Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Plt Bupati Tulungagung Lantik 21 Pejabat JPT Pratama, Tekankan Pelayanan Publik dan Serapan Anggaran
  • Tembakau Jombang Gerakkan Ekonomi Rp487 Miliar, Dispertan Perkuat Produksi hingga Pasar
  • Plt Bupati Tulungagung Hadiri Panen Perdana Tebu Program Bongkar Ratoon Tahun 2025 di Bolorejo
  • *Apresiasi AMPS, Polda Jatim Gandeng DLH Jatim Pasang HVS 24 Jam di Area Terdampak Limbah PG Asembagus*
  • Dijadwalkan Selesai Akhir 2026, Dinas PUPR Tulungagung Percepat Perbaikan Jalan
  • Perhutani KPH Bondowoso Serahkan TJSL untuk Mendukung Kegiatan Pendidikan KB Tunas Rimba
  • DPC PKB Tulungagung Gelar Muskercab Dan Pengukuhan Pengurus
  • Sekitar 600 Wisudawan UNWAHA Jombang Resmi Sarjana, Zulhas Titip Pesan Berani Menatap Masa Depan
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:14 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Daerah » Jombang

Rakyat Berhak Mengaudit APBD: Kepentingan Publik Harus Diutamakan, Bukan Sekadar Seragam Dinas

redaksiJumat, 27 Maret 2026 - 11:33 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260327 WA0000
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

JOMBANG,Liputan.11.com – Di tengah harapan masyarakat akan hadirnya pemerintahan yang berpihak pada kebutuhan dasar rakyat, isu pengadaan seragam dinas yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) justru kembali memantik gelombang kritik. Kebijakan yang mengalokasikan anggaran besar untuk kebutuhan yang bersifat simbolik ini dinilai tidak sensitif terhadap kondisi riil masyarakat.

Direktur LBHAM, Gus Faiz, dengan tegas menyebut fenomena ini sebagai tanda matinya nurani sebagian pejabat publik.
APBD sejatinya adalah uang rakyat yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab, transparansi, dan orientasi pada kemaslahatan umum. Oleh karena itu, masyarakat tidak hanya berhak mengetahui, tetapi juga mengawasi dan mengaudit penggunaannya.

Munculnya informasi terkait pengadaan seragam dinas dengan nilai fantastis di Kabupaten Jombang menjadi titik krusial untuk menguji komitmen pemerintah daerah dalam menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.

Ironisnya, di saat anggaran besar digelontorkan untuk kebutuhan seremonial, berbagai persoalan mendasar justru masih terabaikan. Infrastruktur jalan di wilayah pedesaan banyak yang rusak parah akibat curah hujan tinggi, minimnya sistem drainase memperparah genangan air, dan pelayanan publik di sejumlah sektor belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kondisi ini menghadirkan kontras yang nyata antara kebijakan anggaran dan kebutuhan riil masyarakat.

Baca Juga:  Muktamar ke-35 NU Tinggal Sepekan, Bupati Warsubi Pastikan Jombang Siap Jadi Tuan Rumah

Perlu ditegaskan, seragam dinas hanyalah atribut penunjang, bukan tujuan utama pemerintahan. Esensi dari kehadiran negara adalah memberikan pelayanan terbaik serta menghadirkan fasilitas publik yang layak bagi warganya. Pemerintah yang memiliki kepekaan sosial dan integritas tinggi tentu akan memprioritaskan pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar memperindah tampilan birokrasi.

Lebih jauh, penggunaan anggaran yang tidak proporsional dan terkesan dipaksakan dapat dipandang sebagai bentuk “kedzoliman yang terstruktur”—yakni praktik yang secara administratif tampak sah, namun secara substansi mengabaikan keadilan dan kepentingan publik. Dalam perspektif tata kelola pemerintahan, hal ini berpotensi membuka celah penyimpangan, mulai dari pemborosan hingga indikasi korupsi dalam proses pengadaan.

Baca Juga:  Direktur Baru RSUD Ploso Resmi Dilantik, Siap Perkuat Mutu dan Stabilitas Pelayanan

LBHAM mempertanyakan secara serius: mengapa anggaran sebesar itu diprioritaskan untuk pakaian dinas, sementara kebutuhan mendesak masyarakat seperti perbaikan jalan, penguatan infrastruktur, dan peningkatan kualitas layanan publik masih jauh dari optimal?

Profesionalisme aparatur negara tidak diukur dari keseragaman pakaian, melainkan dari kinerja, integritas, dan keberpihakan pada rakyat. Ketika simbol lebih diutamakan daripada substansi, maka kepercayaan publik pun perlahan terkikis.

Sudah saatnya pemerintah daerah melakukan refleksi mendalam. Transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas bukan sekadar jargon, melainkan prinsip yang harus diwujudkan dalam setiap kebijakan anggaran. LBHAM menegaskan bahwa setiap rupiah dari APBD harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan yang nyata dan pelayanan yang berkualitas.

Rakyat bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek utama yang berhak mengawasi, menilai, dan memastikan bahwa anggaran daerah benar-benar digunakan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan bersama.(**)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Tembakau Jombang Gerakkan Ekonomi Rp487 Miliar, Dispertan Perkuat Produksi hingga Pasar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Sekitar 600 Wisudawan UNWAHA Jombang Resmi Sarjana, Zulhas Titip Pesan Berani Menatap Masa Depan

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Sidak Revitalisasi Sekolah, Sekda Jombang Beri Peringatan Keras: Uang Negara Jangan Dimainkan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:26 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Plt Bupati Tulungagung Lantik 21 Pejabat JPT Pratama, Tekankan Pelayanan Publik dan Serapan Anggaran

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Tembakau Jombang Gerakkan Ekonomi Rp487 Miliar, Dispertan Perkuat Produksi hingga Pasar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Plt Bupati Tulungagung Hadiri Panen Perdana Tebu Program Bongkar Ratoon Tahun 2025 di Bolorejo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:15 WIB

*Apresiasi AMPS, Polda Jatim Gandeng DLH Jatim Pasang HVS 24 Jam di Area Terdampak Limbah PG Asembagus*

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:59 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.