Tasyakuran Swasembada Pangan, Pemkab Kediri Salurkan Alsintan dan Puluhan Ton Benih Padi

Kediri, Liputan11. Com – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar Tasyakuran Swasembada Pangan yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih padi kepada kelompok tani, Kamis (5/2/2026).

Bupati Kediri menegaskan bahwa Kabupaten Kediri merupakan daerah agraris sekaligus salah satu lumbung pangan di Jawa Timur. Kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur atas kerja keras petani, penyuluh pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini berperan menjaga ketahanan pangan daerah.

Capaian sektor pertanian Kabupaten Kediri menunjukkan tren positif. Pada 2025, produksi padi mencapai 307 ribu ton gabah kering giling, meningkat dibanding 2024 yang tercatat 299 ribu ton. Produksi jagung juga meningkat menjadi 373 ribu ton, tebu 1,98 juta ton, nanas 20.432 ton, serta cabai 69.440 ton.

Melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan, Pemkab Kediri sepanjang 2025 telah menyalurkan berbagai bantuan alsintan, di antaranya 51 unit traktor roda empat, 19 unit traktor roda dua, 11 unit combine harvester, enam pompa air, dan 11 handsprayer. Selain itu, bantuan benih padi juga disalurkan sebanyak 75 ton pada 2025, serta 73 ton pada awal 2026 guna mendukung luas tanam.

Baca Juga:  Antisipasi PMK, Petugas Gabungan Lakukan Penyekatan di Jalur Perbatasan Kediri - Blitar

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi, S.E., M.M, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tahun ini menyasar 174 kelompok tani, baik kelompok tani dewasa maupun taruna tani.

“Pada 2025 kami telah menyalurkan 51 traktor roda empat, 19 traktor roda dua, 11 combine harvester, 301 unit irigasi air tanah dangkal, enam pompa air, 11 handsprayer, serta dua unit rotavator,” jelasnya.

20260206 140213
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi, S.E., M.M

Selain alsintan, bantuan benih padi sebanyak 75 ton juga telah disalurkan, termasuk 73 ton pada Februari 2026. Pemerintah daerah juga meningkatkan alokasi pupuk prioritas hingga 9.000 ton, serta merencanakan pengembangan lahan pertanian organik yang sebelumnya seluas 80 hektare.

Baca Juga:  Patroli Skala Besar Antisipasi Penyebaran Virus Covid-19 di Kediri Libatkan Personel Gabungan

“Alhamdulillah, harga padi dan jagung juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya sekitar Rp5.000 per kilogram, kini sudah di atas Rp6.000 per kilogram. Harga gabah bahkan sudah menembus Rp7.000 per kilogram,” tambah Sukadi.

Sementara itu, Suntana, Ketua Poktan Desa Kalirong, Kecamatan Tarokan, mengaku sangat terbantu dengan bantuan alsintan yang diterimanya.

“Pekerjaan jadi jauh lebih cepat dibanding manual. Biaya juga bisa ditekan karena tidak membutuhkan banyak tenaga. Kami berharap bantuan seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Eko Yuwono, Ketua Gapoktan Sahabat Makmur, Desa Puncu, Kecamatan Puncu, penerima traktor roda empat.

“Dengan traktor roda empat, olah lahan lebih maksimal dan waktu tanam bisa serempak. Dampaknya jelas terhadap peningkatan hasil panen,” ungkapnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap sektor pertanian semakin kuat sebagai penopang ketahanan pangan daerah sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.(als/Doeri)

tampilkan lebih banyak

Berita Terkait

Back to top button