakyat tidak kembali menjadi korban praktik merugikan.(YP)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pemkab Jombang Segel Sejumlah Tower BTS, Ratusan Menara Belum Miliki Sertifikat Laik Fungsi

Senin, 2 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sampah Berserakan Dan Bau,Menyengat,Menganggu Pengguna Jalan

Senin, 2 Februari 2026 - 19:50 WIB

Di Balik Gemerlap Tirta Wisata Keplaksari, Disporapar Jombang Disorot Soal Dugaan Publikasi Tebang Pilih Media

Senin, 2 Februari 2026 - 13:36 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Hardiknas 2026 Jadi Panggung Prestasi, SMPN 1 Peterongan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

May Day dan Ilusi Solusi: Saat Tuntutan Belum Menjadi Kebijakan

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:09 WIB

Sinergi KPK dan Polri di Situbondo Jawa Timur, Sosialisasi Pencegahan Korupsi Pengelolaan APBD

Kamis, 30 April 2026 - 10:43 WIB

Suntikan LPG Subsidi ke Tabung Portabel, Pemuda Asal Kauman Diamankan Satreskrim Polres Tulungagung

Kamis, 30 April 2026 - 00:15 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.