SMPN 2 Mojoagung Raih Adiwiyata Provinsi 2025, SPADAMA Mantap Melaju ke Tingkat Nasional

IMG 20260129 WA0015
Sugeng Wibowo, M.Pd.,Kepala SMPN 2 Mojoagung.

JOMBANG,Liputan11.com – Komitmen kuat SMP Negeri 2 Mojoagung dalam membangun budaya sekolah berbasis lingkungan kembali membuahkan hasil membanggakan. Sekolah yang dikenal dengan sebutan SPADAMA ini sukses meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur Tahun 2025, sebuah prestasi prestisius yang menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi seluruh warga sekolah dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur dalam seremoni tingkat provinsi, sekaligus menempatkan SMPN 2 Mojoagung sebagai salah satu sekolah percontohan dalam pengelolaan lingkungan pendidikan. Tak hanya itu, keberhasilan SPADAMA juga mendapat apresiasi khusus dari Bupati Jombang, Abah Warsubi, yang memberikan penghormatan langsung di Pendopo Kabupaten Jombang sebagai bentuk dukungan atas dedikasi sekolah dalam membangun generasi berkarakter peduli lingkungan.

Kepala SMPN 2 Mojoagung, Sugeng Wibowo, M.Pd., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras dan kekompakan seluruh elemen sekolah, mulai dari peserta didik, tenaga pendidik, hingga staf tata usaha.

“Penghargaan Adiwiyata Provinsi 2025 ini adalah hasil perjuangan bersama. Seluruh warga sekolah sangat bahagia dan bangga, karena ini bukan hanya tentang prestasi, tetapi tentang perubahan budaya. Anak-anak, guru, dan karyawan TU semuanya terlibat aktif. Apalagi kami menerima langsung penghargaan dari Ibu Gubernur dan kemudian mendapat apresiasi luar biasa dari Bupati Jombang Abah Warsubi di Pendopo,” ungkap Sugeng dengan penuh semangat.

Menurutnya, kesuksesan ini tidak membuat sekolah berpuas diri. Justru menjadi pemantik semangat untuk melangkah ke tingkat nasional. Sebagai langkah konkret, pihak sekolah terus memperkuat program kaderisasi lingkungan melalui pelatihan dasar yang digawangi oleh penanggung jawab Adiwiyata SPADAMA, Anis Setyowati, S.Pd.

Sebanyak 294 siswa telah ditetapkan sebagai kader Adiwiyata yang siap menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah. Mereka dibekali pemahaman tentang pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi air, pemanfaatan lahan, hingga edukasi lingkungan berkelanjutan.

“Kader-kader inilah yang menjadi motor utama pergerakan Adiwiyata. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik di lapangan. Mulai dari merawat green house, mengelola taman sekolah, hingga menata ruang terbuka hijau agar nyaman dan edukatif,” jelasnya.

Salah satu inovasi unggulan yang kini terus dikembangkan adalah green house sekolah yang tampil semakin rapi dan produktif. Selain sebagai pusat pembibitan tanaman, kawasan ini juga difungsikan sebagai laboratorium hidup bagi siswa. Tak berhenti di situ, sekolah juga merencanakan pembangunan gazebo ramah lingkungan yang akan dimanfaatkan sebagai ruang santai sekaligus pojok literasi terbuka bagi para siswa.

Untuk memperluas dampak program Adiwiyata, SMPN 2 Mojoagung membentuk 14 Kelompok Kerja (Pokja) lingkungan. Setiap Pokja memiliki program spesifik yang menyasar seluruh sudut sekolah, sehingga gerakan peduli lingkungan benar-benar menyentuh semua aspek kehidupan sekolah.

“Adiwiyata ini kami desain berbasis wilayah sekolah secara menyeluruh. Dari ruang kelas, kamar mandi, perpustakaan, kantin, sampai ruang terbuka hijau semuanya disentuh program. Jadi bukan hanya satu program unggulan, tetapi ada 14 program unggulan yang dijalankan secara simultan oleh masing-masing Pokja,” papar Sugeng.

Baca Juga:  Bukti Nyata Pengabdian, RSUD Ploso dan Smile Train Pulihkan Senyum Pasien Bibir Sumbing

Di sektor literasi, Pokja Perpustakaan menghadirkan pojok baca hijau yang nyaman dan menarik minat siswa untuk membaca di ruang terbuka. Sementara itu, Pokja Kebun Sekolah memanfaatkan lahan belakang sebagai kebun edukasi dengan menanam sekitar 70 bibit alpukat yang kini terus dirawat dan dikembangkan.

Ke depan, kebun tersebut akan dijadikan sebagai media pembelajaran kontekstual atau green learning space yang terintegrasi dengan kurikulum. Siswa dapat belajar langsung tentang ekosistem, pertanian berkelanjutan, hingga nilai ekonomi tanaman produktif.

“Lingkungan sekolah kini berubah jauh lebih asri, bersih, dan tertata. Anak-anak merasa betah, proses belajar menjadi lebih menyenangkan, dan kesadaran lingkungan tumbuh secara alami. Inilah tujuan utama Adiwiyata yang ingin kami capai,” tambahnya.

Sugeng berharap, keberhasilan SPADAMA tidak hanya berhenti pada raihan penghargaan, tetapi mampu melahirkan generasi muda yang memiliki karakter cinta lingkungan dan tanggung jawab sosial.

“Kami ingin nilai-nilai peduli lingkungan ini tertanam kuat dalam diri siswa, sehingga terbawa hingga ke rumah dan masyarakat. Kalau ini konsisten, dampaknya akan luar biasa untuk masa depan,” pungkasnya.

Dengan prestasi Adiwiyata Provinsi 2025 yang diraih, SMPN 2 Mojoagung semakin mengukuhkan diri sebagai sekolah hijau inspiratif di Kabupaten Jombang. Sebuah langkah nyata menuju sekolah berwawasan lingkungan yang berkelanjutan, berprestasi, dan siap melangkah ke tingkat nasional.(lil)

tampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Back to top button