Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Jamasan Tombak Kanjeng Kyai Upas, Plt Bupati Ahmad Baharudin: Simbol Pelestarian Sejarah dan Budaya Tulungagung
  • Bukan Ditagih Puluhan Juta dari Utang Ratusan Ribu, Bank Jombang Ungkap Data Riwayat Kredit Nenek Ngatini
  • Kasus perselingkuhan Pengusaha Muda di Situbondo Mulai Dalam Penyelidikan Polisi,Apakah Urusan perselingkuhan Dengan Adanya Pihak Ke Tiga Akan Berujung di Ranah Hukum
  • BLT DBHCHT Cair Lebih Awal, Ribuan Pekerja PT MPS Ploso Terima Bantuan Rp800 Ribu
  • BLT DBHCHT Cair Lebih Awal, Ribuan Pekerja PT MPS Ploso Terima Bantuan Rp800 Ribu
  • Akselerasi Reformasi Birokrasi: Dispendukcapil Tulungagung Tuntaskan Safari Gerdu Kalimasada di 12 Kelurahan
  • Dua Kasus Terungkap, Kapolres Aryo Terus Gencarkan Perang Melawan Narkoba
  • Kapolres Bondowoso Tegaskan Perang Melawan Narkoba, Pengedar Sabu Dibekuk Satresnarkoba
Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:32 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Daerah » Tulungagung

Jamasan Tombak Kanjeng Kyai Upas, Plt Bupati Ahmad Baharudin: Simbol Pelestarian Sejarah dan Budaya Tulungagung

redaksiSabtu, 4 Juli 2026 - 07:01 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260703 WA0112
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Tulungagung, Liputan11.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali menggelar Upacara Tradisi Jamasan Tombak Pusaka Kanjeng Kyai Upas di Griya Dalem Kanjengan Kepatihan, Jumat (3/7/2026). Tradisi tahunan yang digelar setiap bulan Suro tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah.

Prosesi jamasan tidak hanya dimaknai sebagai ritual membersihkan pusaka peninggalan leluhur, tetapi juga sebagai momentum untuk merawat sejarah, memperkuat nilai-nilai kearifan lokal, dan menumbuhkan semangat kebersamaan masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, SM, MM, hadir langsung dalam prosesi tersebut bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, kepala perangkat daerah, para camat, lurah, tokoh budaya, sesepuh Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI), Perkumpulan PERMADANI Cabang Tulungagung, keluarga besar Pringgo Koesoeman, Komunitas Wadya Wimbasara, serta berbagai elemen masyarakat.

Kehadiran berbagai unsur itu menunjukkan bahwa Jamasan Tombak Kanjeng Kyai Upas telah berkembang menjadi agenda budaya yang menyatukan pemerintah, pegiat budaya, tokoh adat, dan masyarakat dalam upaya bersama menjaga warisan budaya Tulungagung.

Baca Juga:  Doa Bersama dan Pentaskan Seni Jemblung Cara Warga Bulu Tanggulwelahan Memperingati HUT Ke-78 RI

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan tradisi tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara dan semua pihak yang telah memberikan dukungan. Semoga Allah Yang Mahakuasa membalas segala pengabdian dan kerja keras dengan pahala serta keberkahan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Jamasan Tombak Kanjeng Kyai Upas merupakan tradisi luhur yang terus dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap peninggalan sejarah sekaligus ikhtiar menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya diwujudkan melalui seremoni tahunan, tetapi harus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar mengenal sejarah daerah, memahami kearifan lokal, dan memiliki kebanggaan terhadap identitas budaya Tulungagung.

“Tradisi ini merupakan wujud nyata komitmen kita dalam melestarikan budaya adiluhung. Di dalamnya terkandung nilai kebersamaan, penghormatan kepada sejarah, serta semangat menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” katanya.

Ahmad Baharudin menambahkan, pelestarian budaya merupakan investasi jangka panjang dalam membangun karakter masyarakat. Tradisi, menurutnya, bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi sumber nilai yang mampu memperkuat persatuan di tengah dinamika kehidupan modern.

Baca Juga:  Rakerda PGSI Kabupaten Tulungagung, Targetkan Pemberdayaan Organisasi 

Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara Jamasan Tombak Kanjeng Kyai Upas terus diwariskan kepada generasi penerus sehingga tumbuh menjadi kesadaran kolektif masyarakat untuk menghargai sejarah, menjaga persatuan, dan mencintai warisan budaya daerah.

Dalam sejarah Tulungagung, Tombak Kanjeng Kyai Upas dikenal sebagai pusaka yang memiliki nilai historis tinggi dan menjadi simbol kewibawaan pemerintahan pada masa lampau. Berbagai tradisi lisan yang berkembang di masyarakat juga menempatkan pusaka tersebut sebagai bagian penting dari identitas budaya daerah.

Prosesi jamasan sendiri mengandung makna filosofis sebagai simbol penyucian diri, penghormatan kepada sejarah, serta ungkapan rasa syukur kepada Allah Yang Mahakuasa. Melalui doa-doa yang dipanjatkan, masyarakat berharap Kabupaten Tulungagung senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, kedamaian, kesejahteraan, dan kemakmuran.

Melalui penyelenggaraan tradisi ini, Pemkab Tulungagung kembali menegaskan komitmennya menjadikan pelestarian kebudayaan sebagai salah satu fondasi pembangunan daerah. Di tengah arus modernisasi, Jamasan Tombak Kanjeng Kyai Upas diharapkan terus menjadi warisan budaya yang hidup dan mampu memperkuat jati diri masyarakat Tulungagung. (tot)

Griya Dalem Kanjengan Kepatihan Pemkab Tulungagung Prosesi Jamasan Upacara Tradisi Jamasan Tombak Pusaka Kanjeng Kyai Upas
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Akselerasi Reformasi Birokrasi: Dispendukcapil Tulungagung Tuntaskan Safari Gerdu Kalimasada di 12 Kelurahan

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:11 WIB

Plt Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Pagelaran Youth Cultural Fest Festival Jaranan Sentherewe 2026

Senin, 29 Juni 2026 - 11:16 WIB

Festival Grassroots Piala Presiden 2026 Resmi Dibuka, Plt Bupati Ahmad Baharudin Targetkan Lahir Pemain Profesional

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:10 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Jamasan Tombak Kanjeng Kyai Upas, Plt Bupati Ahmad Baharudin: Simbol Pelestarian Sejarah dan Budaya Tulungagung

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:01 WIB

Bukan Ditagih Puluhan Juta dari Utang Ratusan Ribu, Bank Jombang Ungkap Data Riwayat Kredit Nenek Ngatini

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:54 WIB

Kasus perselingkuhan Pengusaha Muda di Situbondo Mulai Dalam Penyelidikan Polisi,Apakah Urusan perselingkuhan Dengan Adanya Pihak Ke Tiga Akan Berujung di Ranah Hukum

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:29 WIB

BLT DBHCHT Cair Lebih Awal, Ribuan Pekerja PT MPS Ploso Terima Bantuan Rp800 Ribu

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:53 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.